SIARAN PERS REFORMASI MEMANGGIL: 25 TAHUN REFORMASI ALIANSI DEMOKRASI RAKYAT (ALDERA)

SIARAN PERS REFORMASI MEMANGGIL: 25 TAHUN REFORMASI ALIANSI DEMOKRASI RAKYAT (ALDERA)

Jakarta, mediasumatera.id – Aliansi Demokrasi Rakyat (ALDERA) adalah organisasi beranggotakan kaum muda, laki-laki dan perempuan, yang berani dan militan, dengan satu tujuan: memperjuangkan demokrasi. Sejak awal dekade 1900-an ALDERA memainkan peranan penting dalam interaksi perlawanan atas rezim Orde Baru.

Pilihan bergerak bersama rakyat yang dimulai dengan membangun gerakan- gerakan pembelaan rakyat yang tergusur sejak tahun 1992, pada puncaknya adalah aksi menjatuhkan Soeharto di DPR, mengantar rakyat Indonesia memasuki babak baru: Reformasi Mei 1998.

Dalam rangka memperingati momentum 25  Tahun  Reformasi,  ALDERA telah melakukan berbagai kegiatan,  dari  mulai  menerbitkan  buku “ALDERA: Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1999”, mengadakan Kuliah Umum dan Bedah Buku di 37 kampus di seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua, dan puncaknya adalah: Jalan  Sehat  25  Tahun  Reformasi, yang diikuti oleh 25 ribu peserta pada Minggu, 21 Mei 2023.

 Terbitnya Buku ALDERA

Kami, ALDERA, menulis dan menerbitkan buku ALDERA, sebagai buku yang menceritakan sejarah perjuangan kaum muda dan mahasiswa pada tahun 1993-1999. Buku ALDERA mengungkap sejarah bagaimana segelintir kaum muda militan yang adalah para aktivis ALDERA, memperjuangkan demokrasi dan menuntut reformasi, pada puncaknya menduduki DPR pada 21 Mei 1998.

Relevansi Buku ALDERA Dengan Situasi Indonesia Saat Ini

Terbitnya buku ALDERA yang kemudian diluncurkan untuk pertama kali dalam Kuliah Umum & Bedah Buku ALDERA, di Universitas Nasional, pada hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2022, ternyata sangat relevan dengan situasi Indonesia saat ini. Buku ini terbit di tengah kancah politik yang “mengancam” demokrasi. Elit politik bermanuver dengan ide perpanjangan masa jabatan presiden, tiga periode, dan/atau penundaan Pemilu. Berbagai manuver itu merupakan ancaman bagi konsolidasi demokrasi tepat di saat Indonesia memasuki 25 tahun reformasi. Menjawab situasi politik terkini, ALDERA menggunakan buku ini untuk kembali membangun semangat Reformasi: memperjuangkan demokrasi dan kembali ke rel konstitusi.

SIARAN PERS REFORMASI MEMANGGIL: 25 TAHUN REFORMASI ALIANSI DEMOKRASI RAKYAT (ALDERA)

Kuliah Umum dan Bedah Buku ALDERA Di Kampus-Kampus, Melibatkan Ribuan Peserta Mahasiswa

ALDERA meyakini kerja menjaga demokrasi adalah kerja ideologis, yang dikerjakan dengan gotong-royong, kerja kolosal, dan kerja kolaborasi ALDERA percaya bahwa kaum muda, khususnya mahasiswa, merupakan mitra strategis perjuangan demokrasi. Mahasiswa merupakan kekuatan utama yang bisa menyuarakan kegelisahan rakyat.

Mahasiswa merupakan kekuatan  unik  yang  anti  mainstream,  yang  akan  turun ke jalan setiap rakyat memanggil; ketika demokrasi terancam. ALDERA memutuskan untuk  melakukan  Kuliah  Umum  &  Bedah  Buku  ALDERA, dimulai sejak 28 Oktober 2022 di Hari Sumpah Pemuda, hingga berakhir pada 17 Mei 2023 di Hari Buku Nasional, yang diselenggarakan di 36 kampus tersebar dari Aceh sampai Papua.

Baca Juga :  Roudhotul Jannah Sampaikan Aspirasi Masyarakat Sampaikan Masukan dan Saran

 Jalan Sehat 25 Tahun Reformasi, di Gedung DPR, 21 Mei 2023 Sebagaimana dimunculkan dalam Majalah Tempo Februari 2023, terkait ide perpanjangan masa jabatan presiden, tiga periode, dan/atau penundaan Pemilu, Survei Charta Politika (Feb-Des 2022) menunjukkan rata-rata 70% menolak gagasan tersebut (72,9% Feb; 74,2% April; 76,2% Juni; 75,2% Sept; 76,3% Nov; 74,6% Des). Sementara Saiful Mujani Research and Consulting (Mei 2021- Oktober 2022) menunjukkan mayoritas peserta survei menyatakan Ketentuan Masa Jabatan Presiden dalam UUD 1945 Diamandemen harus dipertahankan (74% Mei; 84% Sept; 74% Mar; 77% Okt).

Sebagai tambahan, Lembaga Survei Indonesia (Maret 2022) menunjukan 70,7% Tidak Setuju pada Perpanjangan Masa Jabatan Karena Pandemi. Sedangkan 68,1% Tidak Setuju Perpanjangan Masa Jabatan Karena Pemuliha Ekonomi.

SIARAN PERS REFORMASI MEMANGGIL: 25 TAHUN REFORMASI ALIANSI DEMOKRASI RAKYAT (ALDERA)

Kajian ini tidak dapat diabaikan, bahkan perlu diperdalam, karena jelas ide perpanjangan masa jabatan presiden, tiga periode, dan/atau penundaan Pemilu adalah inkonstitusional. ALDERA memandang berkembangnya ide ini adalah pengkhianatan reformasi, kemunduran demokrasi. Suara-suara yang menolak ide inkonstitusional ini perlu diberi ruang. ALDERA hendak mengundang rakyat yang menolak gagasan ini. Itulah mengapa ALDERA mengadakan Jalan Sehat 25 Tahun Reformasi, di Gedung DPR, 21 Mei 2023, yang akan diikuti 25ribu peserta.

 Momen Jalan Sehat 25 Tahun Reformasi ini patut dirayakan oleh para pejuang yang memperjuangkan reformasi. Mereka yang menolak ide perpanjangan masa jabatan presiden, tiga periode, dan/atau penundaan Pemilu. Mereka yang terus menjaga demokrasi dan setia pada konstitusi.