Palembang, mediasumatera.id — Polemik perobohan ruko milik pengusaha Robi Hartono alias Afat di Kota Palembang mendapat perhatian serius dari Pemerhati sosial, Bagindo Togar yang menilai eksekusi yang dilakukan hari ini lebih menyerupai “dramaturgi” yang sarat konflik, namun minim ketegasan substansial dalam penegakan aturan.
Menurut Bagindo Togar, langkah penertiban yang dilakukan pemerintah terkesan hanya menampilkan “ketegasan semu” terhadap persoalan mendasar dalam sistem perizinan bangunan. Ia menilai, persoalan ini bukan sekadar pelanggaran individu, melainkan cerminan dari sistem pengurusan izin yang belum transparan dan modern.
“Yang dimunculkan dalam penertiban hari ini justru terkesan sebagai arogansi dalam tradisi pengurusan izin lama. Sistem pelayanan perizinan belum sepenuhnya terbuka, belum mengedepankan prinsip modern—murah, cepat, dan transparan—sehingga masih membuka ruang abu-abu bagi praktik kecurangan yang kemungkinan selama ini terjadi dan menimbulkan keberanian seorang Afat untuk nekat membangun terlebih dahulu dibanding mengurus perizinan terlebih dahulu,” ujar Bagindo dalam keterangannya, Rabu (01/03/2026) malam.
Ia juga menyoroti bahwa kasus ini berpotensi memberikan dampak negatif terhadap iklim investasi di daerah. Afat, kata dia, bukan sosok pengusaha biasa, melainkan figur senior di Sumatera yang dikenal kredibel dan memiliki reputasi yang baik di kalangan pelaku usaha.
“Afat ini pengusaha senior yang sudah lama dikenal, kredibel dan terpandang. Ketika nama baiknya tercoreng dan wibawanya terganggu, tentu ini menjadi pertimbangan serius bagi dirinya maupun pelaku usaha lain,” tegasnya.
Bagindo menambahkan, kondisi tersebut dapat memicu kekhawatiran di kalangan investor untuk menanamkan modal di Palembang. Ia menilai, ketidakpastian dalam penegakan aturan dan sistem perizinan bisa membuat pelaku usaha berpikir ulang untuk berinvestasi, bahkan memilih daerah lain yang dianggap lebih kondusif.
“Kalau situasi seperti ini terus terjadi, bukan tidak mungkin investor akan berpikir ulang dan mengalihkan investasinya & capital flight diluar kota Palembang sperti Jambi pangkal pinang,Bengkulu dll” pungkasnya.







