MEDIA SUMATERA, PALEMBANG – dalam perhelatan Porprov XII Sumatera Selatan di Oku Raya kontingen Palembang dari cabang olahraga catur sumbang dua medali emas, dua medali perak dan empat perunggu yang berhasil di kumpulkan.
Meski begitu, menurut ketua persatuan catur seluruh Indonesia ( Percasi) kota Palembang Okov Simanjuntak, keberhasilan atletnya pada perhelatan Porprov XIII Oku Raya terbilang sangat memuaskan.
” Apa yang kita dapatkan saat ini sudah bagus, bila di bandingkan pada Porprov sebelumnya,”tutur Okov Simanjuntak ketua Percasi Palembang saat di temui di sekretariatnya Jalan sersan sani bersama atlit dan pengurus pada jamuan makan siang di chess cafe, Sabtu(27/11/2021).

Apalagi untuk perhelatan Porprov XIII Oku Raya ini Percasi mengirimkan atlet yang lebih di dominasi kalangan muda masih duduk di bangku SMA dan SMP , yang menurut Okov Simanjuntak memiliki prospek lebih baik bagi Percasi kota Palembang kedepannya.
“Tapi juga ada beberapa atlet kita yang hijrah dari Palembang ke kabupaten kota lainnya, meski begitu kita masih bisa meraih emas”ungkapnya
Dari perolehan yang memuaskan pada cabor catur ini, ia mengaku dalam kepengurusan Percasi Palembang saja di bentuk baru baru ini, bahkan dalam mempersiapkan atlet catur hanya dalam kurun waktu dua bulan dari jelang perhelatan Porprov Sumsel XIII Oku Raya tersebut.
Namun setelah pulang dengan membawa pulang dua emas, dua perak dan empat perunggu. Okov Simanjuntak yang ikut mendampingi atlet saat pembukaan Porprov mendapatkan kesan kurang baik terkhusus pada pelaksanaan cabor catur.
Okov menerangkan pelaksanaan cabor catur yang di adakan di desa Gumawang BK 10, kecamatan Belitang kabupaten OKU timur. Dinilai kurang memadai . Pasalnya perhelatan yang semestinya di adakan d gedung JGC Oku timur, justru di pindahkan ke ruang kelas SMPN satu Belitang jaya imbuh Pak Adi Guna binpres koni kota palembang.
“Venue yang di pakai kurang memadai, meja yang di pakai saja itu meja belajar yang begitu kecil untuk meletakkan tangan di atas meja aja sudah tidak bisa karena sempit banget,”ungkapnya,
Catur yang merupakan olahraga kecerdasan dimana sangat membutuhkan fokus tinggi, namun dengan venue yang di pindahkan tanpa alasan jelas sangat mengganggu fokus para atletnya.
Belum lagi akibat bermain di dalam kelas tanpa pendingin ruangan, dan tanpa penerangan yang memadai ketika pertandingan berlangsung hingga sore hari terpaksa di pindahkan ke luar ruangan.
” Salah satu atlet kita kan main sampai sore, akibat di dalam kelas kurang terang jadi meski di pertengahan permainan harus di pindahkan ke lapangan luar kelas tentu itu kan ganggu konsentrasi atlet,”pungkasnya.
Selain itu, ia mengaku dalam konsumsi atletnya sempat mendapatkan lauk pauk yang sedikit sudah berbau tidak sedap.
“masalah konsumsi menu nya kurang baik atau kurang bergizi, bahkan sempat mendapatkan lauk ayam tapi sudah berbau tidak sedap. Tapi setelah kita komplain untungnya langsung di ganti dengan panitia,”ungkapnya melanjutkan.
Terakhir iya mengharapkan dalam perhelatan Porprov selanjutnya di sumatera selatan, terkhusus pada cabor catur Okov Simanjuntak meminta untuk lebih di perhatikan jangan sampai terulang kembali kejadian semacam ini.
” Kedepannya tolonglah di perhatikan olahraga catur ini juga, jangan di anak tirikan begitu, saya harap selanjutnya venue yang di siapkan untuk catur juga sangat memadai dan pantas,”tutupnya. (Diaz Erlangga)







