oleh

Puluhan Karyawan PT. Gading Cempaka Graha OKI Geruduk DPRD Provinsi Sumsel Di Pimpin Langsung Oleh DPW FBI Sumsel

Oleh : | Editor : Junaidi Hutauruk
Dibaca :1.099 kali dibaca | Durasi baca : 4 Menit

Susanto Ajis, Ketua Komisi VI DPRD Provinsi Sumsel juga berjanji akan segera dan dalam waktu dekat akan memanggil Pihak Disnaker Provinsi Sumatera selatan dan Managemant PT. Gading Cempaka Graha, serta akan menghadirkan pihak dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan yang menimpa buruh di perkebunan kelapa sawat PT. Gading Cempaka Graha di Oki.

MEDIASUMATERA.ID-SUMSEL : Puluhan karyawan PT.Gading Cempaka Graha yang berkedudukan di Ogan Komering Ilir gruduk kantor DPRD Provinsi Sumatera selatan. Aksi damai tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Federasi Buruh Indonesia (FBI) Sumatera selatan. (Senen, 14-06-2021).

Puluhan Karyawan PT. Gading Cempaka Graha OKI Geruduk DPRD Provinsi Sumsel Di Pimpin Langsung Oleh DPW FBI Sumsel

Andreas OP yang merupakan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Federasi Buruh Indonesia (FBI) Sumatera selatan, langsung memimpin aksi unjukrasa di gedung DPRD Provinsi Sumatera selatan, dalam orasinya anggota Federasi Buruh Indonesia DPC Ogan Komering Ilir menyampaikan betapa buruknya management PT. Gading Cempaka Graha tempat mereka dipekerjakan, soalnya sudah hampir dua tahun ini upah mereka yang tertunda belum juga dibayarkan, bukan hanya itu saja, Tunjangan hari raya (THR) selama dua tahun belakangan juga belum dibayarkan, begitu juga dengan BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan yang tidak bisa digunakan, sementara uang mereka dipotong setiap bulannya untuk penbayaran BPJS tersebut.

Dalam aksi damai tersebut anggota serikat pekerja Federasi Buruh Indonesia diterima langsung oleh Ketua Komisi VI DPRD Provinsi Sumatera selatan, tampak  hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Komisi VI DPRD Prov. Sumsel  Susanto Ajis, Saiful , Hj Nilawati, Hj Rita Suryani, H fatra. Dan puluhan perwakilan pekerja yang bekerja di PT. Gading Cempaka Graha.

Dalam Pertemuan tersebut, Andreas Op mengatakan, dalam Aksi damai ini kami mengeluarkan pernyataan sikap terhadap PT. Gading Cempaka Graha untuk membayarkan Hak dan Upah Pekerja yang tertunda. Terkatung katungnya nasib buruh sawit yang bekerja di PT GADING CEMPAKA GRAHA di kabupaten OKI   semenjak tahun 2020 tak kunjung usai dan terus berlanjut  hingga kini, ratusan buruh yang haknya di rampas oleh perusahaan tanpa ada kejelasan  dan hanya sebatas janji dan alasan klasik soal cash flow dan kondisi ekonomi yang sedang lesu menjadi senjata ampuh untuk membodohi buruh -buruh dengan harapan perusahaan dapat menghindari kewajiban atas gaji dan hak buruh  lainya. Ungkapnya.

Baca Juga :  Wagub Mawardi Yahya Aprisiasi PGRI Sumsel Gelar Tray Out Computer Assisted Test  (CAT) PPPK 2021 Bagi Para Guru Honorer

Puluhan Karyawan PT. Gading Cempaka Graha OKI Geruduk DPRD Provinsi Sumsel Di Pimpin Langsung Oleh DPW FBI Sumsel

PT GADING CEMPAKA GRAHA di kabupaten OKI memiliki  luas lahan kurang lebih 10.000 H kebun sawit dan sebagian sudah panen, munculnya persoalan penundaan gaji, THR, Kompensasi, Remon selama hampir 10 bulan dari bulan agustus 2020 hingga juni 2021, bertolak belakang dengan realitas di lapangan dimana perusahaan masih terus memanen buah sawit dan menjualnya pada pihak  lain.

