Berita  

Menggelorakan Semangat Gotong Royong di Atas Sungai Musi: Pesona Tradisi Perahu Bidar yang Tak Tergerus Zaman

Menggelorakan Semangat Gotong Royong di Atas Sungai Musi: Pesona Tradisi Perahu Bidar yang Tak Tergerus Zaman

PALEMBANG, mediasumatera.id — Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sumatera Selatan tak sekadar diwarnai oleh riuk tepuk tangan upacara bendera dan perlombaan antarpakar di gang-gang pemukiman. Di jantung Kota Palembang, denyut sejarah kembali bergetar hebat di atas aliran Sungai Musi melalui gelaran Festival Perahu Bidar Tradisional sebuah warisan leluhur yang terus dijaga eksistensinya sebagai identitas budaya maritim Nusantara.

Menggelorakan Semangat Gotong Royong di Atas Sungai Musi: Pesona Tradisi Perahu Bidar yang Tak Tergerus Zaman

Sejak era kejayaan Kerajaan Sriwijaya hingga masa Kesultanan Palembang Darussalam, perahu bidar telah memegang peranan vital dalam kehidupan masyarakat lokal. Dahulu, perahu berdesain ramping ini dimanfaatkan sebagai armada patroli untuk menjaga keamanan kawasan perairan Palembang dari potensi ancaman. Kecepatan serta kelincahannya di atas air menjadi kunci utama pertahanan wilayah. Seiring berjalannya waktu dan pergeseran zaman, fungsi strategis militer tersebut bertransformasi menjadi sebuah ajang olahraga tradisional yang sarat akan nilai seni, ketangkasan, dan nilai kepemimpinan.

Menggelorakan Semangat Gotong Royong di Atas Sungai Musi: Pesona Tradisi Perahu Bidar yang Tak Tergerus Zaman

Di bawah terik matahari khas Palembang, antusiasme puluhan ribu warga sama sekali tidak surut. Masyarakat memadati berbagai titik strategis untuk menyaksikan adu cepat para pendayung. Sebagian besar warga berkumpul di tepian sungai, belasan lainnya menyaksikan dari atas kemegahan Jembatan Ampera, bahkan tidak sedikit yang menyewa perahu ketek untuk merasakan sensasi menonton secara langsung dari atas permukaan air Sungai Musi saat perlombaan berlangsung pada Senin, 17 Agustus 2026.

Menggelorakan Semangat Gotong Royong di Atas Sungai Musi: Pesona Tradisi Perahu Bidar yang Tak Tergerus Zaman

Kemeriahan tersebut turut dirasakan oleh Vivi Silviyanti, seorang warga Palembang sekaligus pendidik IPS di SMP Xaverius 1 Palembang yang hadir menyaksikan perlombaan dari tepi sungai. Menurutnya, tradisi ini memiliki nilai edukasi sejarah yang sangat tinggi bagi generasi muda, khususnya dalam memahami akar kebudayaan lokal.

“Perahu Bidar merupakan perahu dayung tradisional yang dahulu digunakan untuk menjaga keamanan perairan Palembang karena mampu melaju sangat cepat. Kini, fungsinya bergeser menjadi tradisi perlombaan yang mempertontonkan kecepatan, kekompakan, dan ketangkasan fisik para pendayung di Sungai Musi,” ungkap Vivi.

 

Ia menambahkan bahwa perlombaan ini mengandung pesan filosofis yang mendalam. Puluhan pendayung yang berada dalam satu perahu harus menyelaraskan irama kayuhan secara konstan dan presisi demi mencapai garis finis. Kekompakan tersebut menjadi simbol nyata dari semangat gotong royong, kedisiplinan, serta refleksi hubungan harmonis antara masyarakat Palembang dengan Sungai Musi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Menggelorakan Semangat Gotong Royong di Atas Sungai Musi: Pesona Tradisi Perahu Bidar yang Tak Tergerus Zaman

Pada perayaan HUT ke-81 RI tahun ini, Festival Perahu Bidar Tradisional dan Lomba Perahu Hias diikuti oleh 12 tim terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Ada atmosfer baru pada gelaran kali ini; jika biasanya terpusat di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), tahun ini ajang prestisius tersebut dialihkan ke kawasan Plaza 7 Ulu Palembang lantaran BKB masih berada dalam proses revitalisasi penataan kawasan. Meski demikian, pengalihan lokasi tidak mengurangi riuh dan gegap gempita penonton yang memadati pelataran pelabuhan dan bantaran sungai.

 

Persaingan sengit antartim menyajikan pertunjukan olahraga air yang menegangkan sekaligus memukau. Setelah melalui babak penyisihan hingga babak final yang menguras tenaga, Kabupaten Ogan Ilir berhasil mengukuhkan diri sebagai juara pertama. Tempat kedua diraih oleh tim Sinar Permata Lahat, sementara posisi juara ketiga disabet oleh tim PMPB Sumsel.

Menggelorakan Semangat Gotong Royong di Atas Sungai Musi: Pesona Tradisi Perahu Bidar yang Tak Tergerus Zaman

Nilai strategis pelestarian tradisi ini semakin menguat setelah Festival Perahu Bidar secara resmi masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Masuknya gelaran ini ke dalam kalender pariwisata nasional tidak hanya memantapkan potensi Perahu Bidar sebagai magnet wisatawan domestik maupun mancanegara, tetapi juga menjadi benteng pertahanan budaya agar tradisi bahari Palembang tetap lestari dan dibanggakan oleh generasi mendatang.(darisawalistyo)