Umat Katolik di Palembang Tandai Masa Prapaskah dengan ‘Kado Kehidupan’ melalui Donor Darah

Umat Katolik di Palembang Tandai Masa Prapaskah dengan 'Kado Kehidupan' melalui Donor Darah

Palembang, mediasumatera.id – Tahun 2026 menghadirkan momen spiritual yang langka dan syahdu. Secara bersamaan, umat Katolik sedang menjalani masa Prapaskah dan umat Muslim memasuki bulan suci Ramadhan. Di tengah suasana penuh doa, pantang, dan matiraga ini, Gereja Santo Yoseph dan Gereja St. Petrus Palembang memilih merayakannya dengan sebuah langkah nyata bagi kemanusiaan: berbagi tetes darah.

Bertempat di Gedung Aula Serbaguna Santo Yoseph, Jalan Jenderal Sudirman,dan Balai pertemuan Paroki St Petrus Jln Betawi Raya Kenten Palembang puluhan umat berkumpul sejak pagi tadi bukan hanya untuk beribadah, tetapi untuk mendonorkan darah mereka melalui bakti sosial yang bekerja sama dengan PMI Kota Palembang.

Umat Katolik di Palembang Tandai Masa Prapaskah dengan 'Kado Kehidupan' melalui Donor Darah
Menjaga Napas Sesama di Bulan Puasa
Kegiatan ini lahir dari kesadaran akan tantangan yang sering dihadapi dunia medis saat masa puasa, yakni menipisnya stok darah di PMI.
“Saat ini banyak orang yang membutuhkan donor darah, terlebih di masa puasa seperti sekarang. Aksi sekecil apa pun sangat berarti bagi mereka yang sedang berjuang di rumah sakit,” ungkap dr. Angela M. Leni, Ketua Panitia Donor Darah.

Umat Katolik di Palembang Tandai Masa Prapaskah dengan 'Kado Kehidupan' melalui Donor Darah
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah agenda rutin yang dilakukan tiga kali setahun (Maret, Juli, dan November). Namun, penyelenggaraan kali ini terasa lebih bermakna karena bertepatan dengan masa refleksi suci dua agama besar di Indonesia.

Antusiasme dan Kepedulian
Di Paroki Gereja St Yoseph Palembang , sepanjang kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.30 hingga 12.00 WIB, tercatat sebanyak 65 orang mendaftarkan diri. Dari jumlah tersebut, 61 kantong darah berhasil dikumpulkan untuk membantu menyelamatkan nyawa sesama. Beberapa calon pendonor harus rela menunda niat baiknya karena kondisi kesehatan seperti tekanan darah tinggi atau faktor konsumsi obat.

Baca Juga :  Danrem 023/KS Dampingi Kepala BNPB Tinjau Lokasi Bencana Alam Di Desa Simangulampe

Tak hanya sekadar mendonorkan darah, para peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, mulai dari cek gula darah, kolesterol, hingga asam urat serta konsultasi dokter untuk memastikan kondisi fisik mereka tetap prima selama menjalani masa puasa.Umat Katolik di Palembang Tandai Masa Prapaskah dengan 'Kado Kehidupan' melalui Donor Darah

Pesan Solidaritas Tanpa Batas
PMI Kota Palembang turut me mberikan apresiasi dan mengingatkan pentingnya persiapan bagi para pahlawan kemanusiaan ini, seperti:
• Tidur cukup (minimal 6 jam) sebelum donor.
• Sarapan yang bergizi.
• Tidak mengonsumsi obat-obatan tiga hari sebelumnya (kecuali vitamin atau obat rutin tertentu bagi penderita diabetes/hipertensi sesuai ketentuan).
Aksi yang dilakukan oleh umat Paroki Santo Yoseph dan Gereja St. Petrus Kenten ini menjadi bukti bahwa spiritualitas tidak hanya berhenti di atas altar atau sajadah, tetapi mengalir nyata melalui urat nadi untuk membantu sesama tanpa memandang latar belakang.

Harapannya, semangat kasih dan solidaritas ini terus menyala, menginspirasi lebih banyak orang untuk ikut serta dalam aksi kemanusiaan di masa-masa mendatang.(daris)