Baturaja, mediasumatera.id – Isu kemanusiaan, khususnya pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan kekerasan seksual, menjadi sorotan utama dalam pertemuan akbar pemuda Katolik, KAPal Youth Day 2026, yang digelar di Keuskupan Agung Palembang pada Selasa, (7/7/2026)
Dalam kegiatan ini, hadir gerakan orang muda bernama Generasi Samaritan (GenSa). Gerakan di bawah binaan Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP) Keuskupan Pangkalpinang ini menantang generasi muda untuk peduli dan turun langsung membantu masyarakat yang menjadi korban ketidakadilan sosial.
Sesi edukasi ini dipimpin langsung oleh Ketua KKPPMP Keuskupan Pangkalpinang, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus (Romo Paschal), yang dikenal vokal dalam isu kemanusiaan, didampingi pengurus GenSa, Olive.

Melawan Sikap Apatis Lewat Aksi Nyata
Olive menjelaskan bahwa Generasi Samaritan lahir dari kegelisahan terhadap maraknya kasus TPPO dan kekerasan seksual yang kerap menyasar kelompok rentan, termasuk anak muda. Nama “Samaritan” sendiri diambil dari filosofi penolong yang tidak pandang bulu.
“GenSa adalah panggilan bagi anak muda untuk tidak apatis. Kami diajak untuk tidak menutup mata terhadap penderitaan sesama, tetapi berani mendekat, peduli, dan bertindak nyata,” ujar Olive.
Tidak sekadar teori, GenSa aktif melakukan berbagai aksi di lapangan, meliputi:
• Edukasi & Sosialisasi: Memberikan pemahaman kepada kaum muda mengenai bahaya dan modus TPPO serta kekerasan seksual.
• Kampanye Publik: Menyuarakan kesadaran masyarakat prasejahtera dan rentan agar tidak terjebak sindikat perdagangan orang.
• Pendampingan Korban: Terjun langsung dalam karya kemanusiaan untuk membantu memulihkan trauma para korban.
Keberlanjutan gerakan ini juga disaksikan oleh Joe, salah satu anggota angkatan pertama GenSa, yang membuktikan bahwa kaderisasi pemuda yang memiliki jiwa sosial tinggi terus berjalan secara konsisten.

Soroti Isu Global dan Sinergi Lintas Negara
Isu TPPO bukan lagi masalah lokal, melainkan sindikat internasional. Hal ini ditegaskan dengan hadirnya Maylis, seorang relawan dari lembaga misi Prancis, Missions Étrangères de Paris (MEP). Saat ini, Maylis ikut membantu langsung pelayanan advokasi korban TPPO bersama Romo Paschal di Batam. Kehadiran relawan asing ini menjadi bukti bahwa kejahatan perdagangan orang adalah musuh bersama yang harus dilawan lintas batas negara dan budaya.
Pemuda Harus Jadi Agen Perubahan
Melalui momentum KAPal Youth Day 2026 di Palembang ini, Generasi Samaritan mengajak seluruh pemuda di Sumatera Selatan dan sekitarnya untuk menjadi agen perubahan.
Di tengah gempuran tantangan zaman, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton di media sosial, melainkan penggerak di dunia nyata yang mampu mengembalikan hak dan martabat para korban kejahatan kemanusiaan. (daris)







