Kasihilah Sesamamu, Seperti Dirimu Sendiri

Kasihilah Sesamamu, Seperti Dirimu Sendiri

SALVE, mediasumatera.id – bagimu para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Sudahkah Anda mengasihi sesama mu, lewat: senyum, sapa, salam, sopan dan santun di hari ini? Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santa Perawan Maria, Ratu.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 22: 34 – 40, yakni hukum yang terutama.
Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus merangkum seluruh hukum Taurat dan ajaran para nabi dalam dua perintah yang tak terpisahkan, yakni: Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu, itulah hukum yang utama dan pertama. Dan yang kedua, yang sama pentingnya ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Ingat! Mengasihi Tuhan mungkin terasa lebih mudah, karena kita tahu bahwa Dia sempurna dan penuh kasih. Namun, mengasihi sesama, terutama mereka yang pernah menyakiti & melukai hati, serta perasaan kita, seringkali menjadi tantangan besar. Kata-kata “mengasihi” terdengar indah, tetapi dalam praktiknya, membutuhkan kerendahan hati, keberanian untuk mengampuni, dan kesediaan untuk menanggalkan gengsi. Sebab, kasih sejati tidak selalu besar dan spektakuler. Ia bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, melalui: senyum tulus, sapaan hangat, salam yang sopan, atau tindakan kecil yang dilakukan dengan hati yang bersih. Ketika kita mengasihi sesama seperti diri sendiri, kita sedang mencerminkan kasih Tuhan yang tak bersyarat.

Dan hari ini, kita juga mengenang Santa Perawan Maria, Ratu yang dengan kerendahan hati berkata melalui Fiat nya: “jadilah padaku menurut perkataan-Mu.” Lewat ketaatannya, Maria menjadi teladan kasih yang total kepada Tuhan dan sesama. Ia tidak hanya menerima kehendak Allah, tetapi juga merawat dan membesarkan Sang Kasih itu sendiri, yakni: Yesus Kristus.

Baca Juga :  Roh Kudus Akan Turun Atasmu

Maka, mari kita belajar dari Yesus dan Maria, bahwa KASIH bukan sekadar kata atau NARASI, melainkan tindakan atau AKSI nyata yang lahir dari HATI yang rendah dan terbuka. Semoga hari ini kita mampu mengasihi, bukan karena orang lain layak, tetapi karena kita sendiri telah lebih dulu dikasihi oleh Tuhan.

Pertanyaan Refleksi:
1. Apakah aku sudah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi dalam kehidupan sehari-hari? Atau masih ada bagian dari diriku yang belum sepenuhnya menyerahkan diri kepada-Nya?
2. Siapa orang dalam hidupku yang sulit untuk aku kasihi atau ampuni, dan apa yang menghalangiku untuk melakukannya dengan tulus? Apakah gengsi, luka batin, atau kurangnya kerendahan hati?
3. Dalam hal kecil apa aku bisa mewujudkan KASIH hari ini, baik kepada keluarga, sahabat, maupun orang asing yang aku jumpai? Mungkin lewat senyum, sapaan, atau tindakan sederhana yang membawa damai.
Selamat berefleksi🙏🙏