Berita  

Melepaskan Ego

Melepaskan Ego

SEMANGAT PAGI, mediasumatera.id– para saudaraku ytk. Apa kabar para saudaraku di hari yang baru ini? Jangan lupa untuk berpuasa dan berpantang, sembari menata hati dan pikiran, serta mengendalikan keinginan kedagingan manusiawi.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 9: 22 – 25, yakni pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikut Dia. Melalui bacaan Injil ini Yesus berbicara tentang penderitaan yang akan Dia alami: penolakan, pengkhianatan, dan kematian-Nya di kayu salib. Namun, Dia juga menegaskan kebangkitan-Nya pada hari ketiga. Yesus kemudian mengajak para murid-Nya, termasuk kita semua untuk mengikut Dia dengan: menyangkal diri, memikul salib setiap hari. Dalam hal ini,
Yesus mengingatkan kita bahwa mencoba mempertahankan hidup kita dengan memegang erat ego dan keinginan diri sendiri justru akan membuat kita kehilangan hidup yang sejati. Sebaliknya, ketika kita berani melepaskan ego, menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah, dan hidup bagi Dia, maka kita akan menemukan hidup yang sesungguhnya, yakni hidup yang penuh makna, sukacita, dan berkat kekal. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk: Pertama:Melepaskan Ego, melalui penyangkalan diri yang berarti mengesampingkan ambisi, keinginan, dan kepentingan pribadi demi menjalani hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Yesus mengajak kita untuk meneladani-Nya dalam pengorbanan dan ketaatan. Kedua: Memikul salib setiap hari adalah tanda kesetiaan dan pengorbanan yang harus dilakukan oleh setiap pengikut Yesus. Ini berarti bahwa dalam menghadapi tantangan, penderitaan, dan kesulitan, haruslah dengan penuh ketabahan dan kesabaran. Memikul salib adalah bukti komitmen kita untuk menjalani hidup yang berkenan di hadapan Tuhan. Ketiga: Menemukan hidup sejati, bahwa siapa pun yang berusaha menyelamatkan nyawanya dengan cara duniawi akan kehilangan nyawa sejatinya. Sebaliknya, siapa pun yang bersedia kehilangan nyawa demi Yesus akan menyelamatkannya. Hidup sejati akan ditemukan ketika kita melepaskan ego dan menjalani hidup yang dipersembahkan kepada Tuhan. Ini adalah hidup yang penuh dengan kedamaian, kebahagiaan, dan kepuasan yang tidak bisa diberikan oleh dunia. Keempat: Nilai Hidup yang sejati.
Apa gunanya memperoleh seluruh dunia jika akhirnya kita merugikan diri sendiri? Yesus mengingatkan kita untuk tidak terperdaya oleh kenikmatan duniawi yang sementara. Hidup yang sejati ditemukan dalam hubungan yang mendalam dengan Tuhan dan dalam ketaatan kepada ajaran-Nya.

Baca Juga :  Jurtul Ditangkapi Polisi, Oppung BoS Judi Togel Dibiarkan

*Aplikasi dalam Kehidupan:
Mari kita renungkan apa arti melepaskan ego dalam kehidupan kita sehari-hari, sembari berusaha untuk menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti Yesus dengan setia. Dengan melepaskan ego, kita akan menemukan hidup sejati yang penuh dengan kedamaian dan kasih Tuhan. Semoga demikian 🙏🙏