PALEMBANG, mediasumatera.id — Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira) Sumatera Selatan resmi menggandeng Sekolah Tinggi Teologi (STT) Sriwijaya dalam program kemitraan strategis pengelolaan pangan berkelanjutan. Langkah awal kerja sama ini ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) kawasan UB Integrated Farming Palembang yang berlangsung di area kampus STT Sriwijaya, Desa Air Batu, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Rabu (2/9/2026).
Pelaksanaan groundbreaking tersebut merupakan tindak lanjut nyata pascapenandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua belah pihak pada Kamis (27/8/2026) lalu. Momen peletakan batu pertama diawali dengan ibadah dan doa bersama seluruh jajaran pimpinan, meminta penyertaan Tuhan agar pengelolaan unit usaha peternakan, perikanan, dan pertanian terpadu ini berjalan lancar serta membawa dampak positif secara luas.
.
Direktur UB Integrated Farming Palembang, Ardiyan, menegaskan bahwa inisiatif ini dirancang bukan sekadar untuk optimalisasi lahan tidur, melainkan sebagai bentuk kontribusi konkret daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Program ini selaras dengan pilar Asta Cita Pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pencapaian swasembada pangan dan energi secara mandiri.
“Kami berkomitmen menjadikan kawasan ini sebagai pusat pengelolaan agribisnis terpadu yang profesional. Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan akan dikelola berkesinambungan untuk mendorong kemandirian ekonomi. Ini adalah langkah nyata kami dalam menyukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo menuju swasembada pangan berbasis pemberdayaan masyarakat,” ujar Ardiyan di sela-sela kegiatan.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Tim Ahli, Robert Aritonang, Jimmy David Lumban Gaol Ketua GEKIRA Sumsel, Dominikus Budiarto, Ardiyan, Pdt Apollos dan pengurus lainnya serta jajaran sivitas akademika STT Sriwijaya. Selain sebagai fasilitas produksi agribisnis, keberadaan kawasan terpadu ini difungsikan sebagai wadah edukasi praktis bagi mahasiswa dan warga sekitar.
Ketua STT Sriwijaya, Pdt. Apollos, M.Th., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian serta kepekaan jajaran pengurus Gekira Sumsel terhadap pengembangan infrastruktur dan kesejahteraan kampus. Menurutnya, kolaborasi ini membuka peluang besar bagi institusi pendidikan teologi untuk bertransformasi serta memberi wujud nyata dari nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat.

“Kami menyambut hangat sinergi strategis ini. Kerja sama dengan Gekira Sumsel tidak hanya memperkuat fasilitas kampus, tetapi juga membuka ruang pembelajaran baru bagi para mahasiswa. Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki keandalan spiritual dan akademis yang kokoh, tetapi juga berjiwa wirausaha serta terampil secara praktis dalam menjaga ketahanan pangan,” tutur Pdt. Apollos.
Melalui kemitraan jangka panjang ini, Gekira Sumsel dan STT Sriwijaya telah menyusun roadmap berbagai program turunan, mulai dari pelatihan teknik agribisnis modern, pendampingan kewirausahaan, hingga program pengabdian masyarakat berbasis lingkungan.

Ke depan, UB Integrated Farming Palembang yang dikoordinasikan oleh Ardian ini diproyeksikan menjadi model percontohan (pilot project) nasional untuk pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas agama dan institusi akademis. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mengakselerasi peningkatan kualitas sosial-ekonomi masyarakat di wilayah Sumatera Selatan secara berkelanjutan.(darisawalistyo)







