Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BP Kebudayaan) Sumatera Utara Sukronedi, S.Si, M.A Pimpin Sosialisasi Materi dan Pembekalan Teknis Pegiat Budaya Sumatera Utara.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BP Kebudayaan) Sumatera Utara Sukronedi, S.Si, M.A Pimpin Sosialisasi Materi dan Pembekalan Teknis Pegiat Budaya Sumatera Utara.

Medan, mediasumatera.id – Sosialisasi materi dan pembekalan teknis pegiat budaya Sumatera Utara tentang Bantuan Pemerintah Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan tahun 2026 dibuka kepala BP Kebudayaan didampingi Kasubbag dan Tim FPK di kantor BP Kebudayaan Sumut, Kamis, 16 April 2026.
Kegiatan diisi dengan menyanyikan lagu Indonesi Raya, Doa Pembukaan, Laporan Panitia/Tim FPK, Kata Sambutan, Pemaparan Materi, Sesi Tanya-Jawab dan Melengkapi/Penandatanganan Berkas Penerima Bantuan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Sukronedi SSi, M.A menyampaikan terimakasih kepada seluruh pegiat perorangan maupun lembaga yang telah ikut berkontribusi melestarikan dan memajukan kebudayaan secara khusus di wilayah Sumatera utara.
Beliau juga menyampaikan, yang lulus seleksi penerima bantuan kegiatan budaya ada sebanyak 48 kegiatan bentuk perorangan/ lembaga dari 180 permohonan bantuan kegiatan yang diajukan pegiat budaya.
Sukronedi berharap, BP Kebudayaan Sumatera Utara ke depan mampu mengalokasikan dana yang lebih banyak lagi guna mendukung kemajuan pelestarian dan pengembangan kebudayaan secara khusus di wilayah Sumatera Utara.
Group WA yg sudah dibentuk diharapkan mampu menjadi sarana berbagi informasi untuk sesama pegiat budaya maupun dengan BP. Kebudayaan Sumateran Utara, termasuk juga pemberian informasi bantuan lainnya yang mendukung kesejahteraan masyarakat, ujar Sukronedi.
Kegiatan sosialisasi materi dan pembekalan teknis ini terlaksana dengan baik dan penuh semangat, Tim FPK (T. Junaidi Nadapdap, Karmila Karo, Witri, dan Lidia Sitanggang ) menyampaikan materi sosialisasi dan poin-poin penting yang menjadi bekal bagi pegiat budaya dalam melaksanakan kegiatan maupun penggunaan bantuan dana yang diberikan oleh pemerintah kepada pegiat budaya perorangan maupun lembaga.
Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan diskusi tanya-jawab. Peserta kegiatan dengan antusias mempertanyakan beberapa hal seperti kewajiban pajak, bentuk/ dead line laporan pertanggungjawaban.
Selain menyampaikan pertanyaan peserta diskusi juga mengusulkan agar dibuat data informasi mengenai kegiatan budaya dan nama- nama pegiat budaya yang dapat diakses secara digital dan ada juga yang menyampaikan sedikit curhat suka-duka dalam melaksanakan kegiatan budaya baik perorangan maupun lembaga.
Semua masukan dan pertanyaan dari seluruh peserta kegiatan diterima dan dijelaskan oleh Tim FPK hingga seluruh peserta diskusi merasa puas.
Salah satu penerima Bantuan Pemerintah Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan tahun 2026 Manangkas Sigiro dari Pematangsiantar mengajukan kegiatan Workshop Tak Jul Nang.
Tak Jul Nang adalah alat musik tradisional khas Simalungun yang terbuat dari bambu yang dimainkan petani atau peladang pada masa dulu untuk menghibur diri sendiri ketika menjaga tanaman dari hewan pengganggu.
Saat ini penggunaan alat musik ini semakin berkurang dan terancam punah disebabkan perubahan gaya hidup petani/peladang dengan berkembangnya teknologi.
Manangkas Sigiro berharap dengan adanya workshop ini, proses pembuatan dan memainkan alat musik Tak Jul Nang bisa diwariskan kepada generasi muda.
Selain itu, Manangkas Sigiro akan berkolaborasi dengan seniman musik Simalungun untuk mencoba memadukan alat musik Tak Jul Nang dengan alat musik khas Simalungun lainnya serta alat musik modern sehingga tercipta inovasi baru yang memanfaatkan alat-alat musik khas Simalungun yang terancam punah dan yang masih dimainkan saat ini.

Baca Juga :  Uskup Bertin: Situasi Kelaparan di Somalia Memburuk

(HPS)