DEBAT KEDUA PASLON BUPATI &,WAKIL BUPATI SAMOSIR, BUKA KEBOHONGAN KINERJA 3,5 TAHUN

DEBAT KEDUA PASLON BUPATI &,WAKIL BUPATI SAMOSIR, BUKA KEBOHONGAN KINERJA 3,5 TAHUN

mediasumatera.id – Debat publik Bupati dan Wakil Bupati, Kabupaten Samosir, yang diselenggrakan KPU Samosir sabtu 9 November. 2024 di Medan menguak beberapa kebohongan yang terjadi.
Sebelum pertanyaan dari masing masing Paslon, Panelis mengungkap Samosir dikelilingi a m Air Danau Toba, namun sulit mendapat Air bersih, begitu juga irigasi. Dilanjut mengatakan berdasarkan data BPS tiga ternak utama yng digunakan saat upacara Adat, seperti, Kerbau, Sapi dan Babi, tahun 2019 masih banyak namun di tahun 2023 turun drastis.
Vandiko Timoteus Gultom, calon dari petahana tak mampu menjawab dengan baik. Pertanyaan diatas adalah realuta yang tak terjamah selama kepemimpinan Vandiko. Demikian juga jalan mulus dalam satu tahun adalah janjinya untuk memuluskan jalan tanpa menggunakan APBD. Mata Air tidak jadi Air mata, termasuk diskresi membentuk TBPP karena jabatan hanya 3,5 tahun maka dibutuhkan percepatan.
Vandiko lupa atas janjinya yang menyebut dalam satu tahun jalan keliling Samosir akan mulus tanpa menggunakan APBD, pupuk gratis dan lainnya dinilai sebagai suatu kebohongan bukan karena 3,5 tahun menjabat.
Janji lain misalnya tidak akan ada family atau keluarga menjadi pejabat di Pemkab, ketika hal itu di pertanyakan Paslon nomor urut 1,Freddy Paulus Situmorang, Vandiko T Gultom, menjawabnya bahwa rekruitmen pejabat itu dilakukan melalui Panitia seleksi.
Panitia seleksi memang ada dibentuk meski dinilai kurang fair dan tidak sesuai ketentuan. Anggota Tim TBPP yang diketuai, Ir. Mangindar Simbolon, MM dan Sitindaon misalnya diajukan untuk panitia terdapat ketidaknyamanannya jujuran dalam ajuan permohonan kepada KASN du medan disebut Mangindar dan Sitindaon itu sebagai swasta, kenyataannya adalah Jetuan dan anggota TBPP. Dengan kebohongan itu maka Jumlah panitia dari pemkab adalah 4 dan dari KASN 3 orang. Keadaan itu dianggap kurang sesuai dengan ketentuan yang mestinya sebaliknya.
Al hasil, apa yang sudah direncanakan pastilah sejalan karena kalah suara, 4 lawan 3. Oleh karena dinilai tak mampu menjawab, atau mungkin terpojok atas pertanyaan Freddy, Vandiko mengalihkan perhatian , pada Bibit, Bobot dan Bebet, yang menyatakan paslon nomor urut 2 tidak ada mantan narapidana.
Statemen itu sesungguhnya tak penting oleh karena tidak bagian dari pendalaman Visi dan Misi sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Samosir melainkan dugaan sekedar mendiskreditkan, karena tidak ada hubungannya. Bukanlah hukum memperbolehkan setiap orang termasuk mantan narapidana bisa mencalonkan diri menjadi pejabat negara. ? Apakah Freddy dan Andreas mantan narapidana? Tidak.
Akibat pernyataan Vandiko yang diluar konteks itu, kini Freddy- Andreas mendapat empati yang amat tinggi dan luar bisa dari masyarakat Samosir. Empati yang duwujudkab pada dukungan itu itak ubahnya seperti , Prabowo Subianto, saat Debat Publik Capres dimana, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, bersama hendak mempernalujan Prabowo, begitu juga Calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dihina, ditembak , tetapi tidak ada proses hukum dari presiden petahana.
Perlakuan itu menarik sempatik masyarakat rasa ibanta pun meninggi akuvatnta orang yang merasa dilecehkan itu menjadi ,pemenang keduanya menjadi Presiden. Semoga, Freddy – Andreas menjadi pemenang sehingga Bupati dan wakil Bupati Samosir periode tahun 2025-2010.
Perjuangkan terus konsep dan idealismemu, taat azas, laksanakan janji agar terhindar dari sebutan Janji Palsu, atau pembohong, demikian pendapat adv Bungaran Sitanggang putra asli Samosir.(*)

Baca Juga :  Ketua Umum (Ketum) Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (Gercin) : Ganjar Pranowo Akan Hadiri Pelantikan Serentak DPC Gercin Kabupaten dan Kota Se Jawa Tengah