Syarat Untuk Memperoleh Hidup Yang Kekal

Syarat Untuk Memperoleh Hidup Yang Kekal

SEMANGAT SORE, mediasumatera.id semoga saya menjumpai anda dalam keadaan sehat, baik jasmani maupun rohani. Jangan lupa untuk selalu mengucapkan syukur kepada Tuhan. Sebab, dengan selalu mengucap syukur, hidup kita akan bahagia. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santa Perawan Maria, Ratu Rosario.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 10: 25 – 37, yakni tentang orang Samaria yang murah hati. Adalah contoh orang yang dengan melakukan kasih kepada sesama dengan tulus. Hal ini di angkat oleh Yesus dalam sebuah perumpamaan, yang berawal dari seorang ahli kitab yang hendak mencobai Yesus dengan sebuah pertanyaan. ” _Guru, apakah yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup yang kekal?_”. Yesus menjawab dia, dengan merujuk pada hukum Taurat Musa tentang 10 perintah Allah, yakni kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia, seperti diri sendiri. Dan apa yang dijawab oleh ahli kitab itu, dibenarkan oleh Yesus. Namun, ahli kitab itu, belum sepenuhnya paham tentang siapakah sesama manusia itu? Maka, Yesus mengangkat sebuah perumpamaan, yakni ada seorang yang yang jatuh ke tangan penyamun-penyamun, yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi juga memukulnya, setelahnya meninggalkannya setengah mati. Ada 3 orang yang lewat di jalan itu, yakni seorang imam, seorang lewi. Keduanya ketika melihat orang itu, mereka melewatinya dari seberang jalan dan membiarkan orang yang menderita tadi. Lalu, orang yang ketiga adalah seorang Samaria. Orang Samaria ini, ketika melihat orang itu, ia tergerak hatinya oleh belas kasih. Ia menolong orang yang menderita tadi, hingga merawatnya sampai sembuh. Jadi, orang Samaria yang telah menunjukkan belas kasih kepada orang yang jatuh ke tangan penyamun-penyamun tadi adalah contoh tindakan nyata atau perbuatan nyata tentang kasih kepada Allah yang diwujudkan lewat kasih kepada sesama, teristimewa kepada mereka yang menderita. Bagaimana dengan kita? Kita harus belajar dari orang Samaria yang murah hati, yang tergerak hatinya oleh belas kasih kepada orang yang jatuh ke tangan penyamun-penyamun tadi. Di sekitar kita ada begitu banyak orang yang menderita. Maka, mari jadilah orang yang murah hati dan tergerak hati untuk menolong mereka oleh belas kasih kepada mereka dengan tulus. Oleh karena itu, kasih kepada Allah dan kepada sesama, bukan hanya sebatas narasi, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata, seperti yang dilakukan oleh orang Samaria yang murah hati. Semoga orang Samaria yang murah hati dapat menginspirasi kita, agar kita murah hati dan tergerak hati oleh belas kasih kepada sesama yang menderita. Inilah syarat untuk memperoleh hidup yang kekal. Amin.

Baca Juga :  Bersukacitalah Karena Namamu Terdaftar Di Surga