Selasa, 29 September 2020 9:45 WIB

Beberapa Mahasiswa Unsri Terobos Pengawalan Ketat Gubernur Sumsel H. HERMAN DERU, S.H, M.M

Oleh : | Editor : Junaidi Hutauruk
Dibaca :388 kali dibaca | Durasi baca : 2 Menit

MEDIASUMATERA.ID – SUMSEL : Tiga orang mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) nekat menerobos pengawalan dan pengamanan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru. Dengan bermodalkan modul kajian konflik agraria di Indonesia, Peristiwa tersebut terjadi usai Herman Deru menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sumsel, pada hari Senin (28/9/2020).

Tiga orang mahasiswa Unsri bernama,” Bagas Pratama, Taufik Aziz dan Rima Melati,” berhasil menerobos pengawalan Gubernur Sumsel saat hendak menuju mobil yang dikawal ketat para petugas pengawalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, awalnya ketiga mahasiswa tersebut mendekat sambil membawa berkas. Di mana berkas tersebut adalah modul kajian konflik agraria di Indonesia.

Setelah Gubernur Sumsel diwawancari para awak media, Bagas lalu mengacungkan tangan dan agak mendekat ke Herman Deru.

Bagas pun diawasi ketat para pengawal Herman Deru yang berjaga-jaga, Persentase Bagas pun ditanggapi dengan positif oleh Herman Deru saat dirinya di Tanya.

Usai mendapatkan respon positif, Bagas mengaku dirinya merupakan pengurus BEM Unsri yang sedang membantu penyelesaian konflik PTPN VII Cinta Manis dengan warga Desa Betung, Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir.

Bagas juga menanyakan, bagaimana kabar penyelesaian konflik menahun tersebut kepada Gubernur Sumsel. Gubernur Sumsel pun memberikan jawaban singkat bahwa kasus tersebut telah diselesaikan,“Kan sudah selesai kemarin, sudah ada kesepakatan plasma, sudah kita pertemukan,” ujarnya.

Menanggapi jawaban itu, Bagas langsung membantah dan mengatakan bahwa konflik tersebut belum selesai dan belum mencapai kesepakatan penuh. Lalu Bagas menyerahkan modul kajian konflik agraria di Indonesia kepada Gubernur Sumsel.

Adapun modul kajian konflik agraria tersebut, diisusun oleh pengurus BEM Unsri Bidang Politik dan Propaganda. Saat menyerahkan modul tersebut, Bagas mengatakan bahwa konflik agraria di Indonesia khususnya di wilayah Sumsel, masih banyak yang belum terselesaikan.“Ini kajian dari kami pak, mohon diterima. Bahwa saat ini masih banyak konflik agraria di Sumsel, yang belum selesai dan membutuhkan perhatian pemprov,” ujar Bagas.

Baca Juga :  Pos Penyekatan PPKM Mikro Deli Serdang Beroperasi Hingga Akhir Bulan Juli Ini

Selesai menyerahkan modul, Bagas meninggalkan kerumunan pengamanan dan pengawalan.Herman Deru pun langsung masuk ke dalam mobil diiringi Sekda Sumsel Nasrun Umar. (rilis)

Komentar

News Feed