mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Matematika ala dunia dan matematika ala Yesus berbeda hasilnya. Bagi dunia, 5 + 2 = 7, tetapi bagi Yesus, 5 + 2 = 12. Inipun kelebihan dari jumlah 5000. Atau bagi dunia, 5 + 2 = kekurangan, sedangkan bagi Yesus, 5 + 2 = kelimpahan.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 6: 1 – 15, yakni Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang. Dalam bacaan Injil hari ini, di bukit nan hijau itu, ribuan orang lapar. Filipus menghitung: dua ratus dinar pun tak cukup. Andreas membawa seorang anak dengan lima roti jelai dan dua ikan kecil. Secara logika, itu hanya cukup untuk satu orang.
Namun Yesus tidak menghitung kekurangan. Ia mengucap syukur atas yang ada, memecah-mecahkan, lalu membagikan. Hasilnya? Semua makan sampai kenyang, dan masih tersisa dua belas bakul penuh.
Matematika dunia berkata: 5 + 2 = 7, dan itu pun terbatas. Sedangkan matematika Yesus berkata: 5 + 2 = 12 justru kelimpahan, bahkan berlebih. Rahasia mujizat bukan pada jumlah, melainkan pada HATI yang rela memberi. Anak kecil itu tidak menunggu kaya. Ia memberi dari kecukupan yang sederhana, bahkan dari kekurangan. Dan Tuhan menggandakannya, menjadikannya BERKAT bagi banyak orang.
Pesan bagi kita:
Para saudaraku, jangan tunggu kaya baru memberi. Jangan pelit atau kikir karena takut kekurangan. Berilah dari apa yang ada, waktu, perhatian, senyum, atau harta kecil sekalipun. Tuhan sanggup mengubah yang SEDIKIT menjadi KELIMPAHAN. Karena di tangan Yesus, matematika selalu berbeda:
5 + 2 bukan sekadar 7, melainkan 12 bakul sisa. KELIMPAHAN lahir dari KESEDIAAN untuk memberi atau berbagi, bukan dari berlimpahnya HARTA.
Pertanyaan refleksi
1. Apa “lima roti dan dua ikan” yang saya miliki hari ini, hal kecil yang bisa saya persembahkan bagi Tuhan dan sesama?
2. Apakah saya lebih sering menghitung kekurangan saya, ataukah saya berani percaya bahwa Tuhan sanggup menggandakan yang sedikit menjadi kelimpahan?
3. Bagaimana saya bisa belajar memberi dengan tulus dari kecukupan atau bahkan kekurangan, tanpa takut menjadi miskin, melainkan yakin akan berkat yang berlimpah?
Selamat berefleksi🙏🙏
Doa Singkat
Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk tidak sibuk menghitung kekurangan, tetapi berani memberi dari apa yang ada pada kami. Jadikan HATI kami tulus dan rela, agar Engkau mengubah yang sedikit menjadi kelimpahan. Biarlah HIDUP kami menjadi saluran BERKAT bagi banyak orang, dan nama-Mu dimuliakan. Amin.







