Berita  

Erick Thohir dan Nasaruddin Umar Beri Selamat atas Suksesnya Munas XVII ISKA, Luky A. Yusgiantoro Terpilih Kembali Menjadi Ketua Umum

Erick Thohir dan Nasaruddin Umar Beri Selamat atas Suksesnya Munas XVII ISKA, Luky A. Yusgiantoro Terpilih Kembali Menjadi Ketua Umum

BALIKPAPAN, mediasumatera.id   — Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) sukses menggelar Musyawarah Nasional (Munas) XVII yang berlangsung di Hotel Novotel Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 11–13 September 2026. Perhelatan empat tahunan yang bertepatan dengan dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) ini secara resmi menetapkan kembali Luky A. Yusgiantoro, B.Sc., M.Sc., Ph.D. sebagai Ketua Pengurus Pusat (PP) ISKA periode 2026–2030 secara aklamasi dalam sidang pleno keputusan pada Sabtu (12/9/2026).

 

Munas XVII ISKA mengusung tema “Merawat Harapan, Menguatkan Persaudaraan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045: Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan, Memperkuat Demokrasi, Kedaulatan Bangsa, Kemanusiaan, Persaudaraan, dan Keutuhan Ciptaan.” Rangkaian pembukaan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Hardjosusanto, MSF, bersama jajaran imam selebran.

 

Gelaran ini turut mendapat apresiasi serta ucapan selamat secara virtual dari Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir. Dalam sambutannya, Menpora Erick Thohir mengapresiasi peran penting cendekiawan Katolik dalam menjawab tantangan bangsa.

Erick Thohir dan Nasaruddin Umar Beri Selamat atas Suksesnya Munas XVII ISKA, Luky A. Yusgiantoro Terpilih Kembali Menjadi Ketua Umum

“Munas ini menjadi ruang penting bagi para cendekiawan untuk bertemu, bertukar gagasan, saling menguatkan, dan memperluas peran dalam menjawab tantangan bangsa. Pembinaan generasi muda adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia. Kita harus memiliki generasi yang berkarakter, patriotik, gigih, dan berempati,” ujar Erick Thohir.

 

10 Agenda Strategis untuk Bangsa

Dalam perhelatan ini, ISKA memaparkan Dokumen Pokok-Pokok Pikiran dan Rekomendasi Kemasyarakatan yang dirumuskan melalui persidangan pimpinan Luky A. Yusgiantoro bersama Arie Sulistiono dan Joni Sinatra Ginting. Dokumen ini menegaskan bahwa Indonesia tengah memasuki fase krusial menuju Indonesia Emas 2045 di tengah pergeseran geopolitik, krisis ekologis, hingga kemajuan Artificial Intelligence (AI).

 

Luky A. Yusgiantoro menegaskan bahwa bonus demografi dan kekayaan alam tidak otomatis menjamin tercapainya cita-cita bangsa tanpa keberanian moral dan kepastian hukum.

Erick Thohir dan Nasaruddin Umar Beri Selamat atas Suksesnya Munas XVII ISKA, Luky A. Yusgiantoro Terpilih Kembali Menjadi Ketua Umum

“Pertumbuhan ekonomi harus disertai pemerataan dan pekerjaan yang layak. Demokrasi harus berkembang menjadi demokrasi substantif yang menjunjung etika, kebebasan sipil, dan akuntabilitas. Kehadiran sarjana Katolik di ruang publik bukan untuk membangun eksklusivisme identitas, melainkan menghadirkan kompetensi, integritas, dan keberpihakan pada kebaikan bersama (bonum commune),” tegas Luky.

