Kamis, 29 September 2022

Seleksi Bawaslu Sumsel, Harus Cerminkan Demokrasi Yang Bersih

Seleksi Bawaslu Sumsel, Harus Cerminkan Demokrasi Yang Bersih

Media Sumatera, Online. Palembang – Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum tentang Tugas, Wewenang, dan Kewajiban Pengawas Pemilu. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), baik di tingkatan pusat maupun tingkatan daerah memegang peranan yang cukup penting dalam menyongsong proses demokratisasi di Indonesia terkhusus lagi di Bumi Sriwijaya, Sumatera Selatan.

Proses seleksi calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel periode 2022-2027 kini sedang bergulir dan sudah memasuki tahapan akhir.

Proses seleksi calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel periode 2022-2027 memasuki babak baru, yakni tahap Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggata Bawaslu Provinsi, mengacu pada surat putusan 800/KP.01/Kl/08/2022 kini menyisakan enam nama calon Bawaslu Sumsel yang akan mengikuti tahap selanjutnya.

Adapun 6 nama calon Bawaslu Sumsel diantaranya, Ahmad Naafi (mantan komisioner KPU Sumsel), Ardiyanto (Komisioner KPU Muratara), Kurniawan (Komisioner KPU Palembang), Muhammad Sarkani (Ketua Bawaslu Muba), M Taufik (Ketua Bawaslu Palembang), dan Nana Priana (mantan komisioner KPU Lahat).

Menyikapi prihal tersebut Amir Iskandar, selaku tokoh muda Sumatera Selatan sekaligus sebagai Ketua OKP Pemuda Progresif Sumatera Selatan, memberikan pandangannya terkait proses seleksi calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel periode 2022-2027 ini.

“Kami mengaharapkan agar Komisioner Bawaslu Sumsel periode 2022-2027 yg terpilih nanti, mampu mengemban tugas sebagaimana Tupoksi nya, dan yang terpenting tidak masuk dalam jajaran Komisioner yg pernah diadukan serta di putus bersalah oleh DKPP RI.” tegasnya disela-sela aktifitasnya.

Hal senada diutarakan oleh Makmur selaku pengamat politik Sumatera Selatan, dia menghendaki orang-orang yang terpilih nanti bisa menjadi panutan dan tentunya bukan orang-orang yang pernah memiliki preseden buruk.

“Memasuki tahun politik ini, tentunya hal-hal yang berbau kecurangan sudah pasti menjadi momok bagi proses demokrasi di Indonesia, untuk itu kami menghimbau baik penyelenggara maupun pelaksana serangkaian hajatan besar itu di emban oleh orang-orang pilihan, dan tidak memiliki cacatan hukum, agar sesuai dan bisa jadi contoh yang baik bagi masyarakat.” harapnya.

Baca Juga :  Aksi Sosial DPC PDI Perjuangan Kota Palembang Jadi Partai Pelopor Adakan Vaksin Massal Dalam Mensukseskan Program Vaksinasi.

Lebih lanjut dia berharap Komisioner Bawaslu Sumsel periode 2022-2027 yg terpilih nanti memiliki kejujuran dan itegritas yang tinggi.

“Sebagai contoh, salah seorang Komisioner Bawaslu Palembang yang saat ini juga masuk enam besar, bisa dijadikan panutan karena telah memberikan bukti dalam melaksanakan tugasnya, dia berani melakukan pemecatan kepada Komisioner KPU yang terindikasi melakukan kecurangan pada waktu itu, ini merupakan sikap yang tepat dan patut di apresiasi dan di pertimbangkan jadi anggota yang lolos nantinya.” pungkasnya.