Jumat, 25 Juni 2021 18:07 WIB

ASPEKPIR Indonesia : KEMITRAAN PEKEBUN PKS HARUS DIPERKUAT

Oleh : | Editor : Junaidi Hutauruk
Dibaca :441 kali dibaca | Durasi baca : 3 Menit

“Salah satu program utama ASPEKPIR Indonesia saat ini adalah memperkuat kemitraan kembali. Upaya peningkatan produtivitas harus merupakan upaya bersama antara petani dan perusahaan. PSR dan Permentan 18 tahun 2021 merupakan jalan untuk meningkatkan kemitraan pekebun dengan perusahaan,”

MEDIASUMATERA.ID-JAMBI : Kelapa sawit bersama dengan tebu dan teh, adalah komoditas perkebunan  yang harus terintegrasi dengan unit pengolahannya. TBS harus segera masuk ke PKS untuk menjaga mutu CPO. Pada masa lalu ketika  awal keberadaan petani  lewat PIR  mekanismenya sudah sangat bagus sekali. Petani setor TBS ke koperasi kemudian jual ke PKS, pembayaran tidak cash carry tetapi dalam jangka waktu tertentu yang dikenal oleh petani sebagai hari gajian. Pembayaran cicilan kredit petani untuk pembangunan kebun diambil dari hasil penjualan TBS.  Hendra J Purba, Direktur Eksekutif Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR Indonesia menyatakan hal ini.

Kemudian berkembang petani swadaya, ada petani PIR yang membuka kebun pribadi dan ada petani baru. Petani swadaya tidak berlembaga seperti petani PIR. Untuk menjual TBS mereka lewat tengkulak. Harganya tidak sama dengan harga penetapan pemerintah karena tengkulak mengambil keuntungan. Dari tengkulak masuk lagi ke pedagang besar yang punya DO ke PKS. Harga yang diterima petani swadaya semakin tergerus.

Harga penetapan berbeda untuk setiap umur tanaman. Bagi petani plasma perusahaan punya data anggota koperasi A tanaman umur berapa, koperasi B umur berapa. Selain itu karena mereka merupakan mitra  mendapat pembinaan bagaimana panen yang benar. TBS yang masuk dijamin mutunya sesuai speks pabrik

Pedagang besar sering kesulitan memenuhi DO yang diminta PKS. Mereka mengimingi-imingi petani plasma untuk menjual TBSnya ke mereka dengan harga lebih tinggi dari penetapan. Selain itu mereka cash carry. Beberapa petani plasma terbujuk oleh ulah pedagang ini sehingga disinilah awal mula kehancuran kemitraan. Contohnya banyak koperasi  plasma di Kalbar rontok karena munculnya loading ramp.

Baca Juga :  DIMASA PANDEMI GURU HONORER SMA MUHAMMADIYAH 8 GANDUS PALEMBANG MASIH TETAP TETAP SEMANGAT DALAM MENGAJAR

Selain itu banyak juga pekebun yang sudah lunas cicilannya memutuskan untuk menghentikan kemitraan supaya bebas menjual ke PKS yang mau memberi harga tinggi. Petani ini juga bisanya lepas dari kelembagaan sehingga kemitraan tidak berjalan.

Ada yang berhenti karena memang sudah mampu secara manajemen dan ingin punya PKS sendiri. Pada kasus ini selama petani bernaung dalam kelembagaan ekonomi kuat sama sekali tidak masalah. Sayang jumlahnya hanya sedikit.

Masuknya TBS petani swadaya juga menimbulkan istilah grading pada PKS. Karena diambil dari kebun yang berbeda-beda dengan umur beda dan perlakukan beda, juga banyak yang menggunakan bibit ilegitim maka pabrik harus melakukan grading lagi sebelum TBS diolah. TBS yang tidak memenuhi syarat akan mempengaruhi rendemen secara keseluruhan.  Sedang pada petani plasma karena sudah dibina mutu TBSnya terjamin.

Saat ini grading sudah umum di PKS karena mutu yang masuk beragam. PKS sangat mengharapkan supaya TBS yang masuk bermutu semua. Karena itu ASPEKPIR minta kemitraan diperkuat kembali supaya tujuan ini tercapai

“Salah satu program utama ASPEKPIR Indonesia saat ini adalah memperkuat kemitraan kembali. Upaya peningkatan produtivitas harus merupakan upaya bersama antara petani dan perusahaan. PSR dan Permentan 18 tahun 2021 merupakan jalan untuk meningkatkan kemitraan pekebun dengan perusahaan,” kata Hendra .

Kemitraan harus kembali disambung antara perusahaan dan pekebun. Saat ini banyak petani kelapa sawit yang tidak mengerti tentang bibit ilegitim dan kesulitan mendapatkan pupuk. Petani juga harus melembaga . Disinilah peran perusahaan bisa masuk. Mata rantai yang panjang yang selama ini dipangkas harus diperpendek kembali.

Hubungan pekebun dengan PKS tidak lagi hanya sekedar jual beli tetapi harus kemitraan. Petani mendapat pembinaan panen yang baik sehingga tidak perlu grading lagi di pabrik. Salah satu program ASPEKPIR adalah meningkatkan kemitraan yang sedang berjalan dan mengikat kembali kemitraan yang sudah terputus, terutama pada kelembagaan yang menurun kinerjanya setelah lepas kemitraan.  Sedang petani swadaya kalau mau bermitra ASPEKPIR juga siap membantu.

Baca Juga :  Polresta Deli Serdang Ketat Dalam Pengamanan Kedatangan Menteri Perhubungan Dan Menteri BUMN

Petani juga kalau sudah kemitraan harus berkomitmen untuk menjual TBSnya pada pabrik yang membina. “Banyak kejadian petani yang sudah menjalin kemitraan malah menjual pada pihak lain yang berani membeli dengan harga tinggi. Hal ini harus dihindari,” katanya.

“Kemitraan harus bermotif bisnis yang saling menguntungkan dan sejajar. Kedua belah pihak harus punya komitmen. Kalau semuanya untung pasti kemitraan akan terus berjalan. Saat ini koperasi-koperasi petani sawit yang maju sebagian besar adalah koperasi yang bermitra dengan perusahaan,” kata Hendra lagi.

Perusahaan juga diminta serius dalam pembinaan sehingga petani bisa menerapkan GAP dan TBS yang dihasilkan mutunya sesuai speks pabrik. Kerja PKS menjadi lebih ringan karena tidak perlu grading lagi dan dari keuntungan PKS sebainya ada insentif bagi petani selain harga sesuai kesepakatan. Perusahaan menyisihkan sebagian keuntungan pada petani yang mampu memberikan TBS berkualitas. Dengan cara ini kemitraan akan semakin langgeng.

Sesuai UU perkebunan maka kedepan tidak ada lagi pemasok TBS dalam bentuk CV atau PT tetapi koperasi petani atau kelembagaan ekonomi petani lainnya. Tentu tidak bisa drastis dilakukan tetapi secara bertahap. Rencana Pemprov Jambi yang akan menyusun zonasi pasokan TBS petani ke PKS dan harus bermitra patut  didukung.

Pemprov Jambi seperti dikatakan Kadisbun Agurrizal sudah ada perda yang mengatur supaya PKS tidak boleh membeli TBS yang kebunnya jauh dari lokasi pabrik. Pemprov sedang menghitung kapasitas pabrik dan luasan yang diperlukan.  Nanti lewat pergub langsung dimitrakan antara PKS dengan petani di zone itu. (Red).

Sumber : Jakarta, Mediaperkebunan.id

Komentar

News Feed