PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Ibadah Jumat Mahasiswa/i yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Kristen STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar pada tanggal 19 September 2025 berlangsung penuh hikmat dan sukacita rohani. Kebaktian dimulai dengan nyanyian Kidung Jemaat “Bila Kulihat Bintang Gemerlapan”, yang dinyanyikan penuh sukacita oleh mahasiswa. Ibadah kemudian dilanjutkan dengan Doa Pembukaan, puji-pujian, hingga firman Tuhan yang disampaikan oleh Amang Pdt. Tubiran MT Simamora, M.Th., hamba Tuhan dari GKPI Jemaat Khusus Immanuel Jalan Asahan Pematangsiantar.

Kehadiran yang Menguatkan
Selain firman yang membangkitkan semangat rohani, Pembina IMK, Bapak Victor Asido Elyakim P, M.Kom, turut hadir dan membawakan Doa Syafaat. Melalui doa tersebut, seluruh kehidupan mahasiswa diserahkan ke dalam tangan Tuhan, agar tetap setia dan berintegritas baik dalam akademik maupun pelayanan.
Suasana ibadah berlangsung penuh hikmat, mahasiswa dengan antusias menyambut berita Injil yang disampaikan. Dalam khotbahnya, Pdt. Tubiran menegaskan bahwa mahasiswa Kristen dipanggil untuk hidup dalam disiplin, kesetiaan, dan kekudusan.

Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya TUHAN.” (Mazmur 40:9). Firman ini menjadi pesan utama dalam kebaktian mahasiswa AMIK & STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar yang dilaksanakan pada hari Jumat, 19 September 2025.

Pdt. Tubiran menegaskan: “Tuhan menghendaki setiap orang percaya untuk berhasil, tetapi keberhasilan itu harus dibarengi dengan disiplin diri. Mahasiswa Kristen harus setia dalam doa dan menjaga kekudusan hidupnya, sehingga menjadi teladan di kampus maupun masyarakat.”
Bagi mahasiswa AMIK dan STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar, panggilan ini berarti menjadi mahasiswa teladan—yang bukan hanya pintar dalam akademik, tetapi juga berkarakter, setia, dan mampu membawa terang Kristus di lingkungan kampus maupun masyarakat. Dan Amang Pdt. Tubiran MT Simamora, M.Th., menyampaikan 3(tiga) hal:
- Disiplin: Kunci Keberhasilan
Tuhan menghendaki setiap orang percaya berhasil dalam hidupnya. Namun, keberhasilan tidak datang begitu saja. Dibutuhkan disiplin diri—terutama dalam belajar, mengatur waktu, serta menjaga tanggung jawab. Mahasiswa Kristen harus menunjukkan perbedaan lewat kerja keras dan sikap yang teratur.
- Setia: Hidup Dalam Doa
Kesetiaan adalah sikap tidak meninggalkan Tuhan dalam situasi apa pun. Doa bukan hanya saat butuh pertolongan, melainkan gaya hidup yang harus dipelihara dengan tekun. Mahasiswa Kristen dipanggil untuk tetap setia berdoa, menyerahkan seluruh rencana dan perjuangan studinya kepada Tuhan.
- Kudus: Hidup dengan Kualitas Berbeda
Hidup kudus artinya tampil berbeda, tetapi bukan sembarang berbeda. Mahasiswa Kristen dipanggil untuk hidup berbeda karena kualitasnya: menjaga tubuh, integritas, dan karakter. Walaupun jumlahnya sedikit di tengah kampus, kualitas mahasiswa Kristen haruslah yang terbaik—jujur, rajin, rendah hati, dan menjadi teladan bagi teman-temannya.
Firman ini menjadi pesan penting: Mahasiswa Kristen Tunas Bangsa harus hadir sebagai garam dan terang di kampus. Keberhasilan, kesetiaan, dan kekudusan akan menjadikan mereka pribadi yang berdampak positif, tidak hanya di dunia akademik, tetapi juga di tengah masyarakat.
Puncak kebaktian ditutup dengan Doa Penutup “Mahasiswa Kristen harus tampil beda, bukan karena jumlahnya, tetapi karena kualitasnya yang kudus dan terbaik, dan Doa Berkat yang kembali dibawakan oleh Amang Pdt. Tubiran MT Simamora, M.Th. Kehadiran beliau menjadi berkat besar yang menguatkan iman mahasiswa.
Ibadah ini menjadi momen yang menguatkan iman Mahasiswa/i STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar untuk terus bertumbuh dalam kasih, hidup oleh pimpinan Roh Kudus, dan bersaksi di tengah dunia agar semakin banyak jiwa mengenal kasih Kristus.

Ibadah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan menjadi momen yang menguatkan iman Mahasiswa/i STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar untuk terus bertumbuh dalam kasih, hidup oleh pimpinan Roh Kudus, dan bersaksi di tengah dunia agar semakin banyak jiwa mengenal kasih Kristus.
(VIP)