Apa yang terjadi di PT GADING CEMPAKA GRAHA merupakan potret kecil persoalan buruh yang masih terus terjadi di sumsel dan sulit di selesaikan karena banyaknya campur tangan oknum yang mencari untung dan makan di perusahaan nakal tersebut, persoalan gaji yang tertunda seharusnya tidak terjadi jika management perusahaan sehat, penundaan gaji ,THR, Remunasi, kompensasi sebagai mana yang di atur dalam UU NO 11 tahun 2020 tentang cipta kerja, PP 36 Tahun 2021 Tentang pengupahan , permenaker No 6 tahun 2016 tentang  THR, seharusya tidak boleh terjadi jika perusahaan patuh dan taat dengan peraturan yang ada .

Bahwa apa yang dilakukan oleh buruh PT GADING CEMAPA GRAHA selama ini semata mata memerjuangkan hak mereka yang telah dirampas pihak perusahaan , upaya aksi di kebun , mediasi dengan bupati OKI, dan dinas tenagakerja OKI,  menemukan jalan buntu dan tidak ada kejelasan hanya janji janji dan sederet alasan yang disampaikan pihak management sebagai pembenaran satu pihak saja , dan ini justru melukai rasa kemanusian bagi kaum buruh , bagaimana tidak, Ketika semua daya usaha tenaga pikiran dan waktu telah diserahkan buruh untuk menjaga, merawat kebun sawit dan setelah  menghasilkan para buruh tidak mendapatkan hak nya, justru dihadap hadapkan dengan persoalan birokrasi yang mempersulit buruh ditambah adanya oknum  TNI yang turut menjaga kebun sawit Di PT GADING CEMPAKA GRAHA   menambah kecut mental buruh dalam berjuang menuntut hak mereka dikebun, karena pasti akan dihadapkan dengan concong senjata yang kita tahu dibeli dari pajak rakyat .

Baca Juga :  Polda Sumsel Ungkap dan Tangkap 5 Oknum Satgas PPKM Covid-19 Saat Pungli di Pintul Tol Keramasan, Oknum Merupakan Pegawai Honorer Di Kabupaten Ogan Ilir

Puluhan Karyawan PT. Gading Cempaka Graha OKI Geruduk DPRD Provinsi Sumsel Di Pimpin Langsung Oleh DPW FBI Sumsel

Dan untuk menyikapi nasib anggota buruh FEDERASI BURUH INDONESIA yang berada di PT GADING CEMPA GRAHA  dengan ini DPW FEDERASI BURUH INDONESIA SUMSEL  menyatakan sikap   dan siap memperjuangakan nasib buruh sawit yang tertindas oleh ketamakan perusahaan yang dibantu oknum korup baik sipil dan militer yang membackup  PT GADING CEMPAKA GRAHA selama  beroprasi yang kami duga “NAKAL”dengan :

  1. Menuntut dan mendesak pihak perusahaan untuk segera berunding dengan karyawan dan serikat untuk menyelesaikan tuntutan buruh .
  2. Mendesak dan meminta PT GADING CEMPAKA GRAHA untuk segera membayar gaji berserta denda atas gaji yang tidak dibayarkan /ditunda.
  3. Mendesak PT GADING CEMPAKA GRAHA untuk membayar remon, kompensasi dan THR yang tertunda sepanjang tahun 2020 hingga 2021.
  4. Mendesak DISKANERTRANS PROVINSI untuk segera mamanggil pihak perusahaan dan menyelesaikan persoalan dengan adil dan transparan berdasarkan norma dan hukum ketenaga kerjaan .
  5. Mendesak kepada Wakil rakyat baik di DPRD OKI dan DPRD Provinsi untuk dapat memenggil pihak perusahaan dan meminta menyelesaikan persoalan yang ada dengan cepat dan saksama
  6. Mendesak PANGDAM 2 SRIWIJAYA untuk dapat menarik Oknum TNI yang menjadi backup perusahaan diperkebunan PT GADING CEMPAKA GRAHA
  7. Meminta kepada Kapolda Sumatera selatan untuk dapat melakukan penyelidikan adanya dugaan pelanggaran kertenagaa kerjaan dan perpajakan .
  8. Mendesak kepada Bupati OKI untuk dapat mencabut ijin HGU PT GADING CEMPAKA GRAHA yang diduga telah terjadi praktek bisnis yang tidak sehat .

