Berita  

Ayo Saksikan Konser Musik Liturgi Bersama Seminari Menengah St Paulus Palembang

Ayo Saksikan Konser Musik Liturgi Bersama Seminari Menengah St Paulus Palembang

PALEMBANG, mediasumatera.id – Guna memperkuat kemampuan para seminaris dalam pemahaman dan ketrampilan menyanyikan lagu-lagu gerejani dan menjadikan seminari sebagai pusat pengembangan musik liturgi yang didukung oleh Komisi Seminari Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), tiga seminari akan mengadakan konser bersama di Jakarta pada 21-23 Juni 2025. Ketiga seminari tersebut adalah Seminari St Paulus Palembang, Seminari menengah Christus Sacerdos Pematang Siantar dan Seminari Wacana Bhakti Jakarta. Guna pemanasan dan fundraising konser tersebut maka pada tanggal 7 Juni 2025 seminar menengah Santo Paulus Palembang akan mengadakan konser sebagai langkah persiapan sekaligus gladi resik bertempat di Gedung Theater SMA Kusuma Bangsa Jln Abdul Rozak 8 Ilir Palembang.

Pastor Titus Jatra Kelana selaku pendamping seminaris St Paulus Palembang dan ketua panitia konser music liturgy mengatakan bahwa “Qui bene cantat bis orat maksudnya yang bernyanyi dengan baik sama dengan berdoa dua kali)” merupakan sebuah adagium klasik dan populer yang pernah diucapkan oleh seorang Uskup dan Pujangga Gereja, bernama St. Agustinus. Dan nyanyian merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari sebuah perayaan liturgi. Berangkat dari keyakinan itu maka 94 seminaris di Seminari Menengah St. Paulus Palembang, Sumatera Selatan pun secara khusus mengikuti persiapan bertajuk “Pelatihan Vokal Musik Liturgi “ guna persiapan konser.

Musik Liturgi
Dalam Gereja Katolik, Musik Liturgi merupakan bagian penting dan utuh dari sebuah perayaan liturgi yang memiliki peran atau tugas penting, yaitu melayani liturgi, melayani ibadah kepada Tuhan. Ada tiga dimensi dari Musik Liturgi, yaitu Dimensi Liturgis (peribadatan), Dimensi Eklesiologis (pewartaan iman umat), dan Dimensi Kristologis (pengakuan akan Kristus sebagai Juru Selamat). Dalam perayaan liturgi umat memuji Allah dan pada saat yang sama Allah hadir untuk menguduskan umatNya. Kehadiran dan karya Allah itu harus ditanggapi dengan penuh hormat dan syukur, salah satunya dengan menggunakan musik dan nyanyian yang sesuai dengan kaidah musik liturgi. Dengan demikian harapannya sebuah perayaan liturgi tidak terasa “garing” tapi terasa sakral menggetarkan sanubari, menghadirkan pengalaman magnum mysterium (misteri keagungan iman) yang menghantar umat semakin menghayati iman dan kehadiran Tuhan dalam hidupnya.

Baca Juga :  Kapolresta Deli Serdang Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Zebra Toba 2024

Ayo Saksikan Konser Musik Liturgi Bersama Seminari Menengah St Paulus Palembang
Ketentuan tentang Musik Liturgi secara khusus tertuang dalam Dokumen Konsili Vatikan II, yaitu Konsitusi tentang Liturgi Sacrosanctum Concilium No. 112-121 dan dipertegas dengan Dokumen Musicam Sacram, Instruksi Konsili Vatikan II tentang Musik dalam Liturgi. Para seminaris diajak untuk menyadari bahwa berlatih dan bernyanyi dengan baik itu juga menjadi bagian dalam penghayatan proses pembinaan di seminari. Terdapat 4 pilar pembinaan di seminari ini, yaitu Sanctitas, Sanitas, Scientia, dan Sosialitas. Ketika berlatih dan bernyanyi dengan baik, maka serentak juga belajar memaknai, menghayati dan mempraktekkan keempat pilar tersebut.

Pastor Titus Waris Widodo SCJ Rektor Seminari St. Paulus mengajak umat beriman ataupun yang berminat dalam hal musik di Palembang dan sekitarnya dapat berpartisipasi menonton konser musik liturgy tersebut baik di Gedung Theater Kusuma Bangsa Palembang pada 7 Juni 2025 ataupun bisa menghadiri pada konser di Jakarta 21-23 Juni 2025. Tiket konser dapat menghubungi nomor kontak pada flyer.

Pastor Titus berharap kiranya dapat mewujudkan seminari sebagai center of excellence praksis musik liturgi Gereja Katolik adalah sebuah harapan dan cita-cita yang perlu diupayakan dengan semangat berjalan bersama dalam kolaborasi. Dalam bingkai ziarah pengharapan pada Tahun Yubelium 2025 yang dilandasi semangat spes non confundit, harapan dan cita-cita tersebut merupakan sebuah peziarahan yang layak dijalani, karena harapan tak mengecewakan.( daris)