SEMANGAT PAGI, mediasumatera.id – apa kabar Anda di hari ini? Semoga saya menjumpai Anda dalam keadaan sehat dan bahagia. Jangan lupa untuk bersyukur kepada Tuhan. Sebab dengan bersyukur hidup Anda akan lebih bahagia, apa pun situasinya. Pada hari ini kita memasuki hari Minggu biasa XXX.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 10:46 – 52, yakni Yesus menyembuhkan Bartimeus. Bartimeus adalah seorang pengemis yang buta. Walaupun dia buta secara mata indrawi, namun mata hati atau batinnya tidak buta. Demikian pula dengan telinga indrawi dan telinga hati serta telinga batinnya tidak tuli. Hal ini terbukti saat dia duduk di pinggir jalan, dia mendengar Yesus lewat ia berseru: ” Yesus, Putra Daud, Kasihanilah aku”. Ia tidak menghiraukan orang banyak yang menegurnya supaya ia diam.
Tetapi semakin keras ia berseru: ” Putra Daud, kasihanilah aku”. Imannya yang kuat kepada Yesus tidak menghentikannya untuk: berseru, berdoa meminta atau memohon kepada Yesus. Ia (Bartimeus) berani melawan orang banyak yang menegurnya supaya ia diam. Ia berani karena dilandasi oleh imannya yang teguh kepada Yesus. Bahkan semakin orang melarangnya untuk diam, semakin keras ia berseru kepada Yesus. Oleh karena, seruan atau doanya yang tak kunjung henti, maka Yesus tergerak hati oleh belas kasihan dan Dia peduli kepada Bartimeus. Yesus berhenti, dan berkata: ” panggillah dia!”.
Orang banyak yang tadinya menegur dia, berbalik memanggil dia dan berkata kepadanya: ” teguhkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau”. Betapa senangnya Bartimeus. Ia menanggalkan jubahnya. Ia segera berdiri dan pergi kepada Yesus. Menanggalkan jubahnya adalah simbol menanggalkan manusia lamanya. Yesus telah mengubah Bartimeus menjadi manusia baru saat dia dipanggil Yesus. Yesus bertanya: ” apa yang engkau kehendaki Aku lakukan bagimu?”.
Jawab Bartimeus, Rabuni, aku ingin melihat!. Yesus berkata kepadanya: ” pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!”. Pada saat itu juga ia dapat melihat. Lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Ini adalah bentuk ungkapan terima kasih dari Bartimeus kepada Yesus yang telah menyembuhkannya. Bagaimana dengan kita? Kita barangkali secara fisik normal karena mata indrawi tidak buta. Namun barangkali secara rohani kita buta. Mata hati atau batin kita buta, telinga hati atau batin kita tuli, sehingga kita tidak peduli, tidak mau mendengarkan sabda Tuhan.
Kita juga malas untuk berdoa, beribadat, kebaktian dan ekaristi. Oleh karena itu, kita harus belajar dari Bartimeus si pengemis yang buta dalam Injil hari ini, yang tidak henti-hentinya berseru kepada Yesus, Putra Daud, kasihanilah aku. Kita juga belajar walau ada hambatan untuk berdoa kepada Yesus, harus berani melawan, Putra Daud, kasihanilah aku. Yakinlah Yesus akan mendengarkan doa kita asal dilandasi oleh iman yang teguh kepada-Nya. Semoga Yesus berkata kepada kita: ” imanmu telah menyelamatkan engkau”.
Oleh karena iman kita yang tidak henti-hentinya berseru, berdoa: Yesus, Putra Daud, kasihanilah aku. Mudah-mudahan. Selamat berhari Minggu.(YB)




