Minggu, 30 Mei 2021 22:03 WIB

Kereta Api Perkotaan Medan, Binjai, Deli Serdang Digagas Jadi Tulang Punggung Transportasi

Oleh : | Editor : Junaidi Hutauruk
Dibaca :411 kali dibaca | Durasi baca : 2 Menit

MEDIASUMATERA.ID-MEDAN : Kementerian Perhubungan akan membangun kereta api perkotaan kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang. Jalur layang kereta api pun akan dibangun di tiga daerah itu. Transportasi massal disiapkan menjadi masa depan kawasan.

Kementerian Perhubungan akan membangun kereta api perkotaan sebagai tulang punggung angkutan massal di kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang. Jalur kereta api layang yang saat ini sudah membentang di Medan dan Deli Serdang akan diperpanjang hingga ke Kota Binjai. Kapasitas Stasiun Besar Medan pun akan ditingkatkan. Sabtu (29/5/2021).

”Kami begitu antusias menjadikan angkutan massal sebagai angkutan masa depan di kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang. Kereta api akan menjadi transportasi masa depan di kawasan ini,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau Stasiun Besar Medan, Sumatera Utara.

Kereta Api Perkotaan Medan, Binjai, Deli Serdang Digagas Jadi Tulang Punggung Transportasi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) bersama Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (kedua dari kanan) dan Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution (tengah) meninjau Stasiun Besar Medan, Sumatera Utara, Sabtu (29/5/2021). Pemerintah akan membangun kereta api perkotaan Medan, Binjai, dan Deli Serdang.

Budi mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan peta jalan pembangunan transportasi massal di Kota Medan. Selain ditopang kereta api perkotaan, sejak tahun lalu juga sudah beroperasi transportasi massal berbasis bus (BRT) di Kota Medan. Pemerintah juga sedang merancang pembangunan kereta api ringan (LRT) sebagai alternatif transportasi massal lainnya.

Proyek yang akan dikerjakan tahun depan, kata Budi, adalah jalur layang kereta api Medan-Binjai. Proyek itu meliputi pembangunan jalur layang sepanjang 3,3 kilometer, jalur ganda 3,5 kilometer, dua stasiun baru, serta sistem persinyalan dan telekomunikasi. Kementerian Perhubungan pun menyiapkan Rp 1,47 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun jamak 2022-2024.

Selain itu, kata Budi, kapasitas jalur layang di Stasiun Besar Medan pun akan ditingkatkan dari dua menjadi enam jalur. Dengan kondisi dua jalur seperti sekarang, jalur layang hanya bisa dimanfaatkan oleh kereta api bandara. Sementara kereta api jarak jauh dan kereta api barang hingga kini masih menggunakan jalur kereta api yang ada di bawah.

Baca Juga :  Forum Jurnalis Peduli Pendidikan (FJPP) Sumsel : Masuk Ajaran Baru, Pahami Tujuan Diadakan MPLS Untuk Siswa Didik Baru

”Ini akan menjadi enam jalur. Ada yang menuju Binjai dan ada yang menuju Belawan. Masyarakat dari Binjai nantinya juga bisa langsung ke Bandara Kualanamu. Kereta api akan menjadi pilihan masyarakat,” kata Budi.

Budi mengatakan, mereka juga sedang merencanakan pembangunan LRT di Kota Medan. Bank Dunia pun telah memilih Kota Medan dan Kota Bandung untuk pengembangan LRT. Kereta ringan itu nantinya akan melayani jurusan lain untuk melengkapi jalur kereta api perkotaan yang sudah ada.

Transportasi massal perkotaan, kata Budi, sangat mendesak dikembangkan di Medan. Ia mencontohkan BRT yang sangat diminati masyarakat sejak diluncurkan tahun lalu. ”Bus jurusan Belawan-Medan itu sangat padat. Karena itu, akan segera kami berikan bus baru,” kata Budi.

Kereta Api Perkotaan Medan, Binjai, Deli Serdang Digagas Jadi Tulang Punggung Transportasi
Jalur kereta api layang membentang di sekitar Stasiun Besar Medan, Sumatera Utara, Sabtu (29/5/2021). Kementerian Perhubungan akan membangun kembali jalur layang hingga ke Binjai untuk mendukung kereta api perkotaan Medan, Binjai, Deli Serdang.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan, kemacetan lalu lintas bakal terjadi jika transportasi massal tidak dikembangkan. Ia menyebut, penduduk Sumut saat ini mencapai 15 juta jiwa dengan 5,6 juta di antaranya berada di Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo. ”Kalau semua punya mobil masing-masing, kita enggak bisa jalan,” kata Edy.

Menurut Edy, angkutan massal ke depan harus bersih, nyaman, sejuk, dan aman sehingga masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadinya. Saat ini, angkutan perkotaan di Medan hanya didominasi kendaraan pribadi, angkutan kota minibus, taksi, serta ojek dan taksi daring.

Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution menyambut baik program pembangunan angkutan massal yang dilakukan Kementerian Perhubungan. ”Kami berharap transportasi umum di Medan akan bisa lebih difungsikan dengan optimal. Tentunya program ini akan kami selaraskan dengan program Pemkot Medan,” kata Bobby.

Bobby menyebut transportasi massal akan mengurangi kemacetan di Kota Medan secara signifikan. Pembangunan jalur layang kereta api, misalnya, akan menghilangkan pelintasan sebidang kereta api yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan di Medan. (Rilis).

Komentar

News Feed