RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP”
Sabtu, 18 April 2026
PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Shalom… salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita, Yesus Kristus.
Kiranya damai sejahtera, sukacita, dan pengharapan dari Tuhan perlahan mengalir dan memenuhi setiap ruang hati kita, bahkan di saat kita merasa lelah, kosong, atau seolah tidak baik-baik saja.
Di masa Paskah yang baru saja kita rayakan, Tuhan mengajak kita untuk berhenti sejenak… menarik napas… dan dengan jujur melihat ke dalam hati kita sendiri.
Biarlah hari ini menjadi langkah baru…
langkah kecil untuk kembali berjalan bersama Tuhan.
Renungan ini disampaikan oleh amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th sebagai penguatan iman bagi kita semua
Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu.” (Yosua 3:5)
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, bayangkan sebuah momen penting dalam kehidupan bangsa Israel. Mereka telah lama berjalan di padang gurun, menghadapi berbagai kesulitan, dan sekarang mereka berdiri di tepi Sungai Yordan. Di seberang sana adalah tanah perjanjian janji Tuhan yang sudah lama dinantikan. Namun ada satu hal yang menarik sebelum mereka menyeberang. Dalam Yosua 3:5, Yosua berkata kepada bangsa itu: “Kuduskanlah dirimu, sebab besok Tuhan akan melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara kamu.”
Perhatikan urutannya. Bukan “Tuhan akan melakukan mujizat, maka kuduskanlah dirimu,” tetapi “kuduskanlah dirimu, karena Tuhan akan melakukan perkara ajaib.” Ada persiapan rohani sebelum mereka melihat karya Tuhan.
Seringkali dalam hidup kita, kita ingin melihat mujizat Tuhan tanpa mau mempersiapkan hati. Kita berdoa meminta pertolongan, meminta jalan keluar, meminta perubahan, tetapi kita lupa bahwa Tuhan juga rindu hati kita siap menerima pekerjaan-Nya. Menguduskan diri bukan hanya soal ritual atau tindakan luar. Ini berbicara tentang hati yang dipisahkan untuk Tuhan. Hati yang mau meninggalkan dosa, melepaskan kepahitan, dan kembali kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh.
Bayangkan seseorang yang menunggu sesuatu yang besar terjadi dalam hidupnya mungkin pekerjaan baru, pelayanan baru, atau pemulihan dalam keluarga. Ia menunggu Tuhan bekerja, tetapi hatinya masih dipenuhi dengan keraguan, kemarahan, atau kebiasaan lama yang menjauhkan dirinya dari Tuhan.
Firman hari ini mengingatkan bahwa ada bagian kita: menguduskan diri. Menguduskan diri berarti kita berkata, “Tuhan, aku mau hidup benar di hadapan-Mu.” Itu bisa dimulai dari hal sederhana: memperbaiki hubungan dengan orang lain, meninggalkan kebiasaan buruk, kembali membangun kehidupan doa, dan belajar taat dalam hal-hal kecil. Menguduskan diri juga berarti membuka hati kita sepenuhnya kepada Tuhan. Tidak ada yang disembunyikan. Kita datang apa adanya, tetapi dengan kerinduan untuk diubahkan. Mengapa ini penting? Karena seringkali Tuhan ingin melakukan hal yang besar, tetapi hati kita belum siap menerimanya. Tuhan ingin membawa kita masuk ke “tanah perjanjian” dalam hidup kita entah itu pertumbuhan iman, pemulihan, atau panggilan pelayanan tetapi kita masih terikat pada hal-hal lama.
Saudara-saudari, mujizat terbesar bukan hanya ketika air Sungai Yordan terbelah, tetapi ketika hati manusia diubahkan. Ketika seseorang yang dulu jauh dari Tuhan menjadi dekat. Ketika yang penuh amarah menjadi penuh kasih. Ketika yang ragu menjadi percaya. Dan semua itu dimulai dari keputusan untuk menguduskan diri.
Hari ini Tuhan juga berbicara kepada kita: Mungkin “besok” dalam hidup kita adalah masa depan yang Tuhan sudah siapkan. Mungkin ada hal besar yang Tuhan ingin kerjakan dalam hidup kita, keluarga kita, atau pelayanan kita. Pertanyaannya bukan hanya, “Apakah Tuhan sanggup?” karena jelas Tuhan sanggup. Tetapi, “Apakah kita siap?”
Mari kita belajar dari bangsa Israel. Sebelum mereka melihat mujizat, mereka mempersiapkan diri. Sebelum mereka melangkah ke depan, mereka memperbaiki hati mereka. Jangan tunggu sampai semuanya sempurna untuk datang kepada Tuhan. Justru datanglah sekarang, dengan segala kelemahan kita, dan biarkan Tuhan menguduskan kita. Karena ketika hati kita siap, kita akan melihat pekerjaan Tuhan yang ajaib mungkin bukan selalu seperti yang kita bayangkan, tetapi selalu yang terbaik menurut kehendak-Nya.
Lagu:
KJ No. 26:1,2 “Mampirlah, Dengar Doaku”
Doa:
Tuhan yang kudus, kami datang di hadapan-Mu dengan kerendahan hati. Ajarlah kami untuk menguduskan hidup kami, meninggalkan segala yang tidak berkenan kepada-Mu, dan mempersiapkan hati kami untuk melihat pekerjaan-Mu. Amin.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
Amin.
(VIP)







