Hidup Yang Bermakna

Hidup Yang Bermakna

SALVE, mediasumatera.id – bagimu para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Sudahkah hidup Anda bermakna bagi sesama, melalui bakat, kemampuan, dan keterampilan yang Anda miliki atau lewat tugas yang dipercayakan kepada Anda?

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 8: 1 – 3, yakni perempuan-perempuan yang melayani Yesus. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus berkeliling dari kota ke kota, dari desa ke desa, mewartakan Injil Kerajaan Allah. Ia tidak hanya menyampaikan kabar baik dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan nyata: menyembuhkan, mengangkat yang tertindas, dan menunjukkan KASIH Allah yang hidup. Hidup-Nya adalah teladan sempurna tentang makna sejati: memberi diri sepenuhnya demi keselamatan orang lain, bahkan sampai wafat di kayu salib. Jadi, bacaan Injil ini, kita melihat bahwa hidup yang bermakna bukan hanya milik Yesus, tetapi juga para rasul dan para wanita yang mengikuti-Nya. Mereka melayani sesuai dengan kemampuan, bakat, dan keterampilan yang Tuhan anugerahkan. Mereka tidak menunggu menjadi sempurna, tetapi mempersembahkan hidup mereka apa adanya dan Tuhan memakai itu untuk karya keselamatan.

Beberapa poin (puncta) untuk permenungan:
Pertama Hidup yang bermakna adalah hidup yang dipersembahkan, bukan disimpan untuk diri sendiri. Kedua Tuhan tidak menuntut kita melampaui kemampuan, bakat dan keterampilan, tetapi menghendaki kita memakai anugerah yang sudah kita miliki. Ketiga Sekecil apapun peran kita, jika dilakukan dalam KASIH dan iman, itu sangat berarti di mata Tuhan

Bagaimana dengan kita? Sebagai murid dan pengikut Kristus, kita pun dipanggil untuk memberi makna atas hidup kita melalui tugas, profesi, pekerjaan, dan pelayanan yang dipercayakan kepada kita. Entah kita seorang guru, petani, ibu rumah tangga, pelajar, atau pekerja kantoran, semua bisa menjadi ladang pewartaan Injil jika dijalani dengan KASIH dan kesetiaan. Oleh karena itu, jangan biarkan hari-hari hidup kita, berlalu tanpa makna. Dan, jadikan hidup Yesus sebagai role model hidup kita: berbuat baik, mewartakan KASIH, dan mempersembahkan diri bagi sesama. Karena hidup yang bermakna bukan soal besar kecilnya peran, tetapi kesetiaan dalam menjalankannya.

Baca Juga :  Anggur Baru Dalam Kantong Yang Baru*

Pertanyaan refleksi:
1. Apa bentuk pelayanan atau tugas yang saat ini aku jalani, dan bagaimana aku bisa menjadikannya sarana untuk mewartakan kasih Tuhan?
2. Sudahkah aku menggunakan kemampuan, bakat, dan keterampilan yang Tuhan anugerahkan untuk melayani sesama dengan setia?
3. Dalam hal apa aku bisa lebih meneladani hidup Yesus sebagai role model hidup yang bermakna, khususnya dalam berbuat baik dan memberi diri?

Selamat berefleksi🙏🙏