Ogan Ilir, mediasumatera.id – Anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir Daerah Pemilihan (Dapil) I menggelar Reses Masa Sidang III Tahun 2026 di Aula Kantor Camat Indralaya, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini di Hadiri langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Ogan Ilir dari Fraksi Partai Nasdem, Ahmad Syafei, guna menyerap aspirasi masyarakat terkait pertanian, kesehatan, dan pelayanan publik.
Acara reses dihadiri oleh Camat Indralaya Tofan Arnol, S.E., Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Indralaya Muhlis, perwakilan Puskesmas Indralaya dan Talang Aur, penyuluh pertanian, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Kehadiran para pemangku kepentingan ini menandakan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam merespons keluhan warga.
Dalam sambutannya, Camat Indralaya Tofan Arnol menyambut baik kunjungan kerja anggota DPRD tersebut. Ia menilai reses sebagai sarana strategis untuk menjembatani kebutuhan masyarakat kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Terima kasih kepada Bapak Ahmad Syafei atas kunjungan resesnya. Ini menjadi momentum penting agar keluhan dan kebutuhan masyarakat Indralaya dapat tersampaikan secara langsung kepada Bupati maupun OPD terkait,” ujar Tofan.
Sementara itu, Ketua Forum Kepala Desa, Muhlis, mewakili masyarakat menyampaikan sejumlah isu krusial. Ia meminta perhatian khusus terhadap dinas Pertanian penyaluran Bibin padi di angap tidak tepat waktu distribusi pupuk subsidi yang dinilai tempat pengabilan lokasi penyalurannya terlalu jauh dari desa saat memasuki musim panen. Selain itu, ia juga mempertanyakan realisasi pendapatan bagi hasil desa yang hingga kini belum tuntas diselesaikan.
Menanggapi hal tersebut, Ahmad Syafei menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang masuk akan ditindaklanjuti melalui rapat koordinasi dengan OPD teknis. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) demi peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Hari ini kami menampung permasalahan di Indralaya sebagai bahan evaluasi. Kami akan melakukan rapat terpisah dengan OPD terkait untuk mencari solusi konkret. Ini menjadi PR kami bersama agar pelayanan dapat bekerja sesuai SOP dan harapan masyarakat,” kata Syafei.
Ia juga menambahkan bahwa fokus resess kali ini mencakup pengawalan bantuan Dinas Pertanian, optimalisasi program PKH bagi warga tidak mampu, serta akses layanan kesehatan menggunakan BPJS. Dalam sesi tanya jawab, perwakilan Puskesmas dan pendamping PKH mengusulkan agar pengawasan terhadap bantuan sosial diperketat untuk mencegah ketidaktepatan sasaran atau penyimpangan.
Ahmad Syafei menutup kegiatan dengan komitmen untuk terus memperkuat dialog antara wakil rakyat dan konstituen, sekaligus memastikan setiap kebijakan pemerintah daerah benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat di Dapil I.
(Junai)







