Sabtu, 26 Juni 2021 10:50 WIB

Lounching Inovasi Aku Mandiri Pemkab Ogan Ilir Mudahkan Pelayanan Administrasi Kependudukan Untuk Desa Se-Kabupaten Ogan ilir

Oleh : | Editor : Junaidi Hutauruk
Dibaca :394 kali dibaca | Durasi baca : 4 Menit

MEDIASUMATERA,ID-SUMSEL : Wakil Bupati Kabupaten Ogan Ilir (OI) H Ardani SH MH hadiri sosialisasi perundang-undangan kebijakan administrasi kependudukan tahap I dan lounching inovasi aku mandiri oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan (Sumsel) di beston hotel Palembang, jum’at (25/6/2021)

Wakil Bupati Kabupten Ogan Ilir H Ardani SH, MH mengatakan bahwa pemkab akan membangun kios pelayanan kependudukan yaitu E-KTP, akte kelahiran, akte kematian, Kartu Keluarga dari 23 jenis pelayanan disetiap Desa dengan tujuan untuk melayani administrasi kependudukan.

Lounching Inovasi Aku Mandiri Pemkab Ogan Ilir Mudahkan Pelayanan Administrasi Kependudukan Untuk Desa Se-Kabupaten Ogan ilir

“Masyarakat bisa langsung datang ke kios itu dan bisa ditunggu sehingga masyarakat tidak perlu datang lagi kekabupaten untuk urusan administrasi kependudukan,”ucapnya

Ia ungkapkan untuk sekarang kios pelayanan kependudukan ada 6 (enam) Desa untuk percontohan dahulu dan setelah sosialisasi 6 desa percontohan maka segera dilanjutkan akan dibangun kios pelayanan kependudukan untuk seluruh desa se-kabupaten OI

“Makanya malam ini Kepala Desa (Kades) dan para operatornya dilatih untuk memberikan layanan kependudukan sesuai dengan visi misi Bupati OI bahwa kita akan memberikan pelayanan kependudukan yang optimal kepada masyarakat dan mendekatkan pelayanan yang ada secara bertahap,” katanya Wakil Bupati OI

Sementara Kadis Dukcapil OI Akhmad Luthfi mengatakan sesuai dengan intruksi Kementerian Dalam Negeri dan Bupati Ogan Ilir pada hakekatnya ingin mendekatkan kepada masyarakat untuk meningkatkan pelayanan kependudukan

“Sosialisasi pada malam ini untuk memberikan pemahaman kepada Camat dan para Kepala Desa sehingga tidak ragu-ragu untuk melaksanakan dalam melayani administrasi kependudukan didesa karena Camat dan Kepala Desa merupakan garda terdepan dalam hal pelayanan publik,” ujarnya

Dirinya menuturkan sesuai sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 07 tahun 2019 tentang pelayanan online dan permendagri 104 dan 109 tahun 2019 bahwa semua dokumen kependudukan bisa dicetak memakai kertas HVS putih 80 gram

“Masyarakat bisa cetak-cetak sendiri dan seluruh dokumen yang kita terbitkan dengan tanda tangan elektronik tidak perlu lagi legalisir dimana selama ini masyarakat ketika membutuhkan dokumen harus legalisir,” tuturnya

Baca Juga :  Pendiri Law Office JS Simatupang & Patners Desak Pemerintah dan DPR Hapus Pasal 282 Dalam RUU KUHP, Begini Alasannya

Akhmad Luthfi beberkan terkait semua pelayanan yang sudah diamanatkan oleh undang-undang bahwa semua pelayanan dokumen kependudukan diseluruh wilayah Republik Indonesia (RI) tidak dipungut biaya

“Alhamdulillah untuk blanko E-KTP sampai saat ini khususnya kabupaten OI tidak pernah kekosongan dengan pelyanan E-KTP untuk masyarakat lebih dari 100 persen sudah dilakukan pemkab OI dimana usia 16 tahun keatas sudah kita rekam untuk E-KTP dengan cara jemput bola kesekolah-sekolah tetapi belum bisa kita cetak karena menunggu usia 17 tahun baru bisa dicetak,”bebernya

Ia juga menjelaskan Kios pelayanan kependudukan secara mandiri artinya Kades dan perangkat Desanya memakai alat sendiri untuk pelayanan kependudukan seperti leptop dan printer dan Desa yang sudah dibekali oleh Dinas Dukcapil Pemkab OI yaitu Desa Palu, Desa Talang Balai Baru 2, Desa Talang Balai Lama, Desa Tanjung Agas, Desa Tanjung Harapan

“Selesai dari pelatihan malam ini kami akan melakukan Bimbingan teknis (Bimtek) terlebih dahulu untuk seluruh operator yang diutus oleh Kades se-kabupaten OI terkait pelayanan kependudukan dan selanjutnya akan kita bentuk kios-kios pelayanan Desa yang berlokasi dikantor Kades sehingga kita punya tenaga operator profesional seperti yang disampaikan Bupati harus kerja sama dengan Dinas PMD karena biaya pengoperasiannya menggunakan APBDes seperti honor operator, Aat Tulis Kantor (ATK) dan sebagainya,”jelasnya

Terakhir Akhmad Luthfi menambahkan terkait data kematian penduduk kabupaten OI, Dinas Dukcapil telah menyurati Kades melalui Camat secara rutin untuk melaporkan data-data kematian dan langsung akan diterbitkan akat kematian, dengan demikian data akan kependudukan akan terhapus

“Harapan Pemkab OI pada waktunya nanti masyarakat untuk mengurus administrasi kependudukan cukup di Desa masing-masing sehingga menghemat waktu dan terhindar dari biaya pungutan liar dan kepada seluruh Camat beseta para Kades Kabupaten OI bekerja keras agar seluruh masyarakat dengan kesadaran untuk memiliki dokumen kependudukan,”tutupnya

