mediasumatera.id – SALVE bagimu para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Sudahkah Anda mengawali harimu dengan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan Sang sumber hidup? Pada hari ini, Gereja Katolik sejagat merayakan pesta Santa Maria Magdalena.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 20: 1. 11 – 18, yakni kebangkitan Yesus dan Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena. “Berkobar dalam cinta, Maria Magdalena merindukan Dia yang dikira sudah dibawa orang”… Santo Gregorius Agung. Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan bahwa
Maria Magdalena menangis di depan kubur Yesus yang kosong. Pencariannya terhadap Yesus dipenuhi rasa sedih, duka dan kehilangan. Bahkan ketika Yesus berdiri di hadapannya, ia mengira Dia adalah penjaga taman. Maria Magdalena tidak mengenali Yesus, sampai satu momen yang mengubah segalanya: ketika Yesus memanggilnya dengan nama nya, βMaria!β
Perenungan:
Pertama : Betapa sering kali kita, seperti Maria, tidak mengenali dan menyadari kehadiran Yesus di tengah-tengah kesibukan atau kesedihan kita
Kedua: Kadang kita mencari tanda-tanda besar, padahal Yesus hadir dalam kesederhanaan dan kelembutan. Ketiga Nama kita dipanggil oleh-Nya, secara pribadi dan penuh kasih. Namun, apakah kita peka terhadap suara itu?. Keempat Dalam dukacita, kita mungkin merasa Tuhan tidak peduli. Tetapi seperti Maria, Yesus justru hadir paling dekat saat kita menangis. Kelima Jangan terpaku pada Yesus versi kita. Tuhan sering bekerja di luar ekspektasi kita, termasuk melalui cara-cara yang tak terduga. Keenam : Dengarkan suara-Nya. Yesus mengenal kita satu per satu. Saat kita merenungkan Firman-Nya, kita akan semakin peka mendengar panggilan-Nya
Pesan Utama:
Yesus tidak hanya ingin ditemukan, tetapi dikenali secara pribadi. Ia hadir bukan hanya di hari-hari terang, tetapi juga dalam gelapnya pencarian rohani atau spiritual kita. Saat kita berhenti sejenak dari rutinitas, dari kesibukan dan mendengarkan-Nya, kita akan tahu bahwa: Dia selalu ada & hadir, memanggil & mengapa serta mengenal kita lebih dalam dari yang kita kenal diri sendiri. So, mari kita buka mata iman, mata hati, mata telinga dan mata pikiran. Semoga demikian ππ