 

Sebagai kontribusi konkret, ISKA menetapkan 10 Agenda Strategis yang berakar pada Pancasila, UUD 1945, dan Ajaran Sosial Gereja:

  1. Pancasila sebagai Etika Publik: Titik temu kebangsaan dan panduan moral bernegara.
  2. Demokrasi Substantif & Negara Hukum: Penegakan hukum yang berintegritas dan menjamin keadilan sosial.
  3. Ekonomi Inklusif & Berkeadilan: Pertumbuhan ekonomi produktif, berkelanjutan, dan merata.
  4. Peningkatan SDM & Pendidikan: Penguatan riset, peran perempuan, serta kapasitas generasi muda.
  5. Penguatan Kohesi Sosial: Merawat toleransi, keberagaman budaya, dan literasi digital.
  6. Kedaulatan & Ketahanan Nasional: Ketahanan multidimensi merespons dinamika geopolitik.
  7. Perlindungan HAM & Ruang Sipil: Menjamin kebebasan beragama dan menjaga martabat manusia.
  8. Transformasi Teknologi Etis: Pengembangan AI dan teknologi digital yang berpusat pada kemanusiaan.
  9. Ekologi & Keutuhan Ciptaan: Kelestarian lingkungan sebagai arus utama kebijakan pembangunan.
  10. Penguatan Peran Intelektual ISKA: Menegaskan peran ISKA sebagai wadah pemikiran (think tank) dan pengabdi kebaikan bersama.

 

Catatan Lapangan dari IKN: Simbol Kerukunan dan Harapan Masa Depan

Di sela rangkaian Munas, para peserta juga berkesempatan melakukan kunjungan langsung ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satu peserta asal Palembang, Sumatera Selatan, Daris, membagikan kesannya saat melintas dan mengelilingi kawasan strategis IKN menggunakan bus rombongan.

Erick Thohir dan Nasaruddin Umar Beri Selamat atas Suksesnya Munas XVII ISKA, Luky A. Yusgiantoro Terpilih Kembali Menjadi Ketua Umum

Ia menyaksikan dari dekat kemajuan pembangunan fisik, seperti Istana Presiden, Istana Wakil Presiden, gedung kementerian, fasilitas kesehatan, hingga hunian ASN berkonsep apartemen yang siap huni. “Pegawai yang mau masuk tinggal bawa koper saja karena sudah siap semua,” tutur Deputi Pembangunan IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, saat mendampingi rombongan.

 

Namun, Daris menyoroti hal paling mendalam dari kunjungan tersebut, yakni keberadaan kawasan rumah ibadah yang dibangun berdampingan beserta kehadiran Plaza Kerukunan di tengahnya.

 

“Saya melihatnya bukan hanya sekadar desain kawasan, tetapi pesan bahwa perbedaan tidak harus menjadi jarak. Indonesia tidak dibangun hanya dengan beton, jalan, dan gedung, tetapi juga dengan kepercayaan, toleransi, dan persaudaraan,” ungkap Daris. Ia menambahkan bahwa pembangunan IKN memberi optimisme nyata bahwa proyek ini sedang tumbuh dan bergerak, sekaligus perlu terus dikritisi secara obyektif berdasarkan fakta agar memberi manfaat adil bagi seluruh masyarakat.

Erick Thohir dan Nasaruddin Umar Beri Selamat atas Suksesnya Munas XVII ISKA, Luky A. Yusgiantoro Terpilih Kembali Menjadi Ketua Umum

Komitmen Enam Dekade ISKA

Melalui kepengurusan periode 2026–2030 di bawah kepemimpinan Luky A. Yusgiantoro seorang ahli di bidang energi, minyak, dan gas ISKA mempertegas komitmennya di ruang publik sebagai think tank, intellectual watchdog, bridge builder, knowledge network, serta leadership factory.

 

ISKA menegaskan bahwa identitas sebagai warga negara Indonesia dan umat Katolik adalah dua hal yang saling menguatkan. Dokumen rekomendasi Munas XVII ini diharapkan dapat menjadi peta jalan (roadmap) bagi kontribusi intelektual warga ISKA serta ajakan kolaborasi terbuka kepada seluruh elemen bangsa.(*)