Jumat, 2 Oktober 2020 16:07 WIB

BBWS Sumatera Vlll Segera Keruk 21 Anak Sungai Di Nilai Sudah Banyak Yang Dangkal

Oleh : | Editor : Junaidi Hutauruk
Dibaca :469 kali dibaca | Durasi baca : 1 Menit

MEDIASUMATERA.ID – PALEMBANG : Sebanyak 21 anak sungai di kota Palembang mengalami pendangkalan pada musim kemarau tahun ini. Pendangkalan yang terjadi ini kerap kali menjadi biang keladi banjir yang sulit surut hingga berhari-hari,  jumat (2/10/2020).

Kepala BBWS Sumatera VIII, Birendrajana mengungkapkan ke 21 anak sungai yang bakal dilakukan berupa pengerukan sedimentasi diantaranya sungai Sekanak, Bendung, sungai Buah, Jakabaring, Borang,  Selincah, Kertapati, Juaro, Lawang Kidul, Batang, Krmasan, Sriguna, Nyiur,  Kedukan, Rengas, Aur, Gasing,  Plaju, Gandus dan lain-lain.

Ia menjelaskan, anak Sungai Musi pada umumnya mengalami sedimentasi atau pengendapan dari penumpukan limbah rumah tangga, lumpur hingga tumbuhan.

Saat hujan deras, air akan meluap karena anak sungai mendangkal.  Kondisi ini menyebabkan penampung banjir berkurang.

“Pengerukan sedimentasi akan dilakukan sedalam satu meter. Kita akan ratakan gundukan sedimentasi, sehingga aliran air dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Menurutnya, sejumlah titik rawan banjir di kota Palembang dikarenakan aliran air dari anak sungai terjepit karena terjadinya pendangkalan,  sehingga menyebabkan air yang seharusnya masuk dengan cepat keluar ke sungai menjadi terhambat dan terjadilah banjir.

Pengerukan sedimentasi ini diakui oleh Birendrajana terakhir kali dilakukan pada tahun 2015 silam. Maka itu, pengerukan dirasa sangat perlu untuk membuat aliran-aliran air anak sungai tak lagi terhambat dan menyebabkan banjir di kota pempek.

“Idealnya pengerukan itu lima tahun sekali. Dengan  dilakukan normalisasi dan restorasi kita bisa meminimalisir banjir yang melanda Palembang,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengerukan sedimentasi tapi tersebut direncanakan bakal mulai dilakukan pada tahun depan. Untuk pengerjaan, nantinya akan dilakukan secara bertahap. Terkait besaran anggaran yang dibutuhkan, ia mengaku masih akan disusun ulang.  Mengingat saat ini masih dalam masa pandemi dan anggaran banyak dialihkan ke penanganan Covid-19.

Baca Juga :  Pemuda Panca Marga (PPM) Sumsel Usulkan Penggantian Nama Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Menjadi GOR H.M. TAUFIQ KIEMAS.

“Total biaya dibutuhkan sedang kita susun, sekarang kita masih terkendala anggaran dialihkan ke Covid-19. Tetapi banjir ini tetap jadi prioritas kita untuk diatasi,” tutupnya (rilis)

Komentar

News Feed