Medan, mediasumatera.id – Pelaksanaan Mubes dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Dr. Binsar Situmorang, didampingi Sekretaris Anton L. Situmorang dan Bendahara Jhonson H. Timbul Situmorang, SH. Dalam laporannya, Dr. Binsar menegaskan seluruh tahapan berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.
Hadir dalam acara ini sebanyak 142 peserta resmi dari berbagai unsur kepengurusan, ditambah sekitar 200 peninjau yang turut menyaksikan jalannya forum. Dukungan nyata juga terlihat dari terkumpulnya dana operasional sebesar Rp 700 juta, yang merupakan sumbangan sukarela dari seluruh pomparan Ompu Tuan Situmorang demi kelancaran acara.
“Kegiatan ini menjadi bukti nyata betapa eratnya ikatan persaudaraan kita. Semoga Tuhan senantiasa memberkahi langkah kita semua,” ujar Dr. Binsar di hadapan peserta.

Dukungan datang dari berbagai tokoh terkemuka, antara lain JB Situmorang, Brigjen TNI Polsen Situmorang, Yunus Situmorang, Parada Situmorang, Sihar Situmorang, Tumpak Situmorang serta perwakilan dari marga kerabat Sitohang dan Siringoringo.
Musyawarah Besar (Mubes) V Dewan Pimpinan Pusat Persadaan Situmorang Sipitu Ama dohot Boruna (PSSAB) se-Indonesia telah menutup rapat pemilihan kepemimpinan periode selanjutnya. Secara aklamasi dan penuh semangat persaudaraan, Sudung Situmorang, SH, MH kembali dipercaya memimpin organisasi keluarga besar marga Situmorang untuk masa bakti 2026–2031.

Forum tertinggi organisasi ini berlangsung meriah namun penuh kekhidmatan di Ballroom Grand City Hotel, Medan, pada Sabtu–Minggu (18–19 Juli 2026). Keputusan ini diambil setelah musyawarah yang melibatkan seluruh perwakilan dari Dewan Pimpinan Wilayah hingga Cabang se-Indonesia, serta tokoh-tokoh adat dan keluarga besar Situmorang.
Usai dikukuhkan kembali sebagai Ketua Umum, Sudung Situmorang yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga dan mantan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta serta Kepulauan Riau, menyampaikan rasa syukur mendalam atas kepercayaan yang diberikan.

“Jika Tuhan yang berkehendak, tidak ada yang dapat menghalangi. Terima kasih sebesar-besarnya atas doa, dukungan, dan kerja keras seluruh keluarga besar Situmorang, serta kepada panitia yang telah bersusah payah mempersiapkan ini selama lima bulan terakhir,” ungkapnya didampingi istri tercinta, Nila Panjaitan, yang tampil anggun mengenakan busana adat Batak lengkap dengan simbol Tukkot Panaluan.
Pada periode kepemimpinan kali ini, ia kembali mengusung semangat pemersatu yang lahir dari hati nuraninya sendiri, yaitu “Jabi-Jabi Sisangapon”. Ungkapan ini bukan sekadar seruan, melainkan fondasi persatuan:
“Persatuan kita terlihat saat kita berkumpul di sini, namun kesatuan sejati adalah menyatunya hati, jiwa, dan pikiran kita semua dalam satu tujuan. Semoga saya mampu memikul amanah ini dengan prinsip hidup: rugi sian pisang alai mangomo sian gaol.”
Simbol “Jabi-Jabi Sisangapon” sendiri merujuk pada pohon beringin keramat yang berdiri tegak di kompleks Tugu Ompu Tuan Situmorang, Desa Parsaoran, Kecamatan Palipi, Pulau Samosir. Pohon ini sakral bagi keluarga Situmorang, tempat para leluhur dahulu menyampaikan pesan kebaikan dan kebersamaan kepada anak cucunya.
Setelah penetapan kepemimpinan baru, rombongan pengurus dan peserta akan melanjutkan perjalanan rohani ke tanah kelahiran leluhur di Samosir. Mereka dijadwalkan melakukan ziarah ke Tugu Ompu Tuan Situmorang serta mengunjungi kawasan bersejarah Sibea-bea.

Terpilihnya kembali Sudung Situmorang diharapkan mampu memperkuat peran PSSAB sebagai wadah pelestarian budaya, mempererat tali persaudaraan antar keluarga, serta berkontribusi lebih besar bagi kemajuan masyarakat dan pembangunan bangsa.
Horas untuk seluruh keluarga besar Situmorang Sipitu Ama dan Boru di mana pun berada (red)







