TUHAN MEMANGGIL KITA

TUHAN MEMANGGIL KITA

“RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP”

Selasa, 31 Maret 2026

PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id –
Shalom… salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.
Kiranya damai sejahtera, sukacita, dan pengharapan dari Tuhan perlahan mengalir dan memenuhi hati kita—bahkan di saat kita merasa lelah, kosong, atau tidak baik-baik saja.
Di masa menjelang Minggu Palmarum ini, kita diajak untuk berhenti sejenak… dan jujur melihat hati kita.
Mungkin di luar kita terlihat kuat, tetapi di dalam hati kita sedang lelah, terluka, bahkan merasa sendiri.
Hari ini Tuhan berbisik lembut…
“Aku tahu pergumulanmu. Aku melihat air matamu.”
Kasih-Nya tidak pernah berubah.
Bahkan saat kita menjauh, Dia tetap menunggu kita kembali.
Kembali kepada Tuhan dengan hati yang hancur namun rindu dipulihkan.
Kembali dengan iman yang mungkin kecil… tetapi ingin kembali menyala.
Renungan ini disampaikan oleh Tubiran M.T. Simamora sebagai penguatan iman bagi kita semua.

“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” (Lukas 5:32)

Dahulu, ada sebuah kisah tentang seorang pria yang hidupnya sangat kelam. Ia merasa dirinya terlalu kotor untuk menginjakkan kaki di rumah Tuhan. Suatu hari, ia berdiri di depan pintu gereja, tertunduk lesu, tidak berani masuk. Seorang pengurus gereja melihatnya dan bertanya, “Mengapa kamu tidak masuk?” Pria itu menjawab, “Aku malu. Aku bukan orang baik. Tempat ini terlalu suci untuk orang sepertiku.” Pengurus gereja itu tersenyum lembut dan berkata, “Sahabatku, gereja ini bukanlah museum untuk memamerkan orang-orang suci, melainkan rumah sakit bagi mereka yang terluka dan sakit karena dosa. Kamu justru sedang berada di tempat yang paling tepat.”

Kisah di atas mengingatkan kita pada inti dari misi kedatangan Yesus ke dunia. Seringkali, kita merasa harus “menjadi benar” dulu baru berani datang pada Tuhan. Kita merasa harus membereskan hidup kita sendiri, membuang semua kebiasaan buruk, dan memakai “topeng kesalehan” sebelum menghadap-Nya. Namun, firman Tuhan dalam Lukas 5:32 berkata dengan sangat tegas dan penuh kasih: “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” Yesus tidak mencari kesempurnaan kita, karena Ia tahu kita tidak memilikinya. Ia justru mencari kerendahan hati kita untuk mengakui bahwa kita butuh pertolongan. Bayangkan seorang dokter; ia tidak akan datang ke taman di mana orang-orang sedang berolahraga dengan bugar. Ia akan datang ke ruang gawat darurat, ke tempat di mana ada rintihan kesakitan.

Baca Juga :  Renungan hari ini: Tuhan mematahkan Logika Manusia

Tuhan memanggil kita bukan karena kita layak, tetapi karena Ia ingin melayakkan kita. Panggilan-Nya adalah panggilan kasih yang tidak menuntut syarat “kehebatan,” melainkan syarat “keterbukaan hati.” Saat kita berani jujur mengakui segala kerapuhan kita di hadapan-Nya, di sanalah pemulihan dimulai. Jangan biarkan rasa bersalah menjauhkanmu dari Tuhan. Jika hari ini hatimu terasa berat dan kotor, ingatlah bahwa Yesus sedang mengetuk pintu hatimu. Ia tidak menunggumu menjadi bersih; Ia datang untuk membersihkanmu.

Renungan:
Tuhan tidak memanggil mereka yang merasa sudah sempurna, melainkan mereka yang sadar akan dosanya dan mau datang apa adanya.

Lagu:
BE No. 467:1,2 “Asi ni RohaM Hupuji”
PKJ No. 21:1,2 “Mari Semua, Kini Bernyanyilah”

Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memanggilku apa adanya dan tidak membuangku karena dosa-dosaku. Berikanlah aku hati yang rendah hati untuk selalu datang kepada-Mu dan izinkan kasih-Mu mengubah hidupku menjadi baru. Amin.

Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati kita.

Amin.

(VIP)