Deli Serdang, mediasumatera.id – Menjelang pemilu 2024 Rumah oknum wartawan yang dilempar bom molotov oleh orang tidak dikenal di Dusun I, Desa Namorih, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 21 Desember 2023 lalu, sekitar pukul 02.30 wib lagi- lagi mendapatkan perhatian, perhatian dari Ketua Indonesia Police Watch Sugeng Teguh Santoso dan mengungkapkan turut prihatin atas kejadian pelemparan bom molotov tersebut.
“Indonesia Police Watch meminta Kapolda Sumut Irjen. Pol. Agung Setya Imam Effendi. SH. SIK. M.Si, untuk serius menyelidiki pelemparan bom molotov kerumah seorang jurnalis Leo Depari yang sudah di laporkan ke Polsek Pancur Batu, dan ancaman ini tidak boleh diabaikan begitu saja,” katanya.
Lanjutnya, Dalam hal ini rumah juga sudah pernah dibakar pada bulan Februari 2020, lebih kurang 4 tahun yang lalu, dan dua hari berikutnya kaca mobilnya juga dilempar dan kedua kasus ini juga sudah di leporkan ke Polsek Pancur Batu dan tidak terungkap sampai saat ini.
Polisi sudah ada mengetahui adanya pelemparan Bom molotov dimana, polisi juga sudah mengantongi barang bukti antara lain sebuah botol yang di gunakan sebagai bom molotov, sumbu bom moltov, rekaman cctv saat pelaku beraksi melemparkan bom kerumah jurnalis Leo Depari, tindakan serangan terhadap seorang jurnalis adalah serangan terhadap kerja jurnalistik.”tuturnya.
Sebelumnya juga KH Nurul Yaqin Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama minta Polisi dapat segera mengungkap motif dan pelaku pelemparan bom molotov kerumah Leo Depari.
Menurut KH Nurul Yaqin Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, bahwa orang yang berbuat jahat akan mendapatkan balasanya,tidak sekarang, nanti di akhirat,” sebutnya.
Lebih Lanjut Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini meminta agar dalam hal ini Polda Sumatera Utara dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku,” ujarnya.
Nah, ini merupakan tindakan tidak terpuji, teror dalam bentuk apapun merupakan tindakan tidak terpuji, pengecut, kriminal, dan tidak bertanggung jawab bagaimana pun pihak kepolisian harus bisa mengungkap siapa pelaku teror tersebut dan apa motifnya. Karena kalau tidak segera diungkap siapa pelaku dan dalangnya bisa mengancam ketenganan masyarakat,” ujarnya
Masi kata KH Nurul Yaqin, apalagi ini menjelang dimana pesta demokrasi semakin dekat. Ini adalah tanggung jawab Kepolisian untuk segera mengungkap kasus teror bom molotov dirumah wartawan di Pancur Batu dan menangkap pelakunya agar tercipta kondisi masyarakat yang aman dan tentram,” sebutnya.
Nia sebagai pelapor dalam hal tersebut menjelaskan bahwa Desa Namorih menurutnya belakangan ini sudah tidak nyaman lagi, karena pelaku masih belum terungkap, dan otak pelaku serta pendana pelemparan bom molotov kerumahnya.
Saya yakin Polisi sudah tahu siapa pelaku, otak pelaku dan penyedia dana untuk melemparkan bom molotov kerumah saya, tapi saya heran kenapa polisi belum menangkapnya, sudah puluhan Polisi datang kerumah saya namun tidak ada yang berhasil menangkap pelaku. nah disini saya juga banyak mendapatkan telepon agar tidak ribut kesana kemari, saya heran dan merasa aneh, rumah saya yang dibakar dan dilempar dengan bom molotov malahan mereka yang menyuruh saya sabar,” tuturnya
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Sumaryono. SIK saat di konfirmasi terkait laporan pelemparan bom molotov kerumah oknum Jurnalis tersebut berjanji akan mengantesnikan penyelidikan kasus tersebut.(LG)







