Berita  

Pandanglah Tuhan Yesus, Bukan Memandang Kesalahan Orang Lain

Pandanglah Tuhan Yesus, Bukan Memandang Kesalahan Orang Lain

PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id –  Di Minggu Okuli pada tanggal 23 Maret 2025 dalam rangka menyambut Paskah, Pdt. TMT Simamora, MTh menyampaikan renungan yang mendalam dan penuh makna mengenai panggilan untuk bertobat agar tidak binasa. Berlandaskan Firman Tuhan dari Lukas 13:1-5, beliau mengingatkan jemaat bahwa penderitaan dan musibah yang terjadi di dunia ini bukan semata-mata karena dosa yang lebih besar dari orang lain, melainkan sebagai peringatan agar setiap orang bertobat dan kembali kepada Tuhan.

Dalam khotbahnya, Pdt. TMT Simamora, MTh menekankan bahwa banyak orang cenderung menghakimi orang lain saat mengalami musibah atau kesulitan, namun Tuhan Yesus mengingatkan bahwa setiap orang harus memeriksa diri sendiri dan bertobat. “Bukan karena dosa mereka lebih besar, tetapi karena kita semua membutuhkan pertobatan untuk selamat,” tegasnya.

Dalam suasana Minggu Okuli yang berarti “mataku tertuju kepada Tuhan,” Pdt. TMT Simamora, MTh menyampaikan pesan yang mendalam tentang kasih Tuhan yang tidak terbatas, namun juga ketegasan-Nya terhadap dosa. Berlandaskan Firman Tuhan dari Lukas 13:1-5, beliau mengingatkan bahwa Tuhan adalah Allah yang penuh kasih, tetapi tidak berkompromi dengan dosa.

“Tuhan sungguh mengasihi setiap orang, termasuk para pelayan-Nya, para pendeta, dan seluruh umat-Nya. Tetapi kasih Tuhan bukan berarti Ia membiarkan kita hidup dalam dosa. Tuhan tidak menyukai dosa dan tidak menghendaki kita terus hidup di dalamnya,” ujar Pdt. TMT Simamora, MTh dengan penuh ketegasan.

Bencana alam kembali melanda Indonesia. Banjir bandang yang dahsyat menerjang kawasan Parapat, Sumatera Utara, menyebabkan kerusakan parah di sejumlah pemukiman dan fasilitas umum. Sementara itu, banjir besar juga melanda wilayah Bekasi dan Jakarta, mengakibatkan ribuan rumah terendam dan aktivitas masyarakat lumpuh. Salah satu gereja yang terdampak adalah Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Bekasi, yang mengalami kerusakan akibat tingginya debit air yang masuk ke dalam gedung gereja.

Baca Juga :  Aliansi Kaum Muda Indonesia Timur dan KIPRA Kita Prabowo Rekomendasi Jan Maringka Kawal Prabowo dalam Penegakan Hukum

Pandanglah Tuhan Yesus, Bukan Memandang Kesalahan Orang Lain

Pdt. Simamora menekankan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering kali mudah terjebak dalam kebiasaan menyalahkan dan menghakimi orang lain atas kesalahan atau musibah yang menimpa mereka. Namun, Yesus dengan tegas menyatakan bahwa penderitaan yang dialami seseorang bukan karena dosa mereka lebih besar, melainkan sebagai peringatan bagi semua orang untuk bertobat.

“Sering kali kita merasa lebih benar daripada orang lain, sehingga kita mudah menuding dan menyalahkan. Tapi Tuhan Yesus mengingatkan kita bahwa bukan itu yang harus kita lakukan. Sebaliknya, kita dipanggil untuk bertobat dan memperbaiki hidup kita sendiri,” ujar Pdt. TMT Simamora, MTh di hadapan jemaat yang menghadiri kebaktian Minggu Okuli.

Beliau juga mengingatkan bahwa fokus utama orang percaya adalah memandang kepada Tuhan, bukan mencari-cari kesalahan orang lain. “Saat kita sibuk melihat kesalahan orang lain, kita kehilangan arah dan menjauh dari kasih Tuhan. Tapi jika mata kita tertuju kepada Tuhan, kita akan mendapat kekuatan dan hikmat untuk menjalani kehidupan dengan kasih dan pengampunan.”

