PALEMBANG, mediasumatera.id – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, SMA Xaverius 2 Palembang resmi melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat (6–10 Juli 2026). Mengusung tema “Sekolah Aman, Belajar Nyaman, Tumbuh Berkarakter”, kegiatan ini berfokus pada penciptaan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan tanpa perpeloncoan, sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2026.

Istimewanya, hari pertama sekolah yang menjadi momen krusial adaptasi siswa baru ini diwarnai dengan kehadiran para alumni inspiratif yang tergabung dalam IKARIUS 2. Salah satunya adalah Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Jenderal Richard Tampubolon, yang hadir secara virtual memberikan sesi sharing motivasi kepada para adik tingkatnya.
Dalam arahannya, Jenderal Richard Tampubolon menekankan pentingnya membangun mentalitas unggul sejak hari pertama menginjakkan kaki di SMA Xaverius 2 Palembang.
“Generasi muda sekarang harus penuh semangat dan ceria. Aktivitas belajar serta tanggung jawab sebagai murid di sekolah ini wajib ditempa melalui disiplin yang kuat, integritas, dan kerja keras dalam belajar. Itulah kunci utama untuk meraih cita-cita dan impian di masa depan,” tegas Jenderal Richard.
Selain Kasum TNI, tokoh alumni lain seperti Dr. Anzwar Agus dan Sudirman Teguh, MM., juga turut hadir secara langsung membakar semangat para peserta didik baru.
Materi baris berbaris, upacara Edukasi etika dan sopan santun bermedia sosial, Materi krusial pencegahan kekerasan/perundungan (bullying), bahaya napza, judi online (judol), hingga isu pornografi diberikan dari Kepolisian POLDA Sumsel dan TNI Kodam Sriwijaya.
Kepala SMA Xaverius 2 Palembang, Petrus Widodo, mengungkapkan bahwa penerapan konsep MPLS Ramah ini merupakan fondasi awal untuk membangun sinergi yang kokoh antara sekolah, siswa, dan orang tua.
“MPLS Ramah ini adalah prosesi sakral kami untuk menyambut kehadiran anak-anak hebat dan orang tua sebagai bagian dari keluarga besar sekolah. Dari sinilah kita memulai proses bersama-sama mendampingi peserta didik untuk mengantarkan mereka meraih potensi dan cita-cita terbaiknya,” ujar Petrus Widodo.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Nyiman Heni, menjelaskan dalam sesi Solusi (Sosialisasi dan Diskusi) bahwa pelaksanaan MPLS tahun ini dibangun di atas tiga prinsip utama: Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Nyiman memastikan seluruh rangkaian kegiatan menghormati hak-hak anak, menumbuhkan kepedulian lingkungan, serta sama sekali tidak membebani orang tua maupun siswa.
Salah satu perwakilan panitia, Pancarida, menambahkan bahwa kesan pertama di sekolah akan sangat memengaruhi psikologis siswa ke depan. “Momentum tersebut dimulai sejak hari pertama. Kesan pertama yang mereka rasakan akan sangat memengaruhi semangat belajar, rasa percaya diri, dan kemampuan beradaptasi.
Karena itu, MPLS memiliki peran yang sangat penting,” tuturnya.
Pelaksanaan MPLS tahun ini memiliki durasi 5 hari mengalami penambahan dari regulasi sebelumnya guna memberikan ruang adaptasi yang lebih longgar dan berkualitas bagi siswa. Adapun materi utama yang diberikan meliputi:
• Visi, misi, dan tujuan strategis SMA Xaverius 2 Palembang.
• Pengenalan budaya sekolah, termasuk budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun).
• Pengenalan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan program Pagi Ceria.
• Edukasi literasi digital mengenai sopan santun di media sosial.
• Materi preventif penanggulangan kekerasan (perundungan/bullying), bahaya napza, judi online (judol), serta isu pornografi.
• Penguatan wawasan kebangsaan melalui materi 4 Pilar Kebangsaan.
Guna memastikan zero-perundungan sejak hari pertama, pelaksanaan MPLS di SMA Xaverius 2 Palembang juga dipantau secara ketat melalui pengawasan dari TNI – POLRI yang bersinergi dengan dinas terkait, memastikan hak anak atas rasa aman di sekolah terpenuhi sepenuhnya.(daris)







