SEMANGAT PAGI, mediasumatera.id – para saudaraku ytk. Apa kabar para saudaraku di hari ini? Saya berharap para saudaraku dalam keadaan sehat dan bahagia. Kiranya juga tidak melupakan doa dan ucapan syukur untuk mengawali harimu.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 10: 28 – 31, yakni upah mengikut Yesus. Hal ini ditanyakan oleh Petrus kepada Yesus. Petrus berkata: ” kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau’. Lalu, Yesus merespon: ” barangsiapa meninggalkan rumah, saudara-saudari, ibu atau bapak, anak-anak atau ladangnya, ia akan menerima kembali 100 kali lipat, sekalipun disertai berbagai penganiayaan; dan di masa datang ia akan menerima hidup yang kekal”. Inilah janji dan garansi dari Tuhan bagi kita yang penuh pengorbanan, dan kesetiaan, akan mendapatkan berkat yang melimpah jika kita dengan rela hati mengikuti-Nya. Yesus juga menekankan nilai kehidupan yang kekal dan paradoks dalam Kerajaan Allah, yakni bahwa standar Kerajaan Allah berbeda dengan standar dunia. Orang yang dianggap “terdahulu” (terhormat, kaya, berkuasa) di dunia mungkin justru menjadi yang “terakhir” di mata Allah. Sedangkan orang yang rendah hati dan setia, akan menjadi yang terdahulu.
Jadi, pesan buat kita adalah: pertama: Mengikut Yesus memerlukan pengorbanan, tetapi berkat yang diberikan-Nya jauh lebih besar. Kedua: Pentingnya kerendahan hati dan kesetiaan dalam mengikut Yesus, bukan mengejar kehormatan atau keuntungan duniawi. Ketiga: Hidup kekal adalah tujuan utama, dan standar Kerajaan Allah sering kali bertolak belakang dengan nilai-nilai dunia. Kuncinya adalah pengorbanan, kesetiaan, dan kerendahan hati, maka akan memperoleh berkat hidup yang kekal. Itulah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu. Semoga demikian🙏🙏




