Ogan Ilir, medisumatera.id – Ancaman gagal panen kini membayangi lahan pertanian di seluruh wilayah Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Kondisi ini dipicu musim kemarau berkepanjangan dampak fenomena El Nino yang telah melanda selama hampir 40 hari tanpa curah hujan yang memadai.
Kondisi ini disampaikan Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Rantau Panjang sekaligus perwakilan 12 Desa, Abdul Gani, Senin (20/7/2026). Menurutnya, tanaman padi yang kini berusia sekitar 2,5 bulan mengalami tekanan hebat akibat kekeringan, dan diperkirakan 60 persen tanaman terancam rusak total jika tidak segera mendapatkan pasokan air.
“Padi yang kini berusia dua setengah bulan sangat mengharapkan turunnya hujan, namun faktanya sudah hampir 40 hari tidak turun hujan. Sudah dipastikan sekitar 60 persen terancam gagal panen. Keluhan serupa ini kami terima dari seluruh desa yang ada di wilayah Kecamatan Rantau Panjang,” tegas Abdul Gani.
Lahan pertanian yang terdampak mencakup luas lebih dari 300 hektar. Mewakili para petani, pihaknya memohon kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir untuk segera menyalurkan bantuan penanganan darurat.
Usulan mendesak yang diajukan adalah penyediaan sumur bor besar lengkap dengan mesin penggerak yang andal, dengan target minimal 5 unit untuk setiap desa di wilayah Kecamatan Rantau Panjang. Apalagi yang dekat dipigiran sungai Ogan
Diharapkan bantuan ini dapat menjamin ketersediaan air irigasi secara mandiri saat musim kemarau, sehingga petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada curah hujan alam. Dalam jangka panjang, infrastruktur ini juga diharapkan mampu mendukung petani melakukan penanaman padi hingga 2–3 kali dalam satu tahun.
(Junai)







