PALEMBANG, mediasumatera.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengimbau seluruh warga masyarakat dan pelajar untuk kembali mendisiplinkan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Langkah penanganan ini diambil guna mengantisipasi ancaman penyakit saluran pernapasan seiring memburuknya kualitas udara yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada Minggu (23/8/2026) pagi, kualitas udara di Kota Palembang menyentuh angka 215 dan resmi masuk dalam kategori Sangat Tidak Sehat. Angka tersebut melonjak dibanding hari sebelumnya yang masih bertahan di bawah skala 200.
Selain data ISPU, hasil pemantauan Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel melalui Stasiun PM2.5 di Musi 2 Palembang juga menunjukkan tren lonjakan konsentrasi partikel polutan yang signifikan pada siang hari. Polusi sempat menyentuh level 64,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 12.00 WIB, lalu naik drastis menjadi 106,4 µg/m³ pada pukul 13.00 WIB, dan mencapai puncaknya di angka 123,1 µg/m³ pada pukul 14.00 WIB. Pemantauan citra satelit Himawari-9 BMKG turut mengonfirmasi sebaran asap terdeteksi di berbagai wilayah Sumatra hingga Papua. Bahkan, jarak pandang di Palembang pada Minggu pagi dilaporkan kurang dari 50 meter.

Menanggapi kondisi kritis ini, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan bahwa Pemkot Palembang sedang mengkaji secara serius wacana untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah.
“(Wacana peliburan anak sekolah) Saya minta dikaji dan dirapatkan dengan seluruh pihak yang terkait. Keputusan akan dibahas bersama dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan kesehatan masyarakat,” tegas Ratu Dewa, Minggu (23/8/2026).
Langkah Taktis Penanganan Dampak Asap Pemkot Palembang
Sebagai bentuk respons cepat terhadap ancaman kabut asap, Pemkot Palembang menggulirkan beberapa langkah darurat:
• Distribusi 10 Ribu Masker Gratis: Pemkot menyalurkan 10 ribu masker kepada masyarakat. Wali Kota Ratu Dewa dijadwalkan turun langsung memimpin pembagian masker pada Senin (24/8/2026) mulai pukul 06.30 WIB, yang dipusatkan di berbagai titik persimpangan lampu merah serta seluruh kantor kecamatan se-Kota Palembang.
• Evaluasi Kegiatan Car Free Day (CFD): Pelaksanaan CFD pada Minggu pagi yang masih ramai dikunjungi warga meski sebagian terpaksa pulang lebih awal akibat asap tebal akan dievaluasi total. Mengingat banyaknya anak-anak yang berolahraga di area terbuka, Pemkot siap menghentikan sementara kegiatan tersebut jika kualitas udara terus memburuk.

• Peningkatan Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan: Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 9.313 kasus sepanjang 1 hingga 21 Agustus 2026. Seluruh puskesmas dan faskes pemerintah diinstruksikan bersiap memberikan penanganan medis cepat bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan.
• Penerapan Protokol Kesehatan Mandiri di Sekolah: Sejumlah sekolah telah mendahului imbauan ini. Salah satunya SMA Xaverius 2 Palembang mulai Senin, (24/8/2026) menginstruksikan para siswanya wajib bermasker, membatasi kegiatan di luar ruang kelas, memperbanyak konsumsi air putih, serta mencuci muka dan tangan secara berkala.
Imbauan Penting bagi Masyarakat dan Kelompok Rentan
Wali Kota Ratu Dewa mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah, serta tidak membakar sampah sembarangan yang dapat memperparah kondisi udara. Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, turut menyarankan agar warga segera memakai masker atau kembali ke dalam ruangan apabila mendapati jarak pandang yang kabur secara visual atau tercium bau asap menyengat.

Kewaspadaan ekstra sangat ditekankan bagi kelompok rentan, seperti bayi dan balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit komorbid seperti asma, penyakit jantung, diabetes, dan tuberkulosis (TB) paru. Apabila mengalami gejala sesak napas atau kepedihan pada mata, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. (darisawalistyo)







