Angin Kencang Picu Kebakaran di SDN 02 Indralaya Selatan, Rumdin Guru dan Kantin Hangus

Angin Kencang Picu Kebakaran di SDN 02 Indralaya Selatan, Rumdin Guru dan Kantin Hangus

OGAN ILIR, mediasumatera.id – Kebakaran lahan yang dipicu oleh angin kencang dan kondisi rerumputan kering mengakibatkan hangusnya rumah dinas (rumdin) guru serta bangunan kantin di SDN 02 Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (30/8/2026).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Ilir, Edi Rahmat, menjelaskan bahwa api bermula dari lahan kosong yang berbatasan langsung dengan area sekolah. Kombinasi cuaca panas, vegetasi kering, dan hembusan angin kuat menyebabkan api menyebar dengan cepat ke bangunan semi-permanen di lingkungan sekolah.

“Kondisi cuaca yang disertai angin kencang serta banyaknya rerumputan kering membuat kobaran api sulit dikendalikan pada awal kejadian. Namun, berkat respons cepat petugas gabungan dan bantuan warga, api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke ruang kelas utama,” kata Edi saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026).

Angin Kencang Picu Kebakaran di SDN 02 Indralaya Selatan, Rumdin Guru dan Kantin Hangus

Edi mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat sekitar yang sigap membantu proses pemadaman. Aksi gotong royong ini dinilai sangat krusial dalam mencegah kerugian yang lebih besar pada fasilitas pendidikan lainnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Saat kejadian berlangsung, kedua bangunan yang terbakar (rumdin dan kantin) dalam keadaan kosong karena bertepatan dengan hari libur sekolah. Meski demikian, kerugian material dipastikan cukup signifikan akibat hangusnya struktur bangunan dan isi di dalamnya.

Angin Kencang Picu Kebakaran di SDN 02 Indralaya Selatan, Rumdin Guru dan Kantin Hangus

Menanggapi dampak operasional, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir, Sayadi, menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) diliburkan sementara selama dua hari.

“Proses belajar mengajar secara keseluruhan tidak terganggu jangka panjang. Namun, kami meliburkan siswa selama dua hari ini untuk memberikan waktu bagi sekolah melakukan pembersihan puing-puing bekas kebakaran dan memastikan keamanan lingkungan sekolah kembali kondusif,” ujar Sayadi.

BPBD Ogan Ilir mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan permukiman, terutama di musim kemarau seperti saat ini. Masyarakat diminta untuk tidak membakar sampah atau lahan sembarangan, serta membersihkan vegetasi kering di sekitar hunian dan fasilitas umum guna meminimalisir risiko penyebaran api.(Junai)