mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita seperti orang-orang Nazaret, yang awalnya mengagumi atau takjub dengan seseorang, tetapi pada akhirnya kita tidak suka dengan berbagai alasan. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santo Ignatius dari Loyola, Imam.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 13: 54. 55.56b – 58, yakni Yesus ditolak di Nazaret. Para saudaraku, orang Nazaret awalnya terpukau oleh Yesus. Kata-kata-Nya penuh kuasa, berbeda dari para rabi. Namun kekaguman itu cepat layu. Mereka ingat masa kecil-Nya, latar belakang keluarga-Nya, lalu berkata: “Bukankah Dia anak tukang kayu?” Takjub pun berubah jadi penolakan.Yesus tidak ditolak karena ajaran-Nya salah, melainkan karena mereka merasa terlalu mengenal-Nya. Keakraban melahirkan sikap meremehkan. Akibatnya, pintu iman tertutup, mukjizat pun tidak terjadi. Fenomena ini nyata dalam hidup modern. Kita sering menilai orang dari masa lalunya: teman lama yang kini berhasil dianggap “cuma beruntung”, rekan kerja yang naik jabatan dicurigai “karena dekat bos”, atau saudara yang berkhotbah dianggap “tidak mungkin berubah.” Kita menjadi orang – orang “Nazaret modern” mengagumi sambil meremehkan, tersenyum di depan tetapi menolak di HATI. Padahal Tuhan kerap hadir lewat orang-orang biasa yang kita kenal. Jika HATI kita penuh prasangka, kita kehilangan kesempatan melihat karya-Nya. Iman menuntut kerendahan HATI: berani kagum pada orang yang dipakai Tuhan, meski latar belakangnya sederhana.
Pesan Untuk Kita
Para saudaraku, jangan biarkan keakraban membutakan kita. Jangan sampai kita menutup pintu iman hanya karena merasa “terlalu tahu” masa lalu seseorang. Biarlah kita belajar melihat dengan mata iman, bukan prasangka. Karena Yesus masih hadir hari ini mungkin lewat orang yang paling kita remehkan. Awalnya takjub, akhirnya menolak. Jangan biarkan itu menjadi kisah kita.
Pertanyaan Refleksi
1. Apakah saya pernah menolak karya Tuhan hanya karena merasa terlalu mengenal latar belakang seseorang?
2. Apakah HATI saya masih terbuka untuk kagum pada orang biasa yang dipakai Tuhan secara luar biasa?
3. Apakah iman saya lebih besar daripada prasangka, sehingga saya memberi ruang bagi mujizat terjadi dalam hidup saya dan orang lain?
Selamat berefleksi🙏🙏
Doa Singkat
Tuhan Yesus, ampunilah kami bila HATI kami sering seperti orang Nazaret: awalnya takjub, akhirnya menolak. Bukalah mata iman kami agar mampu melihat karya-Mu dalam orang-orang sederhana di sekitar kami. Ajarlah kami untuk tidak terjebak pada prasangka masa lalu, melainkan memberi ruang bagi kuasa-Mu yang selalu baru. Jadikan HATI kami tanah subur bagi mukjizat, agar hidup kami menjadi saksi KASIH dan kuasa-Mu. Amin.