Baca Juga :  Polresta Deli Serdang, TNI Dan Pemkab Deli Serdang Laksanakan Giat OPS Yustisi Terapkan 5 M

Lounching Inovasi Aku Mandiri Pemkab Ogan Ilir Mudahkan Pelayanan Administrasi Kependudukan Untuk Desa Se-Kabupaten Ogan ilir

Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan (Sumsel) gelar sosialisasi perundang-undangan kebijakan administrasi kependudukan tahap I dan lounching inovasi aku mandiri dihadiri oleh wakil Bupati OI H Ardani di beston hotel Palembang, jum’at (25/6/2021)

Wakil Bupati Kabupten Ogan Ilir H Ardani SH, MH mengatakan bahwa pemkab akan membangun kios pelayanan kependudukan yaitu E-KTP, akte kelahiran, akte kematian, Kartu Keluarga dari 23 jenis pelayanan disetiap Desa dengan tujuan untuk melayani administrasi kependudukan

“Masyarakat bisa langsung datang ke kios itu dan bisa ditunggu sehingga masyarakat tidak perlu datang lagi kekabupaten untuk urusan administrasi kependudukan,”ucapnya

Ia ungkapkan untuk sekarang kios pelayanan kependudukan ada 6 (enam) Desa untuk percontohan dahulu dan setelah sosialisasi 6 desa percontohan maka segera dilanjutkan akan dibangun kios pelayanan kependudukan untuk seluruh desa se-kabupaten OI

“Makanya malam ini Kepala Desa (Kades) dan para operatornya dilatih untuk memberikan layanan kependudukan sesuai dengan visi misi Bupati OI bahwa kita akan memberikan pelayanan kependudukan yang optimal kepada masyarakat dan mendekatkan pelayanan yang ada secara bertahap,” katanya Wakil Bupati OI

Sementara Kadis Dukcapil OI Akhmad Luthfi mengatakan sesuai dengan intruksi Kementerian Dalam Negeri dan Bupati Ogan Ilir pada hakekatnya ingin mendekatkan kepada masyarakat untuk meningkatkan pelayanan kependudukan

“Sosialisasi pada malam ini untuk memberikan pemahaman kepada Camat dan para Kepala Desa sehingga tidak ragu-ragu untuk melaksanakan dalam melayani administrasi kependudukan didesa karena Camat dan Kepala Desa merupakan garda terdepan dalam hal pelayanan publik,” ujarnya

Dirinya menuturkan sesuai sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 07 tahun 2019 tentang pelayanan online dan permendagri 104 dan 109 tahun 2019 bahwa semua dokumen kependudukan bisa dicetak memakai kertas HVS putih 80 gram

“Masyarakat bisa cetak-cetak sendiri dan seluruh dokumen yang kita terbitkan dengan tanda tangan elektronik tidak perlu lagi legalisir dimana selama ini masyarakat ketika membutuhkan dokumen harus legalisir,” tuturnya

Baca Juga :  DPD FBBI Sumsel Mengucapkan HUT - 64 Kab Musi Banyuasin

Akhmad Luthfi beberkan terkait semua pelayanan yang sudah diamanatkan oleh undang-undang bahwa semua pelayanan dokumen kependudukan diseluruh wilayah Republik Indonesia (RI) tidak dipungut biaya

“Alhamdulillah untuk blanko E-KTP sampai saat ini khususnya kabupaten OI tidak pernah kekosongan dengan pelyanan E-KTP untuk masyarakat lebih dari 100 persen sudah dilakukan pemkab OI dimana usia 16 tahun keatas sudah kita rekam untuk E-KTP dengan cara jemput bola kesekolah-sekolah tetapi belum bisa kita cetak karena menunggu usia 17 tahun baru bisa dicetak,”bebernya

Ia juga menjelaskan Kios pelayanan kependudukan secara mandiri artinya Kades dan perangkat Desanya memakai alat sendiri untuk pelayanan kependudukan seperti leptop dan printer dan Desa yang sudah dibekali oleh Dinas Dukcapil Pemkab OI yaitu Desa Palu, Desa Talang Balai Baru 2, Desa Talang Balai Lama, Desa Tanjung Agas, Desa Tanjung Harapan

“Selesai dari pelatihan malam ini kami akan melakukan Bimbingan teknis (Bimtek) terlebih dahulu untuk seluruh operator yang diutus oleh Kades se-kabupaten OI terkait pelayanan kependudukan dan selanjutnya akan kita bentuk kios-kios pelayanan Desa yang berlokasi dikantor Kades sehingga kita punya tenaga operator profesional seperti yang disampaikan Bupati harus kerja sama dengan Dinas PMD karena biaya pengoperasiannya menggunakan APBDes seperti honor operator, Aat Tulis Kantor (ATK) dan sebagainya,”jelasnya

Terakhir Akhmad Luthfi menambahkan terkait data kematian penduduk kabupaten OI, Dinas Dukcapil telah menyurati Kades melalui Camat secara rutin untuk melaporkan data-data kematian dan langsung akan diterbitkan akat kematian, dengan demikian data akan kependudukan akan terhapus

“Harapan Pemkab OI pada waktunya nanti masyarakat untuk mengurus administrasi kependudukan cukup di Desa masing-masing sehingga menghemat waktu dan terhindar dari biaya pungutan liar dan kepada seluruh Camat beseta para Kades Kabupaten OI bekerja keras agar seluruh masyarakat dengan kesadaran untuk memiliki dokumen kependudukan,”tutupnya (Iin)

Komentar

News Feed