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, Pdt. TMT Simamora, MTh menyoroti bagaimana sikap membenarkan diri ini sering muncul dalam kehidupan sosial, bahkan di dalam gereja. Ketika seseorang mengalami kegagalan, bencana, atau masalah, sering kali muncul komentar seperti, “Pasti ada dosanya,” atau “Tuhan sedang menghukumnya.” Namun, Yesus mengajarkan bahwa musibah bukanlah ukuran kesucian atau dosa seseorang, melainkan peringatan bagi semua orang untuk bertobat.

“Yesus tidak ingin kita menghakimi orang lain. Sebaliknya, Dia mengajak kita untuk melihat ke dalam diri sendiri dan bertobat. Sebab jika kita tidak bertobat, kita pun akan binasa dengan cara yang sama,” tegas Pdt. TMT Simamora, MTh.

Pdt. TMT Simamora, MTh menekankan bahwa kasih Tuhan tidak boleh disalahartikan sebagai toleransi terhadap dosa. Tuhan memanggil setiap orang untuk meninggalkan kehidupan lama dan hidup dalam kebenaran. “Berhentilah melakukan kesalahan dan mulailah melakukan kebaikan. Jangan jadikan kasih Tuhan sebagai alasan untuk terus hidup dalam dosa. Kasih Tuhan justru harus menjadi dorongan bagi kita untuk hidup dalam kekudusan.”

Baca Juga :  Sat Reskrim Polres Dairi Ciduk Pelaku Curi Jeruk

Beliau juga menegaskan bahwa pertobatan sejati bukan sekadar berhenti melakukan dosa, tetapi berbalik kepada Tuhan dan hidup dalam kehendak-Nya. “Pertobatan itu berarti ada perubahan hidup. Jika sebelumnya kita hidup dalam kesombongan, sekarang kita harus hidup dalam kerendahan hati. Jika sebelumnya kita hidup dalam kebencian, sekarang kita harus belajar mengasihi. Jika sebelumnya kita hidup dalam kejahatan, sekarang kita harus mulai melakukan kebaikan.”

Pdt. TMT Simamora, MTh memberikan contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari. “Jika dulu kita mudah marah dan menyalahkan orang lain, sekarang saatnya kita belajar memaafkan. Jika dulu kita hanya memikirkan diri sendiri, sekarang saatnya kita belajar untuk peduli pada orang lain. Inilah wujud nyata dari pertobatan sejati.”

Renungan ini diakhiri dengan doa dan nyanyian pujian, komitmen jemaat untuk hidup dalam kasih dan kebenaran. “Tuhan, terima kasih atas kasih-Mu yang besar. Ajar kami untuk hidup dalam pertobatan, menjauhi dosa, dan melakukan kebaikan di dalam nama-Mu. Kami mau hidup berkenan di hadapan-Mu, karena Engkaulah sumber kasih dan kebenaran yang sejati.”

“Mataku tertuju kepada Tuhan, sebab Ia yang akan melepaskan kakiku dari jerat.” (Mazmur 25:15)

Kebaktian ini berlangsung sungguh luar biasa, walaupun pagi hari dilanda hujan, namun jemaat yang hadir dengan jumlah 171 orang, meskipun ibadah berlangsung di samping gereja yang sedang dalam proses renovasi. Suasana ibadah yang penuh khidmat dan semangat menjadi bukti nyata bahwa kemurahan Tuhan terus menyertai jemaat di tengah segala tantangan.

Bagi jemaat dan donatur yang tergerak untuk memberikan bantuan bagi renovasi GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar, dapat menyalurkan donasi melalui:

Rekening Donasi:
🏦 Bank: Bank SUMUT
💳 Nomor Rekening: 22002040465521
📌 Atas Nama: PANPEM GKPI JK Immanuel

Baca Juga :  Tampil Menawan, Ulfa Bone Rilis Single Hits Berikan Aku Cinta

Setiap dukungan yang diberikan, baik besar maupun kecil, akan sangat berarti bagi pembangunan rumah Tuhan. Tuhan memberkati setiap tangan yang memberi dengan sukacita.

“Dan rumah yang hendak kudirikan itu harus besar, sebab Allah kita lebih besar dari segala allah. Tetapi siapakah yang mampu mendirikan rumah bagi-Nya, karena langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku ini, sehingga aku mampu mendirikan rumah bagi-Nya, kecuali hanya untuk membakar korban di hadapan-Nya?”

(2 Tawarikh 2:5-6)

Soli Deo Gloria.

(VIP)