OGAN ILIR, mediasumtera.id – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ogan Ilir berlangsung hikmad saat dua anggota dewan, Rizal Mustopa (Fraksi NasDem) dan Amir Hamzah (Fraksi PDIP), mendesak pihak kepolisian untuk menindaklanjuti maraknya antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Mereka menilai antrean tersebut telah mengganggu ketertiban umum dan memicu kecelakaan lalu lintas.Rabu(16/9/2026) di Gedung Paripurna DPRD Ogan Ilir
Desakan tersebut disampaikan menjelang akhir sidang, ketika Ketua DPRD H. Edwin Cahya Putra, S.IP., hendak menutup rapat. Rizal Mustopa menyoroti insiden kecelakaan yang melibatkan seorang pelajar di SPBU Pegayut akibat kemacetan dari antrean kendaraan.

“Izin Ketua dan mohon maaf kepada Bapak Bupati. Sebagai wakil rakyat, saya meminta Kapolres atau pihak terkait untuk segera bertindak. Telah terjadi kecelakaan yang melibatkan seorang pelajar di SPBU Pegayut akibat antrean yang sangat panjang,” ujar Rizal Mustopa.
Senada dengan itu, Amir Hamzah juga meminta menegur pengelola SPBU, khususnya di wilayah Tanjung Raja, di mana antrean sering kali meluber hingga ke badan jalan utama. Hal ini dinilai sangat mengganggu pengguna jalan lain dan berpotensi menimbulkan konflik sosial.

Menanggapi desakan tersebut, Kasat Intel Polres Ogan Ilir, AKP Atorius, yang hadir mewakili Kapolres, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa kelangkaan stok BBM subsidi bukan satu-satunya penyebab, melainkan adanya lonjakan permintaan dari luar daerah.
“Bukan semata-mata karena stok BBM kurang. Seringkali yang datang mengisi adalah kendaraan dari luar daerah, sehingga terjadi penumpukan dan antrean panjang di SPBU tersebut. Pada umumnya, antrean tersebut didominasi oleh kendaraan berbahan bakar Solar,” jelas AKP Atorius.
Polres Ogan Ilir akan meningkatkan patroli dan koordinasi dengan pengelola SPBU untuk mengatur lalu lintas di sekitar area pengisian bahan bakar guna mencegah terulangnya kecelakaan dan kemacetan.







