Akhir Zaman: Memisahkan Orang Jahat Dari Orang Benar

Akhir Zaman: Memisahkan Orang Jahat Dari Orang Benar

SALVE, mediasumatera.id – bagimu para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Sudahkah Anda mengawali harimu dengan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan Sang sumber hidup? Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santo Ignasius dari Loyola, Imam.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 13: 47 – 53, yakni perumpamaan tentang pukat. Seperti pukat atau jala yang dilabuhkan ke laut dan mengumpulkan berbagai jenis ikan, demikianlah Kerajaan Surga bekerja di dunia ini. Pada waktunya, para malaikat akan datang dan memisahkan orang yang jahat dari orang yang benar, seperti nelayan memisahkan ikan yang baik ke dalam pasu dan membuang yang tidak berguna. Jadi,
bacaan Injil hari ini memberi kita gambaran tentang akhir zaman bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai puncak dari penyaringan Ilahi. Tuhan tidak sembarangan; Ia memberi waktu, kesempatan, dan panggilan kepada setiap kita manusia untuk bertobat dan hidup benar.

Pesan untuk kita:
1. Kita hidup di tengah dunia yang penuh “jenis ikan”: berbagai karakter, niat, dan pilihan. Namun, Tuhan melihat hati kita masing-masing.
2. Kebaikan tidak diukur dari status, posisi, jabatan, pangkat, gelar, titel, melainkan dari kesetiaan kita dalam perbuatan baik, yang kecil sekalipun, dan kebenaran dalam hidup.
3. Akhir zaman adalah panggilan untuk berjaga-jaga, bukan ketakutan atau ancaman.

Pertanyaan Refleksi:

1. Apakah aku hidup sebagai “ikan yang baik” dalam pukat atau jala Tuhan? Bagian mana dari hidupku yang masih perlu diselaraskan dengan kebenaran dan kasih Allah?
2. Bagaimana aku merespons panggilan Tuhan untuk bertobat dan setia setiap hari? Dan apakah aku sungguh memanfaatkan waktu dan kesempatan yang diberikan sebelum akhir zaman tiba?
3. Siapa saja yang bisa aku doakan atau dampingi agar mereka tidak terbuang seperti “ikan yang buruk”? Mungkin Tuhan ingin menggunakan hidupku untuk menuntun orang lain menuju keselamatan.

Baca Juga :  Menjadi Pelita

Selamat berefleksi sembari ingat refleksi
spiritual santo Ignasius dari Loyola: “Jika Tuhan membuat Anda banyak menderita, itu adalah tanda bahwa Dia memiliki rencana besar untuk Anda”
🙏🙏