Kamis, 13 Juni 2024

Anak Yasonna Laoly Diduga Terlibat Monopoli Bisnis di Lapas, Netizen: Kemenkumham Ada Bantahan?

Anak Yasonna Laoly Diduga Terlibat Monopoli Bisnis di Lapas, Netizen: Kemenkumham Ada Bantahan?

mediasumatera.id – Anak Yasonna Laoly, Yamitema Tirtajaya Laoly diduga terlibat monopoli bisnis di dalam lapas seperti disampaikan akun Twitter @PartaiSocmed.

Akun Twitter @PartaiSocmed membeberkan keterlibat anak Yasonna Laoly yang disebut merupakan pendiri PT Natur Palas Indonesia.

Hal itu diungkap usai aktor Tio Pakusadewo menyebut soal adanya keterlibatan anak menteri dalam monopoli bisnis di dalam lapas.

“Yg dimaksud Tio Pakusadewo pada bagian akhir video ini adalah Jeera Foundation dgn perusahaannya PT Natur Palas Indonesia yg memonopoli bisnis koperasi dan kantin di beberapa Lapas besar, dimana anak Yasonna Laoly jadi Chairman dan Co Founder,” tulis akun @PartaiSocmed.

Dalam unggahannya, ia menjelaskan jika air mineral dalam kemasan, JEERA sebagai bukti adanya bisnis yang dikelola anak Yasonna Laoly itu di dalam lapas.

Sejumlah warganet pun langsung menanggapi soal dugaan keterlibatan anak Yasonna Laoly dengan bisnis narkoba.

Sebagaimana diketahui, Yasonna Laoly merupakan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, sehingga banyak warganet pun meminta tanggapan Kemenkumham.

“Secara gamblang, keluarga Yasonna Laoly terlibat dalam bisnis di dalam lapas. @Kemenkumham_RI ada bantahan?,” tulis akun @JanganJadiPaok.

“Pak @mohmahfudmd tolong didalami,” tulis akun @txtdari_m_.

“Waaaww…. Anak Menkumham pemilik PT Rutan Lapas… Eh, PT Natur Papas pemegang konsesus bisnis koperasi dan kantin di beberapa Lapas besar. tajiiiiiiiiirrrrr…!!!!,” tulis akun @bayu_romawan.

“Banyak masyarakat yang tau. Tapi apa daya, ga semua punya power seperti om Tyo misalnya (yang sudah kenyang dengan kehidupan keras dan bengal).

“Bodohnya negara ga ada upaya serius memperbaiki. @jokowi @Kemenkumham_RI @KejaksaanRI Ya kali kudu ada operasi pemberantasan kalapas?,” tulis akun @ShenRu013.

Hingga berita ini dimuat, belum ada konfirmasi dari Yasonna Laoly atau sang anak, Yamitema Tirtajaya Laoly yang diduga terlibat bisnis narkoba di dalam lapas.

Sebab, dalam podcast YouTube Uya Kuya, Tio Pakusadewo sendiri tidak menyebutkan nama menteri yang ia maksud, namun hanya menjelaskan soal adanya keterlibatan anak menteri.

Baca Juga :  Termasuk LRT Palembang, Ini Daftar Kereta Api Subsidi Tahun 2022

“Negara dalam negara lah. Bulsh*t deh lo kalo ngomong ada yang bener. Itu barang masuk, lewat bandar jualan,” jelas Tio Pakusadewo kepada Uya Kuya.

Ia juga menjelaskan soal adanya paket narkoba senilai Rp 18 juta yang dibawa oleh seorang wanita yang nantinya mengaku sebagai istri salah satu narapidana.

“Ada namanya paket 18 juta. Istri nih dateng, istri-istrian, ciuman bisa pindah tuh dari mulut ke mulut tuh,” kata Tio Pakusadewo menjelaskan cara bertransaksi narkoba di dalam lapas.

“Even pabriknya pun ada di dalem. Mereka bikin di dalem. Ini kartel ini. Yang menggagas itu bekas napi, terus menggaet anak menteri,” ungkapnya.

Saat ditanya Uya Kuya siapa sosok menteri yang dimaksud, Tio Pakusadewo enggan menjawabnya.

“Siapa om menterinya om?,” tanya Uya Kuya.

“Tar kalo gua sebut, lu repot, gua repot,” jawab Tio Pakusadewo.

Sementara itu, Yasonna Laoly sendiri memberikan perhatian penuh terhadap kasus sipir di Lapas Rajabasa Lampung, Dhawank Delvi yang diduga memiliki harta kekayaan tak wajar.

Kini, ia telah dicopot dari jabatannya sebagai sipir. Yasonna Laoly pun memerintahkan Inspektorat Jenderal untuk mendalami soal harta Dhawank Delvi.