JAKARTA, mediasumatera.id — Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (Prometindo) bertekad memperkuat perannya dalam mendorong kemajuan industri metalurgi nasional melalui penguatan kompetensi SDM, pembukaan lapangan kerja, pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga mendukung kebijakan pemerintah.
Demikian dikemukakan Dr Ir Muhammad Hanafi MBA IPM yang terpilih menjadi Ketua Umum Prometindo untuk periode 2026-2029, Kongres Nasional Prometindo 2026 berlangsung di The Dharmawangsa Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Kongres juga menetapkan Helminton sebagai Sekretaris Jenderal Prometindo untuk periode yang sama.
Mengusung tema “Refined Under Pressure: Elevating the Metallurgical Profession for the Next Decade”, Kongres Prometindo menjadi momentum konsolidasi organisasi dan regenerasi kepemimpinan sekaligus ruang untuk memperkuat peran profesi metalurgi dalam mendukung perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, sumber daya manusia, dan industri mineral Indonesia.
Kongres diikuti rangkaian agenda yang menempatkan arah kebijakan, perkembangan sains dan teknologi, serta masa depan profesi metalurgi sebagai pembahasan utama. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Brian Yuliarto ST MEng PhD, Menteri Ketenagakerjaan Prof Yassierli ST MT PhD, serta Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Dr Ing Tri Winarno ST MT, turut memberikan perspektif dalam rangkaian kongres.
Dalam pesannya, Mendiktisaintek Brian Yuliarto menekankan pentingnya keterkaitan pengembangan pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan kebutuhan industri agar pengembangan sumber daya manusia dapat menjawab kebutuhan transformasi industri nasional.
Sementara itu, Dirjen Minerba Tri Winarno menyoroti pentingnya peran profesi metalurgi dalam penguatan teknologi dan hilirisasi mineral. “Melalui Kongres Nasional 2026 ini, saya berharap Prometindo melahirkan kepemimpinan baru yang visioner serta rekomendasi strategis yang aplikatif bagi negara,” ujar Tri Winarno.
PERAN AKTIF
Hanafi menjelaskan, Prometindo perlu kembali hadir dan mengambil peran lebih aktif dalam mendukung kemajuan industri metalurgi nasional. Ia menyebutkan bahwa Prometindo memiliki anggota dari berbagai latar belakang, mulai dari profesional, peneliti, hingga mahasiswa.

“Prometindo harus muncul kembali. Kongres ini adalah momentumnya untuk kami lebih berkiprah kepada kemajuan industri, khususnya industri metalurgi,” ujar Hanafi yang merupakan alumnus PPSA XXI Lemhannas RI.
Ia menilai, keberagaman latar belakang anggota menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi antara dunia profesi, industri, penelitian, dan pendidikan.
“Kalau berkolaborasi, kita secara industri ke profesi ini sangat dituntut untuk mendapatkan kontribusi. Salah satu bentuk kontribusi adalah kompetensi,” jelasnya.
Hanafi mengatakan, salah satu fokus utama Prometindo ke depan adalah meningkatkan kompetensi SDM yang bekerja dan berkiprah di industri metalurgi. Kompetensi yang dibutuhkan para insinyur metalurgi tidak hanya terbatas pada kemampuan teknis. Menurutnya, para insinyur juga perlu memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan agar mampu berkembang hingga menduduki posisi strategis, termasuk manajemen puncak di industri.
Ia menyebutkan beberapa poin penting Prometindo. Pertama, kiprah Prometindo akan berfokus pada kompetensi manusia. Kompetensi para insinyur metalurgi bagaimana mencapai tidak hanya kompetensi teknis tetapi sampai kompetensi untuk memegang top management di suatu industri.
Di samping peningkatan kompetensi, sambung Hanafi, Prometindo juga menaruh perhatian terhadap pembukaan lapangan kerja, terutama bagi lulusan baru bidang metalurgi. Ia menegaskan, Prometindo akan mendorong terciptanya kesempatan kerja sekaligus membantu lulusan baru agar dapat masuk ke dunia industri.

Kedua, lanjut Hanafi, Prometindo akan berupaya bagaimana membuka lapangan kerja, dan mendukung supaya lapangan kerja tersebut bisa dirasakan oleh para insinyur yang baru lulus.
Menurutnya, pembukaan lapangan kerja menjadi salah satu bentuk kontribusi Prometindo agar lulusan baru, khususnya yang memiliki kompetensi di bidang metalurgi, memiliki akses lebih luas terhadap dunia kerja.
Kata Hanafi, Prometindo juga berencana terlibat dalam pengembangan produk berbasis kecerdasan buatan (AI) yang berkaitan dengan manusia, khususnya pemetaan kepribadian melalui tulisan tangan. Pengembangan tersebut menggunakan konsep bahwa aspek kepribadian seseorang dapat dilihat melalui tulisan tangan. Teknologi AI kemudian digunakan untuk membantu membaca dan menganalisis tulisan tersebut.
Terakhir atau ketiga, Prometindo juga akan terlibat dalam pengembangan produk AI, yang juga berhubungan dengan manusia, yang berdasarkan konsep personality itu dapat dilihat dari tulisan tangan.
Terkait dengan isu logam tanah jarang (rare earth elements) dan mineral kritis, Hanafi menjelaskan, bahwa hal itu sebagai salah satu bidang yang menjadi perhatian dalam perkembangan industri mineral Indonesia.
“Nanti sebagai akhirnya kami juga akan tetap membantu pemerintah dalam merumuskan pembicaraan-pembicaraan, terutama sekarang sangat banyak di logam tanah jarang, mineral kritis dan seterusnya,” ujarnya. (*)







