Renungan hari ini: Kaya Di Mata Allah: Belajar Dari Janda Miskin

Renungan hari ini: Kaya Di Mata Allah: Belajar Dari Janda Miskin

mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Pada hari ini, kita harus belajar memberi dari sikap hati janda miskin, yang tulus kepada Tuhan, tanpa banyak pertimbangan. Dia yakin dengan memberi dia tidak akan tambah miskin, melainkan dia kaya di mata Allah.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 12: 38 – 44, yakni Yesus menasihatkan supaya hati-hati terhadap ahli-ahli Taurat dan persembahan seorang janda miskin. Para saudaraku, di mata dunia, janda miskin itu tak berarti. Namun Yesus melihat lebih dalam: bukan jumlah uang, melainkan HATI yang memberi. Dua peser kecil yang ia masukkan ke peti persembahan adalah seluruh nafkahnya, seluruh hidupnya. Orang kaya memberi dari kelebihan: tanpa risiko, tanpa iman. Janda itu memberi dari kekurangan: pulang dengan tangan kosong, tetapi HATI penuh percaya. Ia menyerahkan diri ke dalam peti HATI Allah.Yesus berkata: “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina, kamu telah melakukannya untuk Aku….” (Mat. 25: 40). Dan sebaliknya, “Sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku…” (Mat. 25: 45). Jadi, tidak peduli kepada mereka berarti tidak peduli kepada Dia. Betapa sering kita memberi Tuhan hanya sisa: waktu, tenaga, uang, bahkan anak-anak terbaik kita, kita arahkan ke dunia, bukan ke altar Tuhan. Padahal yang berbahagia bukanlah yang menerima, melainkan yang memberi. Janda miskin itu mengingatkan dan menginspirasi kita, bahwa: kekayaan sejati bukan berapa yang kita punya, tetapi berapa yang rela kita berikan, terutama saat kita tidak punya apa-apa. Memberi bukan kehilangan, melainkan menabung di Surga. Yesus menjanjikan: “Setiap orang yang menyerahkan demi Aku akan menerima seratus kali lipat.”

Baca Juga :  Bebas dalam Kebenaran

*Pesan Untuk Kita*

Para saudaraku, belajarlah dari janda miskin untuk: memberi dengan iman, bukan dengan hitungan. Kaya di mata Allah, bukan soal harta, melainkan soal HATI yang berani mempercayakan segalanya kepada-Nya. Sebab para pemberi akan duduk bersama Bapa, Putra, dan Roh Kudus dalam sukacita yang tak berkesudahan.

*Pertanyaan Refleksi*

1. Apakah aku memberi dari kekurangan, atau hanya dari kelebihan seperti orang kaya?
2. Apakah aku sungguh menyerahkan yang terbaik kepada Tuhan dan sesama, atau masih menghitung-hitung demi diriku sendiri?
3. Apakah aku percaya janji Yesus bahwa yang memberi akan menerima seratus kali lipat, sehingga berani menabung di Surga dengan hati penuh iman?

*Selamat berefleksi.. & Selamat berakhir pekan*🙏🙏

*Doa Singkat*

Tuhan yang Mahakasih,
ajarilah aku untuk memberi bukan dari sisa, melainkan dari HATI yang percaya.
Seperti janda miskin itu, biarlah aku berani menyerahkan yang terbaik kepada-Mu dan sesama. Ingatkan aku bahwa yang berbahagia bukanlah yang menerima, melainkan yang memberi,
dan bahwa Engkau menjanjikan seratus kali lipat bagi yang setia. Jadikan aku kaya di mata-Mu, walau mungkin miskin di mata dunia. Amin.