Dari Layar Zoom, Marga Parapat Menyatukan Hati: RAKERNAS 2026 Bukan Milik Panitia, Ini Panggilan untuk Kita Semua

Dari Layar Zoom, Marga Parapat Menyatukan Hati: RAKERNAS 2026 Bukan Milik Panitia, Ini Panggilan untuk Kita Semua

PEMATANGSIANTAR – mediasumatera.id – Sebuah pertemuan sederhana melalui layar Zoom, Jumat malam, 18 September 2026, menjadi bagian dari langkah besar keluarga Parsadaan Si Raja Parapat Dohot Boru, Bere/Ibebere Se-Indonesia (PRPBBI) menuju Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) 2026.

Rapat yang berlangsung pukul 19.30–21.25 WIB itu tidak hanya membicarakan hotel, anggaran, proposal ataupun susunan kegiatan. Lebih dari itu, pertemuan tersebut membawa satu pesan kuat: RAKERNAS 2026 membutuhkan hati, tangan dan kepedulian seluruh keluarga besar Raja Parapat.

Dari Layar Zoom, Marga Parapat Menyatukan Hati: RAKERNAS 2026 Bukan Milik Panitia, Ini Panggilan untuk Kita Semua

Sejumlah unsur kepanitiaan mengikuti rapat daring tersebut, di antaranya Almer Parapat, Selamat Parapat, Manat Parapat, Victor Asido Elyakim P, Boantona Parapat, Poltak Situmorang, Megawati br Parapat serta peserta lainnya.

Persiapan Dimatangkan, Kenyamanan Peserta Menjadi Perhatian

Dalam rapat tersebut, panitia membahas sejumlah kebutuhan yang harus segera diselesaikan. Salah satunya mengenai lokasi pelaksanaan.

Sopo Heaven Hotel masih menjadi kandidat utama, namun belum ditetapkan sebagai lokasi final. Panitia akan melakukan verifikasi langsung, khususnya mengenai ketersediaan parkir, paket hotel, kamar, konsumsi, ruang pertemuan, fasilitas pendukung serta rincian biaya.

Panitia juga sepakat mempercepat penyusunan proposal setelah rincian biaya diperoleh. Data peserta, kebutuhan kamar, tanggal menginap, ukuran pakaian dan distribusi undangan juga harus segera difinalisasi.

Sementara pakaian kegiatan direncanakan berupa polo shirt berkerah, dengan desain dan vendor yang masih akan ditentukan.

Agenda organisasi mengenai Ketua Umum definitif turut menjadi perhatian. Mekanismenya akan dikoordinasikan agar memperoleh kejelasan prosedural serta arahan Dewan Penasihat.

Semua itu dilakukan dengan satu tujuan: mempersiapkan RAKERNAS sebaik mungkin bagi keluarga besar Raja Parapat yang akan datang dan mengambil bagian.

Jangan Biarkan Panitia Berjalan Sendiri

Namun sebesar apa pun rencana yang disusun, RAKERNAS tidak akan menjadi momentum yang bermakna apabila hanya dipikul oleh beberapa orang.

Inilah saatnya rasa memiliki terhadap punguan diwujudkan dalam tindakan.

Tidak semua harus memberikan dalam jumlah besar. Tidak semua harus menjadi panitia. Kontribusi dapat diberikan sesuai kemampuan masing-masing, melalui tenaga, pemikiran, jaringan, fasilitas, dukungan materi, penyebaran informasi maupun doa.

Yang kecil apabila diberikan bersama-sama akan menjadi besar. Yang berat apabila dipikul bersama akan menjadi ringan.

Karena RAKERNAS ini bukan milik Ketua Umum, bukan milik Dewan Penasihat, dan bukan pula hanya milik panitia.

Ini adalah milik keluarga besar Raja Parapat Dohot Boru, Bere/Ibebere di seluruh Indonesia.

Anak Cucu Kita Kelak Mungkin Tidak Tahu Siapa yang Bekerja Hari Ini

Ada alasan yang lebih dalam mengapa kebersamaan hari ini menjadi penting.

Suatu saat nanti, anak dan cucu Raja Parapat mungkin tidak mengetahui siapa yang mengikuti rapat Zoom hingga malam. Mereka mungkin tidak mengetahui siapa yang mencari lokasi, menyusun proposal, menghubungi peserta, menghitung anggaran ataupun bekerja di balik layar.

Tetapi mereka dapat menikmati hasil dari apa yang kita bangun hari ini.

Jika generasi sekarang mampu meninggalkan punguan yang kuat, rukun dan saling peduli, itulah warisan yang jauh lebih berharga daripada sekadar kemeriahan sebuah acara.

Karena itu, jangan sampai ketika sejarah kebersamaan ini sedang ditulis, kita hanya memilih menjadi penonton.

Mari bertanya kepada diri sendiri: “Apa yang dapat saya berikan untuk keluarga besar Raja Parapat?”

Jika punya tenaga, mari bekerja.
Jika punya gagasan, mari berbagi.
Jika punya jaringan, mari membuka jalan.
Jika Tuhan memberikan rezeki lebih, mari menopang.
Dan jika berada jauh, jangan biarkan jarak memutus rasa persaudaraan.

Dari Zoom, Kerja Nyata Dimulai

Rapat menetapkan sejumlah tindak lanjut prioritas, mulai dari verifikasi hotel dan parkir, memperoleh penawaran serta melakukan negosiasi, finalisasi solusi parkir, penyelesaian dan penyebaran proposal, finalisasi data peserta dan kamar, hingga memastikan mekanisme agenda Ketua Umum sebelum RAKERNAS.

Artinya, setelah layar Zoom ditutup, pekerjaan sesungguhnya justru dimulai.

Kini dibutuhkan kekompakan agar setiap rencana dapat diwujudkan.

Semangat “Satu Hati, Satu Tujuan untuk Kita Semua” jangan hanya menjadi tulisan pada spanduk atau undangan. Semangat itu harus hidup melalui kepedulian nyata.

Sebab kebesaran sebuah marga tidak hanya terlihat dari banyaknya keturunan, tetapi dari seberapa kuat mereka menjaga persaudaraan dan bersedia saling menopang.

RAKERNAS 2026 adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa keluarga besar Raja Parapat mampu berjalan bersama.

Jangan biarkan acara besar keluarga kita hanya menjadi pekerjaan segelintir orang. Mari hadir. Mari membantu. Mari berkontribusi. Mari menjadi bagian dari sejarah yang kelak kita wariskan kepada anak cucu.

Dari sebuah layar Zoom, hati mulai dipersatukan. Dari kebersamaan itu, sebuah harapan besar sedang dibangun.

Marhite Punguan Hita Sada, Hita Kuat.

Satu Hati, Satu Tujuan untuk Kita Semua.

Horas… Horas… Horas…!

(VIP)