Saat Kompetensi Menjadi Kunci Masa Depan, LSP Edu Digital Deztron Indonesia Jalani Full Assessment BNSP

Saat Kompetensi Menjadi Kunci Masa Depan, LSP Edu Digital Deztron Indonesia Jalani Full Assessment BNSP

MEDAN, mediasumatera.id – Di tengah pesatnya transformasi digital dan ketatnya persaingan dunia kerja, satu pertanyaan besar kini muncul: apakah ijazah saja masih cukup? Jawabannya semakin jelas. Dunia industri kini membutuhkan bukti kompetensi yang terukur, terstandar, dan diakui secara nasional. Karena itu, sertifikasi profesi menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing.

Momentum tersebut terlihat saat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melaksanakan Full Assessment terhadap LSP Edu Digital Deztron Indonesia, Sabtu (13/06/2026). Assessment ini menjadi tahapan strategis dan menentukan dalam proses perolehan lisensi sebagai lembaga penyelenggara sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional.

Full Assessment merupakan proses evaluasi menyeluruh yang dilakukan BNSP untuk memastikan kesiapan lembaga dalam menjalankan sistem sertifikasi kompetensi sesuai standar nasional. Penilaian mencakup sistem manajemen mutu, tata kelola organisasi, kelayakan asesor kompetensi, perangkat asesmen, hingga kesiapan operasional lembaga.

Tim Asesor Lisensi BNSP yang memimpin kegiatan tersebut terdiri atas Silvia Wahyuni Harahap selaku Ketua Tim dan Nurul Fajriah sebagai anggota tim asesor.

Dari pihak LSP Edu Digital Deztron Indonesia hadir jajaran pengurus inti yang menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan sertifikasi kompetensi di Indonesia. Hadir dalam kegiatan tersebut Beni Arbi Batubara, S.H., M.H. selaku Manajer Sertifikasi, Abdul Muin Nasution, S.Si., M.Kom. selaku Manajer Manajemen Mutu, Afrizal Sofyan Lubis, S.M., M.M. selaku Manajer Administrasi dan Keuangan, Abdurrasyid Aulia Rahman, S.Kom., M.Kom. dan Ferry H. Nababan, S.T., M.Kom. selaku Komite Skema, Marwan Al Fajri, S.T., M.Kom. selaku Divisi IT, Nurcahaya Nainggolan, SST., M.K.M., Ph.D. selaku Anggota Dewan Pengarah, serta Aulia Ukhtin, S.Pd., M.A. selaku Divisi Administrasi.

Saat Kompetensi Menjadi Kunci Masa Depan, LSP Edu Digital Deztron Indonesia Jalani Full Assessment BNSP

15 Skema Sertifikasi IT untuk Menjawab Tantangan Industri Digital

Salah satu sesi yang menjadi sorotan dalam Full Assessment adalah pemaparan Materi Uji Kompetensi (MUK) oleh dan Ferry H. Nababan, S.Kom, M.Kom dan Abdurrasyid Aulia Rahman, S.Kom, M.Kom selaku Komite Skema.

Saat Kompetensi Menjadi Kunci Masa Depan, LSP Edu Digital Deztron Indonesia Jalani Full Assessment BNSP

Keduanya mempresentasikan kesiapan 15 skema sertifikasi bidang Teknologi Informasi (IT) yang dirancang berdasarkan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi digital yang terus berubah. Skema-skema tersebut nantinya menjadi pilihan bagi para calon asesi untuk memperoleh pengakuan kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing.

Sebagai dosen dan akademisi yang aktif dalam pengembangan pendidikan teknologi informasi, Ferry H. Nababan menegaskan bahwa dunia kerja saat ini tidak hanya mencari lulusan, tetapi juga mencari individu yang mampu membuktikan kompetensinya.

“Di era digital saat ini, kompetensi menjadi salah satu modal utama untuk bersaing. Sertifikasi profesi hadir bukan sekadar sebagai dokumen, tetapi sebagai bukti bahwa seseorang memiliki kemampuan yang telah diuji dan diakui sesuai standar nasional,” ujarnya.

Senada dengan itu, Abdurrasyid Aulia Rahman menjelaskan bahwa seluruh skema sertifikasi dan Materi Uji Kompetensi yang disusun mengacu pada standar yang berlaku sehingga hasil sertifikasi benar-benar mencerminkan kemampuan peserta.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap asesi yang dinyatakan kompeten benar-benar memiliki kemampuan sesuai standar yang dipersyaratkan. Oleh karena itu, perangkat asesmen harus disusun secara objektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Saat Kompetensi Menjadi Kunci Masa Depan, LSP Edu Digital Deztron Indonesia Jalani Full Assessment BNSP

Bukan Sekadar Sertifikat, tetapi Jaminan Kompetensi

Manajer Sertifikasi LSP Edu Digital Deztron Indonesia, Beni Arbi Batubara, menegaskan bahwa Full Assessment merupakan momentum penting untuk memperkuat tata kelola lembaga sekaligus meningkatkan kualitas layanan sertifikasi kompetensi.

“Melalui Full Assessment ini, kami berharap seluruh standar dan persyaratan sistem sertifikasi kompetensi dapat dipenuhi secara optimal sehingga mampu menghadirkan layanan sertifikasi yang profesional, kredibel, dan sesuai dengan ketentuan BNSP,” katanya.

Menurutnya, berbagai masukan yang diberikan oleh Tim Asesor BNSP akan menjadi bekal berharga dalam penyempurnaan sistem sertifikasi sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia pendidikan, dan dunia industri.

Saat Kompetensi Menjadi Kunci Masa Depan, LSP Edu Digital Deztron Indonesia Jalani Full Assessment BNSP

Kesadaran Baru: Kompetensi Harus Diuji

Dalam kesempatan tersebut, Victor Asido Elyakim P, S.Kom, M.Kom dari Media Sumatera bahkan beliau salah satu Dosen yang mengajar di Perguruan Tinggi memiliki dedikasi tinggi, beliau yang langsung berdiskusi dengan Ferry H. Nababan menilai bahwa kegiatan Full Assessment ini membawa pesan penting bagi masyarakat Indonesia.

“Kegiatan ini memberikan pesan yang sangat kuat bahwa masa depan tidak hanya ditentukan oleh ijazah, tetapi juga oleh kompetensi yang mampu dibuktikan. Standar kompetensi harus diuji, diverifikasi, dan diakui sehingga mampu meningkatkan kualitas serta daya saing sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.

Menurut Victor Asido Elyakim P, S.Kom, M.Kom bahwa keberadaan lembaga sertifikasi profesi yang kredibel akan menjadi kebutuhan penting di masa depan, terutama ketika dunia kerja semakin menuntut kemampuan yang terukur dan dapat dibuktikan secara profesional.

Hasil Full Assessment ini selanjutnya akan menjadi dasar evaluasi dan penyempurnaan sebelum keputusan pemberian lisensi BNSP ditetapkan. Apabila seluruh persyaratan dapat dipenuhi, LSP Edu Digital Deztron Indonesia berpeluang menjadi salah satu lembaga sertifikasi profesi yang berkontribusi dalam mencetak tenaga kerja kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan era digital.

Di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat, pesan yang lahir dari kegiatan ini menjadi semakin relevan: ketika kompetensi menjadi kunci masa depan, maka kualitas harus dibuktikan dan standar harus ditegakkan.

(VIP)