Puluhan Karyawan PT. Gading Cempaka Graha OKI Geruduk DPRD Provinsi Sumsel Di Pimpin Langsung Oleh DPW FBI Sumsel

Dari tututan  yang kami sampaikan tersebut , DPW FBI Sumsel akan melakukan segala upaya untuk memperjuangkan nasib buruh di PT GADING CEMPAKA GRAHA hingga tutas, dan siap melakukan aksi lanjutan jika perusahan masih berkeras dan tidak mau melaksanaan kewajiban atas pembayaran gaji  , THR , remon,  kompensasi yang telah menjadi hak para buruh selama bekerja diperusahaan .

Baca Juga :  Danrem 044/Gapo Ikuti Kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Optimasi Lahan Rawa Kabupaten Banyuasin dan OKU Timur

Dan kami dari Juga menyampaikan pesan kepada semua perusahan di sumsel untuk tidak melakukan cara cara culas dalam menindas kaum buruh, dan bersiap siaplah bagi perusahaan nakal untuk berhadap hadapan dengan kaum buruh dalam setiap ketidak adilan dan penidasan.

Bahwa apa yang menjadi perjuangan kaum  buruh diseluruh muka bumi adalah usaha terciptanya tatanan masyarat yang berkeadilan , merdeka dan bebas dari penindasan atas nama modal dan cara licik lainya yang dipraktekan pengusaha dalam upaya menjadi kan buruh budak bertitel dan mudah di setir dalam kehidupanya sehingga akan menjadi budak modern  para tuan bermodal. Demikian pernyataan dari Dewan Pengurus Wilayah Federasi Buruh Indonesia Sumatera selatan.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh buruh yang bekerja di PT. Gading Cempaka Graha yang berkedudukan di Ogan Komering Ilir, Susanto Ajis, Ketua Komisi VI DPRD Provinsi Sumatera selatan dan beserta Anggota mengucapkan terima kasih atas kehadirannya di rumah rakyat ini, kami komisi VI yang membidangi ketenagakerjaan akan segera menindaklanjutinya, “ Kami akan menindak lanjuti apa yang menjadi tuntutan para buruh yang teraniaya dan yang hak nya yang belum terpenuhi, menurut kami persoalan upah merupakan persoalan perut, dan memang harus di tindaklanjuti, Tolong siapakan data pendukungnya, dan perincian hak-hak semua karyawan yang belum terbayarkan, hal ini tidak boleh dibiarkan, kami akan berkordinasi dengan Disnaker Kab. Ogan Komering Ilir untuk mempertanyakan pembiaran ini, dan kami juga akan berkordinasi dengan rekan DPRD Ogan Komering Ilir mempertanyakan permasalahan ini. Ungkap Ketua Komisi VI DPRD Provinsi Sumsel.

Susanto Ajis, Ketua Komisi VI DPRD Provinsi Sumsel juga berjanji akan segera dan dalam waktu dekat akan memanggil Pihak Disnaker Provinsi Sumatera selatan dan Managemant PT. Gading Cempaka Graha, serta akan menghadirkan pihak dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan yang menimpa buruh di perkebunan kelapa sawat PT. Gading Cempaka Graha di Oki. Tegasnya. (Ruslan)

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

News Feed