SALVE, mediasumatera.id – bagimu para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Apa kabar Anda di hari yang baru ini? Saya berharap Anda dalam keadaan damai, sehat dan bahagia. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santo Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 13: 54.55.56b – 58, yakni Yesus ditolak di Nazaret. Hal ini, terjadi ketika Yesus kembali ke Nazaret, kampung halaman-Nya, Ia mengajar di rumah ibadat dan membuat banyak orang takjub. Namun kekaguman itu segera berubah menjadi penolakan. Mereka berkata, βBukankah Ia Anak tukang kayu?β Mereka meragukan-Nya karena latar belakang keluarga-Nya yang sederhana. Akibat ketidakpercayaan mereka, Yesus tidak melakukan banyak mujizat di sana. Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita bahwa penilaian yang dangkal dan penuh prasangka bisa membuat kita buta terhadap karya Allah. Kita sering kali menilai seseorang dari tampilan luar: suku, agama, budaya, atau status sosial. Padahal, Allah tidak melihat seperti kita manusia melihat. Ia menilai hati, bukan penampilan lahiriah.
Pesan untuk kita
_Pertama Bersikaplah obyektif dan adil dalam menilai sesama, tanpa dipengaruhi latar belakang mereka.Kedua Hargai setiap orang sebagai ciptaan Allah yang unik dan berharga. Ingat, jika kita menghargai orang lain, maka kita pun akan dihargai. Sebab, apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai atau petik. Ketiga Penolakan terhadap Yesus karena prasangka buruk berarti menutup diri dari keselamatan kekal. Keempat Belajarlah untuk melihat dengan mata kasih dan iman, bukan dengan mata dunia.
Pertanyaan Refleksi:
1. Apakah saya pernah meragukan kemampuan atau panggilan seseorang hanya karena saya terlalu mengenalnya atau tahu latar belakangnya? Apa dampaknya terhadap relasi saya dengan orang itu?
2. Bagaimana saya merespons ketika seseorang menunjukkan perubahan positif atau karunia rohani yang tidak saya harapkan dari dirinya? Apakah saya membuka hati atau justru menolak karena prasangka?
3. Apakah saya menyadari bahwa penilaian saya yang dangkal dapat menghalangi karya Tuhan dalam hidup orang lain, bahkan dalam hidup saya sendiri?
Selamat berefleksi, sembari refleksikan spiritual dari St. Alfonsius Maria de Liguori: “Tuhan selalu ada di samping Anda, bahkan Dia ada di dalam diri Anda”ππ



