1.200 Orang Muda Berkumpul di OKU, Hadiri Pembukaan KAPal Youth Day 2026

1.200 Orang Muda Berkumpul di OKU, Hadiri Pembukaan KAPal Youth Day 2026

BATURAJA, mediasumatera.id – Sebanyak 1.200 Orang Muda Katolik (OMK) bersama panitia dari tiga provinsi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu resmi berkumpul di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Kedatangan gelombang OMK ini dalam rangka menghadiri pembukaan KAPal Youth Day (KYD) 2026, sebuah pertemuan akbar regional yang berlangsung mulai Selasa hingga Jumat, 7–10 Juli 2026.
Kabupaten OKU ditunjuk menjadi tuan rumah, dengan pusat kegiatan ditempatkan di Stasi Keluarga Kudus Tegalsari, Paroki St. Petrus dan Paulus, Sepancar Lawang Kulon, Kecamatan Baturaja Timur.

1.200 Orang Muda Berkumpul di OKU, Hadiri Pembukaan KAPal Youth Day 2026

Pembukaan dengan misa Kudus dipimpin oleh Mgr Yohanes Harun Yuwono Uskup Keuskupan Agung Palembang dan lebih dari 70 pastor konselebran.

Perhelatan akbar ini menjadi momentum kebangkitan gerakan pemuda setelah sepuluh tahun absen. KYD terakhir kali digelar pada tahun 2016 lalu. Agenda ini sempat tertunda pada tahun 2020 akibat pandemi Covid-19, serta kembali bergeser pada tahun 2023 karena Palembang terpilih menjadi tuan rumah perhelatan berskala nasional, Indonesian Youth Day (IYD) ke-3.

Mengusung Tema Unik “OMK Garang”
Tahun ini, Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Palembang mengusung tema yang cukup menarik perhatian masyarakat lokal: “OMK Garang: Kuat dalam Iman, Terang bagi Dunia”.

1.200 Orang Muda Berkumpul di OKU, Hadiri Pembukaan KAPal Youth Day 2026

Ketua Panitia Penyelenggara menjelaskan bahwa kata “Garang” di sini bukan berarti bersikap kasar atau beringas, melainkan sebuah akronim dari Garam dan Terang, yang terinspirasi dari nilai-nilai Kitab Suci (Yohanes 16:33).

“Kata ‘Garang’ kami pilih sebagai simbol keberanian, keteguhan hati, dan semangat juang anak muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Kami ingin generasi muda di Sumsel, Jambi, dan Bengkulu memiliki mental yang kuat, kreatif, dan mampu memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Soroti Isu Gadget hingga Pencegahan Perdagangan Orang (TPPO)
Selain menjadi ajang silaturahmi dan pembinaan spiritual, pertemuan akbar yang dihadiri ribuan remaja dan pemuda ini secara khusus dirancang untuk merespons berbagai tantangan sosial yang sedang marak terjadi di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya.

Ada lima fokus utama (pilar pembinaan) yang dibahas dalam seminar dan diskusi kelompok selama empat hari ke depan:
1. Pencegahan TPPO: Memberikan edukasi dan pemahaman konkret kepada kaum muda mengenai bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta bagaimana langkah taktis pencegahannya di lingkungan masyarakat.
2. Literasi dan Pastoral Digital: Melatih generasi muda agar bijak dan kreatif dalam memanfaatkan teknologi digital serta media sosial, bukan sekadar menjadi konsumen konten yang pasif.
3. Kaderisasi Pemimpin Publik: Mendorong OMK untuk berani muncul dan terlibat aktif dalam ruang pelayanan publik serta kepemimpinan di tengah masyarakat.
4. Penguatan Karakter & Spiritualitas: Menumbuhkan kecintaan pada nilai moral dan spiritualitas sebagai benteng diri.
5. Edukasi Relasi Keluarga: Memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga nilai-nilai relasi dan ketahanan keluarga di era modern.

1.200 Orang Muda Berkumpul di OKU, Hadiri Pembukaan KAPal Youth Day 2026

Dampak Positif bagi Daerah
Kehadiran sekitar 1.200 peserta ini tidak hanya membawa gaung positif bagi pembinaan kepemudaan, tetapi juga diharapkan membawa dampak multiefek bagi masyarakat lokal di Kecamatan Baturaja Timur, baik dari segi perputaran ekonomi kreatif, kuliner, hingga pengenalan potensi daerah OKU kepada para peserta yang berasal dari luar Sumsel.

Rangkaian kegiatan ini sendiri diisi dengan seminar, diskusi kelompok, dinamika pemuda, perayaan keagamaan, hingga malam pentas kreativitas budaya yang menampilkan bakat-bakat seni dari berbagai daerah. Melalui sinergi pembinaan ini, diharapkan keluar generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap menjadi agen perubahan (agent of change) demi kemajuan daerah dan bangsa.(daris)