Di Tengah Renovasi Rumah Allah, Allah Menyatakan KeselamatanNya

Di Tengah Renovasi Rumah Allah, Allah Menyatakan KeselamatanNya

PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Suasana ibadah Minggu I setelah Epifani di GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar pada Minggu, 11 Januari 2026 berlangsung penuh sukacita, pengharapan, dan perenungan yang mendalam. Walaupun proses renovasi rumah Tuhan masih terus berjalan, jemaat tetap hadir dengan hati yang rindu bersekutu. Di tengah debu dan batu bangunan yang belum selesai, terasa seolah Allah sendiri sedang menanam benih iman yang baru, memperbarui hati setiap umatNya.

Ibadah dimulai dengan pujian dari Kidung Jemaat yang diiringi lembut oleh Amang JP Sinaga. Alunan musik yang tenang membawa jemaat masuk dalam suasana teduh dan khidmat, menuntun hati untuk semakin dekat ke hadirat Tuhan. Liturgi dipimpin oleh Inang Pnt. N. br Panggabean dengan penuh ketenangan, dilanjutkan dengan pembacaan epistel dari Kisah Para Rasul 10:34–43 yang mengingatkan jemaat akan karya keselamatan Allah bagi semua orang.

Firman Tuhan disampaikan oleh Amang Pdt. Kalapi Lumbangaol, S.Th sebagai staf Personalia Kantor Sinode GKPI, dengan tema: “Allah Menyatakan Keselamatan” berdasarkan Yesaya 42:1–9. Dalam khotbahnya, beliau mengawali dengan sapaan hangat Tahun Baru dan mengajak jemaat merenungkan satu pertanyaan penting di awal tahun:

Siapa yang akan memimpin hidup kita sepanjang tahun ini?

Pertanyaan sederhana namun mendalam itu menjadi pintu masuk untuk memahami makna Minggu Epifani. Kata Epifani berasal dari bahasa Yunani Epiphaneia yang berarti penampakan atau penyataan yang jelas. Minggu Epifani mengingatkan bahwa Yesus Kristus dinyatakan sebagai Mesias dan Juruselamat, bukan hanya bagi bangsa Israel, tetapi bagi seluruh umat manusia, termasuk kita hari ini.

Melalui nats Yesaya 42:1–9, jemaat diingatkan bahwa Allah menyatakan keselamatan-Nya secara nyata. Dalam bahasa Batak disebut Dibahen haroroan ni haluaon ,  Allah menghadirkan keselamatan yang bisa dirasakan dan dialami umat-Nya.

Di Tengah Renovasi Rumah Allah, Allah Menyatakan KeselamatanNya

Khotbah tersebut membawa jemaat menelusuri kondisi bangsa Israel saat nubuat Yesaya disampaikan. Mereka berada dalam pembuangan, lemah, putus asa, dan kehilangan harapan. Namun justru dalam keadaan itulah Allah berjanji mengutus hambaNya yang akan membawa keadilan, pembebasan, terang, dan keselamatan bagi banyak bangsa. Nubuat itu digenapi dalam diri Yesus Kristus.

Salah satu ayat yang sangat menyentuh hati jemaat adalah: “Buluh yang patah terkulai tidak akan dipatahkannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya.”

Firman ini menjadi penghiburan yang kuat. Yesus tidak datang untuk menghancurkan yang lemah, tetapi memulihkan. Ia mendekat kepada yang terluka, menguatkan yang putus asa, dan memberi harapan kepada yang merasa sendirian.

Dalam refleksi yang relevan dengan kehidupan masa kini, jemaat diajak melihat realitas dunia: bencana alam, kesulitan ekonomi, sakit penyakit, dan berbagai pergumulan keluarga. Banyak orang memasuki tahun baru dengan luka dari tahun sebelumnya. Namun gereja diingatkan sebagai tempat pengharapan,tempat umat dapat saling menguatkan dan merasakan kehadiran Tuhan yang nyata.

Pesan yang disampaikan sangat jelas dan menyentuh: Tuhan tidak pernah meninggalkan umatNya.
Meskipun ada air mata, kehilangan, dan kesedihan, Allah tetap hadir dan bekerja dalam kehidupan umatNya. Ia sering menyatakan kasihNya melalui orang-orang di sekitar kita, keluarga, sahabat, dan gereja.

Memasuki tahun 2026, jemaat diajak untuk melangkah dengan iman. Jika ada luka dari tahun yang lalu, bawalah itu kepada Tuhan. Sebab Allah tetap nyata, tetap hadir, dan tetap menyatakan keselamatan-Nya.

Ibadah Minggu itu ditutup dengan suasana haru dan penguatan iman. Jemaat pulang dengan hati yang dikuatkan, membawa keyakinan baru bahwa di tengah segala keterbatasan, bahkan di tengah renovasi fisik gereja, Allah sedang membangun sesuatu yang lebih dalam: iman dan pengharapan umat-Nya.

Di awal tahun ini, satu pesan firman terus bergema dalam hati jemaat: Jika kita merasa seperti buluh yang patah, Yesus tidak akan mematahkannya. Jika iman kita seperti sumbu yang redup, Yesus tidak akan memadamkannya.

Ia akan memulihkan. Ia akan menguatkan. Ia akan memimpin langkah umatNya sepanjang tahun yang baru.

Allah menyatakan keselamatanNya. Dan keselamatan itu nyata dalam kehidupan kita hari ini.

Amin.

Di Tengah Renovasi Rumah Allah, Allah Menyatakan KeselamatanNya

.

Bagi jemaat dan donatur yang tergerak untuk memberikan bantuan bagi renovasi GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar, dapat menyalurkan donasi melalui:

Rekening Donasi:
🏦 Bank: Bank SUMUT
💳 Nomor Rekening: 22002040465521
📌 Atas Nama: PANPEM GKPI JK Immanuel

Setiap dukungan yang diberikan, baik besar maupun kecil, akan sangat berarti bagi pembangunan rumah Tuhan. Tuhan memberkati setiap tangan yang memberi dengan sukacita.

“Dan rumah yang hendak kudirikan itu harus besar, sebab Allah kita lebih besar dari segala allah. Tetapi siapakah yang mampu mendirikan rumah bagi-Nya, karena langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku ini, sehingga aku mampu mendirikan rumah bagi-Nya, kecuali hanya untuk membakar korban di hadapan-Nya?”

(2 Tawarikh 2:5-6)

Soli Deo Gloria.

(VIP)