Kamis, 15 Juli 2021 15:32 WIB

Gerakan Rakyat Muda Menggugat (Geram) Pertanyakan MOU Bank Sumsel Dengan Pihak Pengembang Pasar Cinde Yang Mangkrak

Oleh : | Editor : Junaidi Hutauruk
Dibaca :386 kali dibaca | Durasi baca : 2 Menit

“Kami mempertanyakan kejelasan mega proyek pasar Cinde yang hingga kini masih mangkrak. Padahal disana ada periuk nasi ratusan pedagang, ” Kata Ketua Geram, bung Enho dalam aksinya.

MEDIASUMATERA.ID-PALEMBANG : Puluhan massa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Muda Menggugat Sumsel (Geram) mendatangi kantor Bank Sumsel Babel (BSB) Jakabaring dan kantor DPRD Sumsel, Kamis (15/7).

Mereka mempertanyakan kejelasan proyek pembangunan pasar Cinde yang hingga kini mangkrak tanpa kejelasan.

“Kami mempertanyakan kejelasan mega proyek pasar Cinde yang hingga kini masih mangkrak. Padahal disana ada periuk nasi ratusan pedagang, ” Kata Ketua Geram, bung Enho dalam aksinya.

Lokasi pertama yang didatangi adalah kantor BSB karena Bank milik pemerintah itu diduga telah mengucurkan permodalan kredit modal kerja kepada pengembang.

Dalam tuntutannya, Geram meminta Klarifikasi BSB tentang dugaan kucuran dana pembangunan Cinde Kepada pengembang, kejelasan nota kesepakatan kerjasama yang sudah ditandatangani pihak BSB, Pemerintah Provinsi Sumsel dan pengembang, meminta DPRD Sumsel segera memanggil pihak terkait agar pembangunan jelas, seperti Gubernur Sumsel, jajaran Direksi BSB, Walikota Palembang, Harnojoyo yang menerbitkan SK sebagai Cinde bangunan Cagar Budaya hingga tindak lanjut, menyelidiki dan melaporkanya ke Polda Sumsel, Kejagung RI hingga KPK RI.

“Kami sejak 2017, lalu  mengawal pembangunan Cinde. Kami sedih karena icon pasar kebanggaan sekarang sudah hancur tanpa kejelasan, ” Katanya.

Pimpinan Satuan Hukum BSB, Doni Rakasiwi membantah tentang aliran Dana kredit modal kerja terhadap pengembang. Namun dia mengakui sudah Ada kesepakatan hingga penandatangan kerjasama dengan pemerintah dan pengembang untuk pembangunan pasar cinde, kala itu.

Menurutnya, apalagi BSB sebagai bank milik pemerintah harus mendukung semua program kerja pemerintah. Namun seiring berjalannya waktu, ternyata ada salah satu hal yang tidak terpenuhi sehingga kucuran kredit dibatalkan oleh BSB.

Baca Juga :  SUMARJONO SARAGIH : INOVASI BARU RUMAH DAN BUKU UNTUK PEREMPUAN SAWIT

“Memang Ada MOU dan penandatangan. Tapi karena ada salah satu poin yang tidak dipenuhi oleh debitur makanya dana tidak jadi kami kucurkan, ” Katanya.

Terkait adanya temuan hasil audit BPK RI, yang menyebut ada kucuran kredit miliaran yang tidak tertagih pada tahun 2017, lalu, Doni membantah. Menurutnya, temuan itu tidak ada kaitannya dengan pengembangan pasar Cinde. “Itu beda masalah. Temuan BPK itu akan kita pelajari dulu, ” Pungkasnya. (RZK)

Komentar

News Feed