*Tuhan Dapat Melihat Isi Hati & Pikiran Manusia*

*Tuhan Dapat Melihat Isi Hati & Pikiran Manusia*

SALVE, mediasumatera.id –  bagimu para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Sudahkah Anda merawat hati dan pikiranmu, agar tidak jatuh ke dalam dosa? Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santa Monika.

 

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 23: 27 – 32, yakni Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Bacaan Injil hari ini merupakan kelanjutan dari perikop Injil hari kemarin. Pada hari ini, Yesus tidak berbicara dengan lembut ketika menyingkap kemunafikan. Ia menyebut para ahli Taurat dan orang-orang Farisi seperti kuburan yang dilabur putih, indah di luar, tetapi penuh tulang belulang dan kenajisan di dalamnya. Ini bukan sekadar teguran sosial, melainkan peringatan Ilahi: Tuhan tidak bisa tertipu oleh penampilan lahiriah. Sebab, setebal apapun topeng yang kita kenakan, entah topeng kesalehan, topeng kebaikan, topeng kepura-puraan, mata Tuhan selalu menembus melihat semuanya. Ia melihat isi hati dan pikiran kita yang terdalam. Di hadapan-Nya, kita semua “telanjang” bulat-bulat, tanpa filter, tanpa casing. tanpa bungkusan. Oleh karena itu, untuk apa kita bersembunyi di balik kemunafikan? Lebih baik kita hidup jujur, apa adanya. Lebih baik kita membersihkan hati dan pikiran kita,

daripada memoles wajah luar yang tak mencerminkan jiwa dalam. Ingatlah, Tuhan tidak mencari casing yang indah, atau penampilan lahiriah yang anggun, tetapi

Ia mencari hati yang bersih. Ia tidak menilai dari apa yang tampak,

melainkan dari apa yang kita simpan di dalam batin.

 

*Beberapa poin (puncta) renungan:*

_Pertama_ *apakah aku sedang memakai topeng dalam hidupku?*

_Kedua_ *sudahkah aku berani tampil jujur di hadapan Tuhan dan sesama?* _ Ketiga _ *apa yang perlu aku bersihkan dari hati dan pikiranku hari ini?*

 

*Pertanyaan Refleksi:*

 

1. Apakah ada bagian dari hidupku yang masih aku tutupi dengan topeng, padahal Tuhan sudah melihatnya dengan jelas?

2. Apa yang menghalangiku untuk tampil jujur apa adanya di hadapan Tuhan, dan bagaimana aku bisa mulai membersihkan hati serta pikiranku hari ini?

3. Jika Tuhan melihatku “telanjang bulat-bulat”, apakah isi hatiku sudah mencerminkan kasih, kejujuran, dan kerendahan hati yang layak di hadapan-Nya?

 

*Selamat berefleksi*🙏🙏